Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bikin Penasaran, Kenapa Meteran Gulung Bisa Kembali Sendiri?

Bikin Penasaran, Kenapa Meteran Gulung Bisa Kembali Sendiri?
ilustrasi meteran gulung (unsplash.com/Brett Jordan)
Share Article

Pernah menarik meteran gulung untuk mengukur meja, lemari, atau panjang sebuah ruangan? Begitu selesai digunakan, cukup lepaskan pengunci dan bilah meteran akan kembali masuk ke dalam wadahnya. Menariknya, meteran gulung bisa melakukan semua itu tanpa baterai, motor, atau listrik.

Lalu, dari mana tenaga untuk menarik kembali bilah meteran? Jawabannya ada pada sebuah pegas spiral yang tersembunyi di dalam casing meteran. Pegas inilah yang membuat meteran gulung bisa kembali sendiri setelah ditarik keluar. Yuk, kita bahas lebih dalam mengenai hal ini!

1. Ada pegas spiral di dalam meteran

ilustrasi meteran gulung
ilustrasi meteran gulung (unsplash.com/Lucent Designs Media International)

Di dalam meteran gulung, bilah logam tidak hanya dililit begitu saja. Bilah tersebut terhubung dengan sebuah gulungan atau reel yang berada di dalam casing. Pada bagian ini terdapat pegas panjang berbentuk pipih yang digulung secara spiral.

Saat meteran masih berada di dalam casing, pegas berada dalam posisi yang relatif rileks. Namun, ketika kamu menarik bilah meteran keluar, gulungan di dalamnya ikut berputar. Gerakan ini membuat pegas spiral semakin terpuntir dan menyimpan energi mekanis.

Sederhananya, energi yang kamu gunakan untuk menarik meteran keluar sebenarnya sedang “disimpan” oleh pegas. Ketika bilah meteran dilepaskan, pegas berusaha kembali ke bentuk dan posisi yang lebih rileks. Gerakan ini membuat reel berputar ke arah berlawanan dan menarik kembali bilah meteran ke dalam casing. Jadi, meteran gulung bisa kembali sendiri karena energi yang tersimpan di dalam pegas dilepaskan untuk memutar gulungan dan menggulung kembali bilah meteran.

2. Cara kerjanya mirip baterai mekanis

ilustrasi meteran gulung
ilustrasi meteran gulung (unsplash.com/Mick Haupt)

Cara kerja pegas spiral pada meteran gulung bisa dibayangkan seperti baterai, meskipun tentu saja tidak menghasilkan listrik. Saat bilah meteran ditarik, pegas seperti sedang diisi dengan energi. Ketika bilah dilepaskan, energi tersebut kemudian dikeluarkan untuk menggerakkan reel dan menarik meteran kembali. 

Bedanya, baterai menyimpan energi dalam bentuk kimia, sedangkan pegas menyimpan energi dalam bentuk energi elastis. Energi yang tersimpan inilah yang kemudian dilepaskan untuk menggerakkan mekanisme meteran gulung. Karena itu, meteran gulung bisa bekerja tanpa membutuhkan komponen elektronik yang rumit.

3. Kenapa bilah meteran bisa tetap kaku saat ditarik

ilustrasi meteran gulung
ilustrasi meteran gulung (unsplash.com/Mark Owen Wilkinson Hughes)

Selain bisa menggulung sendiri, bilah meteran juga memiliki desain yang cukup unik. Jika diperhatikan, permukaannya tidak benar-benar datar. Bilah tersebut biasanya memiliki sedikit lengkungan melintang.

Lengkungan ini membantu bilah tetap kaku ketika ditarik cukup jauh. Tanpa desain tersebut, bilah logam yang tipis akan lebih mudah melengkung atau jatuh saat digunakan untuk mengukur.

4. Lalu, apa fungsi pengunci di bagian atas

ilustrasi meteran gulung
ilustrasi meteran gulung (unsplash.com/Tasha Kostyuk)

Kalau pegas selalu berusaha menarik meteran kembali, mengapa bilahnya bisa tetap berada di posisi tertentu saat kita sedang mengukur? Di sinilah fungsi tombol pengunci atau lock. Ketika tombol tersebut digeser, mekanisme kecil di dalam meteran memberikan tekanan pada bilah atau menahan reel agar tidak berputar.

Akibatnya, pegas tidak bisa menarik bilah kembali meskipun tetap menyimpan energi. Begitu pengunci dilepaskan, reel kembali bebas bergerak dan energi dari pegas akan menarik bilah meteran masuk ke dalam casing. Jadi, tombol kecil yang terlihat sederhana itu sebenarnya berperan penting agar meteran tidak terus-menerus kembali saat digunakan.

5. Mengapa meteran tidak selalu meluncur dengan kecepatan yang sama

ilustrasi meteran gulung
ilustrasi meteran gulung (unsplash.com/William Warby)

Secara teori, pegas bisa saja menarik bilah meteran kembali dengan sangat cepat. Namun, meteran yang dirancang dengan baik memiliki gesekan dan mekanisme tertentu untuk membantu mengendalikan gerakannya. Meski begitu, jika bilah meteran dilepaskan begitu saja, ujungnya tetap bisa meluncur cepat dan menimbulkan suara keras saat menghantam casing.

Karena itu, sebaiknya bilah meteran tetap diarahkan dengan tangan ketika sedang menggulung kembali. Kebiasaan ini bukan hanya membuat penggunaannya lebih aman, tetapi juga membantu mencegah bilah meteran tertekuk, rusak, atau mengalami kerusakan pada ujung pengaitnya.

6. Kenapa meteran gulung bisa rusak dan tidak mau kembali

ilustrasi meteran gulung
ilustrasi meteran gulung (unsplash.com/Brett Jordan)

Seiring waktu, pegas di dalam meteran bisa kehilangan kemampuan untuk menarik bilah kembali. Salah satu penyebab paling umum adalah pegas yang patah atau terlepas dari titik pengikatnya. Bagian tersebut harus menahan tegangan berulang kali setiap kali meteran ditarik dan dilepaskan. Jika meteran sering digunakan, terjatuh, atau mengalami benturan keras, komponen ini bisa rusak.

Ketika pegas mengalami masalah, bilah meteran biasanya akan bergerak sangat lambat atau bahkan tidak bisa kembali sama sekali. Pada beberapa kasus, pegas masih bisa diperbaiki, tetapi sering kali mengganti meteran menjadi pilihan yang lebih praktis. Menariknya, meskipun teknologi dan material yang digunakan terus berkembang, prinsip utama di balik meteran gulung masih tetap sama. Sebuah pegas spiral menyimpan energi saat bilah ditarik, lalu melepaskan energi tersebut untuk menggulungnya kembali.

Jadi, lain kali kamu menggunakan meteran gulung, jangan anggap mekanisme itu sebagai sesuatu yang sederhana. Di balik casing kecil tersebut, ada kombinasi antara desain bilah, reel, pegas, dan pengunci yang bekerja bersama-sama. Semua itu memungkinkan alat sederhana yang tidak membutuhkan listrik untuk melakukan gerakan otomatis hanya dengan memanfaatkan energi yang disimpan oleh sebuah pegas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles