Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Berolahraga Menjelang Buka Puasa Tanpa Risiko Tubuh Drop

5 Tips Berolahraga Menjelang Buka Puasa Tanpa Risiko Tubuh Drop
ilustrasi wanita sedang olahraga menjelang buka puasa (pexels.com/Ketut Subiyanto)
Intinya Sih
  • Ada panduan aman berolahraga menjelang buka puasa agar tubuh tetap bugar tanpa risiko lemas, pusing, atau pingsan akibat kekurangan energi dan cairan.

  • Penting memilih olahraga ringan berdurasi maksimal 20 menit serta dilakukan sekitar satu jam sebelum waktu berbuka untuk menjaga kestabilan tubuh.

  • Perhatikan sinyal tubuh dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang saat berbuka guna memulihkan energi serta mencegah kelelahan setelah berolahraga.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menjelang waktu berbuka puasa memang sering dijadikan banyak orang untuk melakukan banyak aktivitas salah satunya seperti olahraga. Selain membantu membakar lemak secara lebih efektif, olahraga di waktu ini juga bisa membuat tubuh terasa lebih segar dan fokus setelah seharian menahan lapar serta haus.

Tapi, kalau kegiatan ini dilakukan secara sembarangan dan tanpa pertimbangan yang matang, olahraga menjelang buka puasa bisa menjadi boomerang untuk diri sendiri dan bisa membuat tubuh lemas, pusing, hingga berisiko pingsan. Nah, agar olahraga yang kamu lakukan tetap aman dan terpantau dengan baik, kamu bisa mengikuti beberapa tips penting yang dibagikan dalam artikel ini. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini ya!

1. Pilih jenis olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang

ilustrasi wanita sedang melakukan yoga
ilustrasi wanita sedang melakukan yoga (pexels.com/Vlada Karpovich)

Ketika seseorang sedang berpuasa, cadangan energi dan kadar gula yang ada di dalam tubuh berada pada titik terendah. Oleh karena itu pemilihan jenis olahraga memainkan peran penting dan krusial agar kestabilan tubuh tetap terjaga sampai waktu berbuka puasa tiba.

Olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang sangat direkomendasikan dilakukan saat menjelang waktu berbuka puasa agar tubuh tidak bekerja terlalu keras dalam kondisi kekurangan energi dan dehidrasi. Karena jika tetap dipaksakan bisa-bisa kamu akan pingsan dan kehilangan energi seketika. Beberapa olahraga yang aman dilakukan Adalah jalan kaki santai, yoga ringan, bersepeda santai, serta Latihan bodyweight seperti squat dan push up dalam intensitas ringan.

2. Batasi durasi aktivitas olahraga maksimal 20 menit

ilustrasi wanita sedang olahraga
ilustrasi wanita sedang olahraga (pexels.com/Ivan S)

Selain jenis olahraga, durasi atau lama berolahraga juga memegang peran penting untuk mencegah terjadinya kelelahan yang berlebihan pada tubuh. Agar tubuh tetap bugar dan stabil saat berpuasa, kamu bisa mencoba membatasi durasi olahraga maksimal 20 menit.

Pembatasan waktu ini dilakukan karena tubuh tidak mendapatkan asupan cairan dan energi selama berjam-jam, sehingga olahraga yang dilakukan terlalu lama bisa mempercepat penurunan cairan dan tekanan darah dalam tubuh. Selain itu, olahraga yang dilakukan selama lebih dari 20 menit biasanya bisa meningkatkan risiko dehidrasi, pusing, lemas, hingga pingsan karena tubuh sudah tidak mampu lagi mengganti cairan yang keluar melalui keringat.

3. Lakukan sekitar satu jam sebelum waktu berbuka puasa tiba

ilustrasi wanita jogging sebelum buka puasa
ilustrasi wanita jogging sebelum buka puasa (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Untuk mendapatkan hasil atau output yang terbaik, kamu bisa melakukan olahraga sekitar satu jam sebelum momen buka puasa datang. Pada waktu ini tubuh masih mampu melakukan aktivitas ringan dan kamu tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mengganti cairan yang hilang ketika berolahraga.

Sebagai contoh, jika waktu berbuka puasa di kotamu adalah pukul 18:00, maka waktu ideal untuk berolahraga bisa dilakukan pada pukul 17:00. Selain itu, kamu juga wajib mengonsumsi air putih hangat segera setelah berbuka untuk membantu memulihkan kadar gula darah dan energi.

4. Selalu perhatikan sinyal dari tubuh dan jangan dipaksakan

ilustrasi wanita kelelahan saat olahraga
ilustrasi wanita kelelahan saat olahraga (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Agar terbebas dari risiko drop atau pingsan saat berolahraga menjelang buka puasa, kamu wajib memperhatikan semua sinyal yang diberikan oleh tubuh. Hal ini dikarenakan ketika puasa, energi tubuh berada di kondisi paling rendah dan terbatas, sehingga toleransi terhadap aktivitas fisik juga akan semakin menurun seiring dengan bertambahnya durasi puasa.

Segera hentikan aktivitas fisik atau gerakan olahraga saat mulai muncul tanda-tanda seperti pusing, lemas berlebihan, mual, pandangan mulai kabur, dan jantung berdebar. Gejala tersebut bisa menjadi tanda bahwa tubuh mulai mengalami penurunan cairan secara drastis dan kelelahan akut yang bisa berpotensi menyebabkan seseorang pingsan.

5. Fokus untuk mengonsumsi real food yang seimbang saat berbuka puasa

ilustrasi menikmati takjil saat berbuka puasa
ilustrasi menikmati takjil saat berbuka puasa (pexels.com/Gül Işık)

Ketika momen buka puasa tiba, kamu wajib mengonsumsi real food dalam porsi yang pas untuk memulihkan energi dan cairan tubuh yang hilang selama berolahraga. Kamu bisa memulai dengan mengonsumsi air putih hangat atau air kelapa segar untuk merehidrasi tubuh setelah seharian berpuasa.

Kemudian lanjutkan dengan mengonsumi kurma sebanyak 3 butir dan pisang untuk menaikkan kadar gula tubuh dengan lebih stabil. Setelah itu, lanjutkan dengan menikmati aneka protein, karbohidrat, dan serat dalam jumlah yang cukup untuk mempercepat membantu pemulihan tubuh. Kombinasi ini tidak hanya bisa  memulihkan energi dan kadar gula darah pada tubuh, tapi juga dapat mempersiapkan tubuh agar tetap bugar selama menjalani ibadah puasa di keesokan harinya.

Dengan mengikuti beberapa tips di atas, kamu tetap bisa berolahraga denga naman dan nyaman menjelang waktu berbuka tanpa khawatir tubuh drop atau pingsan. Pastikan untuk memilih jenis olahraga yang tepat, menjaga durasinya, dan memastikan tubuh untuk mendapat asupan nutrisi yang cukup saat berbuka puasa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Health

See More