Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

DOKU Green Pantry: Ubah Sampah Kantor Jadi Kompos yang Bernilai

DOKU Green Pantry: Ubah Sampah Kantor Jadi Kompos yang Bernilai
DOKU Perkenalkan Green Pantry (Dok. DOKU)
Intinya Sih
  • DOKU meluncurkan program Green Pantry untuk mengubah sampah makanan kantor menjadi kompos bernilai guna, sekaligus menekan emisi karbon dan mengalihkan hingga 65 persen limbah organik dari TPA.
  • Melalui sistem pengomposan terintegrasi di pantry, karyawan DOKU ikut memilah dan mengolah limbah makanan menjadi produk kompos BeyondGrow yang mendukung prinsip zero waste dan penghijauan.
  • Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen ESG DOKU, menegaskan bahwa keberlanjutan dapat dimulai dari langkah sederhana di tempat kerja dengan dampak nyata bagi lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - DOKU meluncurkan Green Pantry, inisiatif pengelolaan limbah sirkular yang mengubah sampah makanan kantor menjadi kompos bernilai guna. Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan terhadap sustainability sekaligus berkontribusi pada pengurangan emisi karbon.

Diluncurkan bertepatan dengan Hari Bumi dan perayaan ulang tahun ke-19 DOKU, Green Pantry menargetkan pengalihan hingga 65 persen sampah organik atau sekitar 650 kilogram per bulan dari tempat pembuangan akhir (TPA).

Table of Content

1. Mengelola limbah langsung dari sumbernya

1. Mengelola limbah langsung dari sumbernya

WhatsApp Image 2026-04-22 at 13.56.54.jpeg
DOKU Perkenalkan Green Pantry (Dok. DOKU)

Dengan okupansi harian sekitar 150–170 karyawan, DOKU menghasilkan hampir 1 ton sampah setiap bulan, yang sebagian besar berupa limbah makanan. Melihat potensi tersebut, program ini dirancang untuk mengelola limbah langsung dari sumbernya melalui sistem waste management terintegrasi di pantry kantor.

“Bahkan, bisnis digital tetap meninggalkan jejak. Melalui Green Pantry, kami ingin menunjukkan bahwa langkah sederhana di tempat kerja dapat memberikan dampak lingkungan yang nyata dan terukur,” ujar Himelda Renuat, Co-Founder dan Chief Marketing Officer DOKU menambahkan.

Melalui sistem pengomposan di kantor, karyawan terlibat langsung dalam pemilahan dan pengolahan limbah makanan. Selain mengurangi volume sampah, pendekatan ini juga mendorong kebiasaan kerja yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kompos yang dihasilkan, bernama BeyondGrow, diproses melalui tahapan terkontrol mulai dari pengumpulan, dehidrasi, fermentasi, hingga pematangan. Produk ini mendukung prinsip zero waste sekaligus dapat dimanfaatkan untuk penghijauan dan peningkatan kualitas tanah.

2. Keberlanjutan harus menjadi bagian dari cara kerja

WhatsApp Image 2026-04-22 at 13.56.54 (1).jpeg
DOKU Perkenalkan Green Pantry (Dok. DOKU)

Sebagai langkah lanjutan, DOKU membuka pre-order terbatas untuk BeyondGrow agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Kompos ini dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan daya serap air, sehingga mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih optimal. Informasi lebih lanjut tersedia website-nya DOKU, ya!

“Kami percaya keberlanjutan harus menjadi bagian dari cara kerja. Dengan sistem yang tepat dan keterlibatan karyawan, dampaknya dapat dikelola secara konsisten dan terukur,” ujar Nabilah Alsagoff, Co-Founder dan Chief Operating Officer DOKU dalam keterangan resminya.

3. Langkah sederhana bisa memberikan dampak nyata

WhatsApp Image 2026-04-22 at 13.56.55.jpeg
DOKU Perkenalkan Green Pantry (Dok. DOKU)

Green Pantry merupakan bagian dari komitmen ESG DOKU yang mencakup pengelolaan limbah, efisiensi operasional, serta peningkatan kesadaran karyawan terhadap praktik yang lebih bertanggung jawab.

“Perubahan tidak selalu harus besar. Dari pantry kantor, kami ingin menunjukkan bahwa langkah sederhana bisa memberikan dampak nyata,” kata Himelda.

Program ini dirancang agar mudah diterapkan dan scalable, sehingga diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan lain dalam membangun praktik operasional yang lebih berkelanjutan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us