Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Cara Pria Hidup Lebih Analog di Era Digital, Merasakan Ketenangan!

ilustrasi gaya hidup analog pria
ilustrasi gaya hidup analog pria (pexels.com/RDNE Stock project)
Intinya sih...
  • Membaca buku fisik sebagai hiburan di kala senggang daripada menonton konten sosial media
  • Menggunakan jam tangan analog untuk melihat waktu agar tak terdistraksi notifikasi di gadget
  • Menggunakan dompet dan membawa uang tunai sebagai bentuk kesadaran finansial
  • Mendengarkan musik dengan perangkat analog untuk lebih fokus menikmati karya
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kehidupan yang serba digital, mulai dari hiburan hingga melakukan pembayaran, membuat sebagian pria merasa jenuh dan kurang bermakna. Sehingga, ada tren gaya hidup yang mengembalikan sebagian penggunaan barang-barang ke analog seperti masa sebelum dunia digital populer seperti saat ini. Tren ini membuat diri lebih menikmati proses, fokus terhadap aktivitas yang sedang dilakukan, serta mengurangi kecemasan karena tidak mudah terhubung secara daring seperti di dunia digital.

Bagi kamu yang ingin mengikuti gaya hidup kembali ke analog di tengah dunia digital, maka bisa simak cara-caranya di bawah ini ya, bro. Sehingga kamu bisa pelan-pelan melepaskan beberapa aktivitas digitalmu dan menggantinya dengan barang yang lebih analog. Jadi, langsung simak apa saja caranya di bawah ini ya, bro!

Table of Content

1. Membaca buku fisik sebagai hiburan di kala senggang daripada menonton konten sosial media

1. Membaca buku fisik sebagai hiburan di kala senggang daripada menonton konten sosial media

ilustrasi gaya hidup analog pria
ilustrasi gaya hidup analog pria (pexels.com/Mikhail Nilov)

Hiburan di dunia digital sangat banyak pilihannya. Mulai dari menonton konten sosial media, membaca artikel atau e-book, hingga mendengarkan siniar. Jika kamu ingin rehat sejenak dari berbagai macam pilihan hiburan yang cenderung singkat, cobalah kembali membaca buku fisik. Dengan membaca buku fisik, melatih kamu lebih fokus dalam jangka panjang untuk menghabiskan puluhan hingga ratusan halaman buku, dibanding menonton konten sosial media yang hanya beberapa detik atau menit saja.

Selain itu, buku fisik juga lebih nyaman untuk mata kamu karena gak terpapar cahaya dari layar gagdet. Buku fisik juga menjaga otak kamu menerima satu informasi besar yang memang kamu butuhkan, tidak seperti konten yang menyajikan informasi random dan terus berubah dalam waktu singkat. Ditambah lagi, kamu terlihat kece saat nongkrong di cofee shop sambil membaca buku bukan, bro?

2. Menggunakan jam tangan analog untuk melihat waktu agar tak terdistraksi notifikasi di gadget

ilustrasi gaya hidup analog pria
ilustrasi gaya hidup analog pria (pexels.com/mauro manigrasso)

Dengan adanya gadget yang terhubung ke internet, membuat kamu merasa gak perlu memiliki atau memakai jam tangan untuk melihat waktu. Padahal, ketika melihat waktu di gadget, kamu tergoda untuk sekalian mengecek notifikasi atau membuka sosial media yang kamu miliki. Akhirnya, melihat waktu yang hanya butuh beberapa detik, melebar menjadi belasan menit karena kamu scroll sosial media dulu.

Setelah selesai scroll, kamu lupa pukul berapa sekarang. Dengan memakai jam tangan analog, bisa memenuhi kebutuhan kamu dalam melihat waktu tanpa terdistraksi. Kamu tetap fokus melakukan aktivitasmu tanpa tergoda untuk mengecek notifikasi. Selain itu, jam tangan bisa sekaligus melengkapi penampilan kamu lho, bro.

3. Menggunakan dompet dan membawa uang tunai sebagai bentuk kesadaran finansial

ilustrasi gaya hidup analog pria
ilustrasi gaya hidup analog pria (pexels.com/Ahsanjaya)

Saat ini, penggunaan dompet digital semakin masif. Kemudahan akses dan tinggal scan barcode memudahkan setiap orang untuk melakukan pembayaran. Namun, jika ingin hidup lebih analog, kamu bisa membiasakan diri untuk kembali membawa uang tunai di dompet. Karena, kamu akan lebih memiliki kesadaran ketika ingin membelanjakan uang tersebut ketika melihat langsung uang secara fisik.

Berbeda dengan dompet digital yang tidak terlihat uangnya sehingga kamu mungkin gak sadar sudah menghabiskan berapa banyak uang. Dengan uang tunai di dalam dompet, kamu lebih disiplin secara finansial. Selain itu, memiliki uang tunai di dompet juga membuat kamu lebih tenang ketika berhadapan dengan kendala seperti baterai gadget habis, sistem sedang gangguan, atau saat sedang perlu berbelanja di warung kecil, bro.

4. Mendengarkan musik dengan perangkat analog untuk lebih fokus menikmati karya

ilustrasi gaya hidup analog pria
ilustrasi gaya hidup analog pria (pexels.com/Brett Jordan)

Dengan adanya platform streaming musik digital, kamu memiliki banyak sekali pilihan musik untuk didengarkan sebagai hiburan. Terkadang kamu menjadi bingung sendiri dan melewatkan kenikmatan mendengarkan musik secara lebih sederhana karena banyaknya pilihan. Jika merasa seperti ini, cobalah untuk beralih ke pemutar musik yang lebih analog. Misalnya pemutar kaset atau compact disk (CD).

Saat menggunakan pemutar musik yang lebih analog, kamu jadi merasa lebih menikmati dan menghargai musik yang kamu dengar. Karena kamu akan lebih fokus mendengarkan secara menyeluruh, karena tidak ada banyak pilihan seperti pada platform streaming musik. Kamu jadi mengeksplorasi karya musisi secara penuh karena bisa mendengarkan satu album penuh dan gak terganggu notifikasi. Kamu juga bisa mengapresiasi artwork pada kaset atau CD musisi yang musiknya kamu dengar, bro.

Kembali ke analog bukan sekadar gaya hidup untuk bernostalgia di masa lalu. Namun, sebagai pilihan hidup yang lebih tenang dengan melewati proses tertentu untuk menikmatinya. Sebagai pria modern, kamu tetap perlu memanfaatkan teknologi digital yang memudahkanmu, sembari kembali ke analog di beberapa sisi seperti yang dibahas di atas, untuk merasa lebih nyaman dan tenang, serta lebih seimbang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us

Latest in Men

See More

Kartu Kredit vs Paylater: Mana yang Lebih Aman buat Manajemen Keuangan

20 Jan 2026, 15:20 WIBMen