Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pasangan melakukan video call (freepik.com/freepik)
ilustrasi pasangan melakukan video call (freepik.com/freepik)

Intinya sih...

  • Menjadwalkan waktu komunikasi yang konsisten untuk menjaga keteraturan dalam hubungan

  • Memanfaatkan teknologi dengan maksimal untuk tetap terhubung dan menciptakan kebersamaan

  • Menghormati waktu istirahat pasangan, membangun kebiasaan berbagi aktivitas, menyesuaikan ekspektasi, merencanakan pertemuan secara berkala, serta menjalin kepercayaan dan mengelola emosi

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjalani long distance marriage (LDM) bukanlah hal yang mudah, terutama ketika pasangan tinggal di negara atau wilayah dengan perbedaan zona waktu yang signifikan. Tantangan komunikasi, perbedaan rutinitas harian, serta kesenjangan dalam membangun kebersamaan sering kali menjadi kendala utama.

Situasi ini memerlukan usaha lebih agar hubungan tetap harmonis dan penuh pengertian. Jika tidak dikelola dengan baik, kesenjangan ini dapat menyebabkan rasa kesepian, kesalahpahaman, dan bahkan menurunnya kedekatan emosional. Menemukan cara efektif untuk mengatasi perbedaan zona waktu menjadi langkah penting dalam menjaga kestabilan hubungan.

Bagi kamu yang sedang berada di fase serupa, yuk simak tujuh cara mengatasi perbedaan zona waktu dalam long distance marriage berikut ini. Cekidot!

1. Menentukan waktu komunikasi yang konsisten

ilustrasi pasangan melakukan video call (freepik.com/freepik)

Menjadwalkan waktu komunikasi yang tetap akan membantu menjaga keteraturan dalam hubungan. Kesepakatan mengenai waktu yang disepakati bersama dapat menjadi pegangan dalam menjaga komunikasi yang teratur. Jika salah satu pasangan memiliki jadwal kerja yang padat, perlu ada kompromi agar tetap bisa meluangkan waktu untuk berbicara. Konsistensi dalam komunikasi memberikan rasa kepastian, sehingga pasangan tetap merasa diperhatikan dan diutamakan.

Penting untuk mempertimbangkan keseimbangan antara rutinitas masing-masing agar komunikasi tidak terasa seperti kewajiban. Fleksibilitas tetap diperlukan agar komunikasi tetap terasa alami dan menyenangkan. Jika terjadi perubahan jadwal yang tidak terduga, memberikan pemberitahuan sebelumnya menunjukkan sikap saling menghargai. Kesepakatan mengenai frekuensi dan durasi komunikasi juga dapat membantu agar tidak ada pihak yang merasa terbebani.

2. Memanfaatkan teknologi dengan maksimal

ilustrasi pasangan melakukan video call (freepik.com/freepik)

Kemajuan teknologi memungkinkan pasangan untuk tetap terhubung meskipun berada di zona waktu yang berbeda. Aplikasi pesan instan, panggilan video, serta fitur rekaman suara dapat membantu menjaga kedekatan emosional. Mengirim pesan suara atau video pendek saat salah satu pasangan sedang tidur bisa menjadi cara untuk tetap menunjukkan perhatian. Keberadaan berbagai platform komunikasi memberikan banyak pilihan yang dapat disesuaikan dengan kenyamanan masing-masing.

Menggunakan teknologi juga dapat membantu menciptakan kebersamaan meskipun berada di tempat berbeda. Menonton film bersama melalui aplikasi tertentu, bermain game daring, atau bahkan melakukan panggilan video saat memasak dapat menciptakan momen yang berharga. Pemanfaatan teknologi yang tepat dapat membantu mengatasi rasa kesepian dan menjaga keintiman dalam hubungan.

3. Menghormati waktu istirahat pasangan

ilustrasi pasangan melakukan video call (freepik.com/freepik)

Perbedaan zona waktu sering kali menyebabkan salah satu pasangan harus beraktivitas ketika pasangannya sedang beristirahat. Menghormati waktu istirahat pasangan adalah bentuk perhatian yang penting dalam hubungan jarak jauh. Menghindari panggilan atau pesan yang dapat mengganggu waktu tidur pasangan menunjukkan sikap saling menghargai. Jika ada hal mendesak yang perlu dikomunikasikan, sebaiknya disampaikan dengan cara yang tidak mengganggu ritme istirahatnya.

Saling memahami kebutuhan waktu istirahat akan membantu menjaga kualitas komunikasi. Kurangnya tidur dapat berpengaruh pada emosi dan produktivitas, sehingga menghormati jadwal tidur pasangan adalah bagian dari menjaga kesehatan hubungan. Jika ada waktu senggang, diskusi tentang rutinitas harian masing-masing bisa membantu menyesuaikan pola komunikasi agar tidak mengganggu waktu istirahat.

4. Membangun kebiasaan berbagi aktivitas

ilustrasi pasangan melakukan video call (freepik.com/freepik)

Menjalani pernikahan jarak jauh bukan berarti tidak bisa melakukan aktivitas bersama. Meskipun terpisah oleh zona waktu, kebiasaan berbagi aktivitas tetap bisa dibangun dengan kreativitas. Membaca buku yang sama, mendengarkan podcast favorit, atau bahkan berolahraga di waktu yang berbeda tetapi dengan program yang sama dapat menjadi cara untuk tetap merasa terhubung.

Berbagi aktivitas juga membantu memperkuat rasa memiliki dalam hubungan. Setiap kali pasangan berbincang, ada hal menarik yang bisa dibahas karena telah melalui pengalaman yang serupa. Jika memungkinkan, menciptakan rutinitas bersama seperti sarapan daring atau menulis catatan harian untuk satu sama lain dapat memberikan rasa kedekatan yang lebih nyata.

5. Menyesuaikan ekspektasi dan prioritas

ilustrasi pasangan melakukan video call (freepik.com/master1305)

Perbedaan zona waktu sering kali menyebabkan adanya ketidakseimbangan dalam harapan dan kenyataan. Menyesuaikan ekspektasi adalah langkah penting untuk menghindari rasa kecewa dan frustrasi. Tidak selalu mungkin untuk berkomunikasi setiap saat atau merespons pesan dengan segera, sehingga diperlukan kesadaran bahwa hal tersebut bukanlah tanda berkurangnya perhatian. 

Menentukan prioritas dalam komunikasi juga penting agar hubungan tetap berjalan dengan baik. Jika terdapat perbedaan dalam cara mengekspresikan kasih sayang, membicarakan harapan dan kebutuhan secara terbuka dapat membantu menghindari kesalahpahaman. Saling memahami kondisi masing-masing akan memperkuat ikatan emosional dan menjaga hubungan tetap sehat.

6. Merencanakan pertemuan secara berkala

ilustrasi pasangan melakukan video call (freepik.com/freepik)

Sebisa mungkin, merencanakan waktu untuk bertemu secara langsung dapat menjadi penyemangat dalam menjalani pernikahan jarak jauh. Meskipun pertemuan tidak bisa dilakukan terlalu sering, memiliki jadwal yang pasti akan memberikan sesuatu yang bisa dinantikan bersama. Perencanaan ini dapat mencakup perhitungan anggaran, jadwal cuti, serta waktu yang memungkinkan bagi kedua pihak.

Ketika pertemuan akhirnya terjadi, memanfaatkan waktu dengan baik akan memberikan dampak positif pada hubungan. Momen kebersamaan bisa diisi dengan berbagai aktivitas yang mempererat kedekatan emosional. Setelah pertemuan usai, pasangan akan memiliki kenangan yang dapat dikenang saat kembali menjalani hubungan jarak jauh.

7. Menjalin kepercayaan dan mengelola emosi

ilustrasi pasangan melakukan video call (freepik.com/freepik)

Kepercayaan adalah pondasi utama dalam hubungan jarak jauh. Tanpa kepercayaan, perbedaan zona waktu dapat memperburuk rasa curiga dan ketidakamanan dalam hubungan. Memastikan komunikasi berjalan dengan jujur dan terbuka akan membantu menghindari kesalahpahaman. Jika ada perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran tertentu, membicarakannya dengan tenang dapat mencegah konflik yang tidak perlu.

Mengelola emosi juga menjadi tantangan tersendiri dalam pernikahan jarak jauh. Rasa rindu yang berlebihan atau stres akibat kesibukan masing-masing dapat menimbulkan ketegangan dalam komunikasi. Menemukan cara untuk meredakan stres, seperti menjalani hobi atau berbicara dengan teman, dapat membantu menjaga keseimbangan emosi. Ketika kedua pasangan dapat saling memahami dan mendukung, hubungan akan tetap kuat meskipun terpisah oleh waktu dan jarak.

Menjalani pernikahan jarak jauh dengan perbedaan zona waktu memang memerlukan usaha lebih, tetapi bukan sesuatu yang mustahil untuk dijalani. Dengan komitmen, komunikasi yang efektif, serta sikap saling menghargai, hubungan dapat tetap harmonis dan penuh kebahagiaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team