Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bolehkah Mandi Junub Setelah Azan Subuh Saat Puasa Ramadan?
ilustrasi pasutri sedang berpuasa (pexels.com/Thirdman)
  • Artikel menjelaskan bahwa mandi junub adalah cara mensucikan diri dari hadas besar, dilakukan dengan niat dan mengalirkan air ke seluruh tubuh sebelum ibadah seperti shalat.
  • Ditegaskan bahwa puasa tetap sah meski seseorang masih dalam keadaan junub saat azan subuh, karena kesucian dari hadas besar bukan syarat sahnya puasa menurut mayoritas ulama.
  • Meskipun puasanya sah, umat dianjurkan segera mandi junub agar dapat melaksanakan shalat subuh dengan suci, mengikuti tata cara yang benar sesuai tuntunan fikih.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Penjelasan mengenai hukum mandi junub setelah azan subuh saat menjalankan puasa Ramadan, termasuk tata cara pelaksanaannya dan keabsahan puasa bagi orang yang masih dalam keadaan junub.
  • Who?
    Ulama dan sumber keagamaan Islam seperti Jatim NU, kitab Mausu’ah Fiqhiyyah, Mughni, Muhadzzab, serta riwayat dari Sayyidah Aisyah dan Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anhuma.
  • Where?
    Kajian ini disampaikan melalui laman keagamaan Jatim NU yang mengutip berbagai kitab fikih klasik sebagai rujukan hukum Islam.
  • When?
    Dibahas dalam konteks pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadan, khususnya saat memasuki waktu subuh setelah hubungan suami istri pada malam hari.
  • Why?
    Pertanyaan muncul karena sebagian umat Islam ingin mengetahui apakah puasanya tetap sah jika belum sempat mandi junub sebelum azan subuh tiba.
  • How?
    Berdasarkan penjelasan ulama, puasa tetap sah meski belum mandi junub sebelum subuh. Namun, mandi wajib perlu dilakukan segera agar dapat melaksanakan shalat dalam keadaan suci.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pasangan suami istri yang melakukan berhubungan intim termasuk ibadah. Berhubungan suami istri (jima') termasuk sunnah Rasulullah SAW. Setelah berhubungan intim, kita diwajibkan untuk bersuci supaya bisa melaksanakan shalat.

Salah satu larangan berpuasa yaitu berhubungan intim ketika puasa di siang hari. Puasa ramadan bisa batal akibat berhubungan intim, bahkan pasangan wajib membayar kafarat.

Di sisi lain, pasutri melakukan hubungan intim di malam ramadan sering kali berakhir dengan tertidur pulas. Jika keesokan harinya puasa, bagaimana hukum berpuasa dalam keadaan masih junub? Simak secara lengkap penjelasannya!

1. Mandi junub itu apa?

ilustrasi mandi junub (pexels.com/cottonbro studio)

Mandi junub adalah aktivitas yang digunakan untuk menghilangkan hadas besar dengan cara mengalirkan air ke seluruh tubuh. Kita diwajibkan berwudhu sebelum melakukan shalat. Orang-orang perlu melakukan mandi junub karena beragam sebab, beberapa di antaranya hubungan suami istri, keluar mani, selesai nifas, atau pasca menstruasi.

Pembeda satu ibadah dengan yang lain yaitu niatnya. Adapun niat mandi junub yaitu:

Bismillahirahmanirahim nawaitul ghusla lirafil hadatsil akbar minal janabati fardhlon lillahi ta'ala."

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta'ala."

2. Mandi junub setelah azan subuh, apakah puasanya sah?

ilustrasi perempuan sedang sahur (pexels.com/Thirdman)

Tubuh segar dan bersih setelah mandi. Namun, adakalanya pasutri menunda mandi junub di malam hari karena dingin dan mengantuk. Apabila pasutri belum mandi junub, apakah sah puasanya di hari esok?

Dilansir dari laman Jatim NU, suatu penjelasan dalam kitab Mausu’ah Fiqhiyyah XVI/55 dari kitab Mughni, Muhadzzab menyebutkan hukum puasa dalam keadaan junub yaitu boleh dan sah karena syarat puasa tidak harus suci dari hadats kecil maupun besar. Adapun belum mandi junub sebelum puasa tidak menjadikan puasa tersebut batal.

Di sisi lain, ada hadist yang menjadi landasan pendapat mayoritas ulama. Perihal hadist tersebut memiliki arti:

Artinya: Berpuasa hukumnya sah bagi orang junub yang memasuki shubuh sebelum melakukan mandi besar karena Sayyidah Aisyah dan Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anhuma berkata :“ Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena jima’ dengan istrinya, kemudian ia mandi dan berpuasa (Hadits Riwayat Bukhari 4/153).

3. Tata cara mandi junub

ilustrasi tata cara mandi junub (freepik.com/freepik)

Meskipun puasa dengan keadaan junub tetap sah hukumnya, tetapi bukan berarti kita tidak menyegerakan mandi junub. Kita perlu mandi junub untuk keperluan shalat subuh. Salah satu syarat shalat subuh yaitu bebas dari hadas besar maupun kecil.

Rukun mandi junub berdasarkan kitab Kifayatul Akhar oleh Imam Taqiuddin Al Hisni meliputi berniat, menghilangkan hadas, serta menyiram air ke seluruh tubuh. Cara

  • membaca niat mandi junub dengan diawali dengan basmalah. Kamu bisa membaca doa di dalam hati atau bersuara;

  • mencuci tangan sebanyak tiga kali supaya bersih dan terhindar dari najis;

  • membersihkan kotoran yang menempel pada area tersembunyi dengan tangan kiri, misalnya bagian kemaluan, dubur, ketika, atu lipatan kulit lain;

  • mencuci tangan kiri dengan air mengalir dan sabun;

  • melakukan wudhu seperti sebelum shalat;

  • masukkan tangan ke air, lalu sisir tangan memakai jari tangan hingga sela pangkal rambut dan kulit kepala. Guyurkan air sebanyak tiga kali;

  • siramkan air ke seluruh tubuh dengan memulai dari sisi kanan;

Sekarang, kita sudah memahami hukum puasa dalam keadaan masih berjunub. Di bulan Ramadan, kita berlomba-lomba mencari pahala sebanyak-banyaknya. Semoga puasamu dilancarkan sampai akhir, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team