Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali agar Tidak Salah Pilih

5 Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali agar Tidak Salah Pilih
ilustrasi sepatu berbahan kulit babi (unsplash.com/Elin Tabitha)
Intinya Sih
  • Artikel menjelaskan pentingnya mengenali ciri sepatu berbahan kulit babi agar konsumen tidak salah memilih produk berbahan kulit.
  • Ciri utama kulit babi meliputi pola tiga titik berkelompok, tekstur halus dan lentur, serta bintik kecil pada bagian dalam material.
  • Disarankan memeriksa label produk dengan istilah seperti pig skin atau porcine leather untuk memastikan bahan yang digunakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sepatu berbahan kulit sering dipilih karena menawarkan daya tahan yang baik dan kenyamanan saat digunakan. Namun, tidak semua produk kulit dibuat dari material yang sama, termasuk ada yang menggunakan kulit babi sebagai salah satu bahannya. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui ciri-ciri sepatu berbahan kulit babi agar tidak salah dalam memilih produk.

Tidak sedikit orang yang kesulitan membedakan kulit babi dengan jenis kulit lainnya karena tampilannya yang sekilas tampak serupa. Padahal, ada beberapa tanda yang bisa diperhatikan untuk membantu proses identifikasi. Berikut ini ciri-cirinya yang perlu kamu ketahui sebelum membeli.

Table of Content

1. Memiliki pola titik tiga yang berkelompok dan terlihat membentuk segitiga

1. Memiliki pola titik tiga yang berkelompok dan terlihat membentuk segitiga

ilustrasi pola titik tiga yang berkelompok (pexels.com/Magda Ehlers)
ilustrasi pola titik tiga yang berkelompok (pexels.com/Magda Ehlers)

Salah satu ciri yang sering digunakan untuk mengenali sepatu berbahan kulit babi adalah adanya pola pori-pori yang tampak seperti tiga titik berkelompok dan membentuk segitiga pada permukaan kulit. Pola ini berasal dari susunan folikel rambut babi yang berbeda dengan jenis kulit hewan lainnya. Karena memiliki karakteristiknya yang khas, tanda tersebut kerap dijadikan petunjuk awal untuk mengidentifikasi penggunaan kulit babi pada produk alas kaki.

Namun, pola tiga titik tidak selalu terlihat jelas pada semua sepatu berbahan kulit babi. Karena, ada poses penyamakan, pelapisan, serta pewarnaan kulit yang dapat menyamarkan tekstur asli permukaannya. Oleh karena itu, sebelum membeli, sebaiknya periksa pola pori dan selalu cek label bahan maupun informasi resmi dari produsen untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dan aman.

2. Kulit babi memiliki permukaan yang halus saat disentuh

Ilustrasi sepatu kulit
Ilustrasi sepatu kulit (pexels.com/Arina Krasnikova)

Jika kamu memang menyentuh sepatu yang berbahan kulit babi, kamu akan merasakan tekstur kulitnya yang lembut dan halus. Selain permukaan kulitnya yang lembut, material ini juga cenderung lentur sehingga terasa nyaman saat digunakan dalam waktu yang lama.

Untuk mengenalinya, cobalah meraba bagian permukaan atau lapisan dalam sepatu. Kulit babi umumnya terasa lebih fleksibel dan tidak terlalu kaku dibandingkan beberapa jenis material lainnya. Jadi saat ditekan ringan, bahan ini juga cenderung mudah mengikuti bentuk jari dan kembali ke bentuk semula, sehingga memberikan kesan nyaman ketika digunakan.

3. Adanya bintik kecil pada bagian dalam material

ilustrasi pria sedang mengecek lapisan dalam sepatu (pexels.com/AI25.Studio Studio)
ilustrasi pria sedang mengecek lapisan dalam sepatu (pexels.com/AI25.Studio Studio)

Cara lain yang bisa dilakukan untuk mengenali kulit babi adalah dengan memeriksa bagian dalam sepatu. Material ini umumnya memiliki pola bintik kecil yang tersebar pada permukaannya. Pola tersebut berasal dari bekas folikel rambut yang menjadi salah satu karakteristik khas kulit babi.

Meski cukup membantu dalam proses identifikasi, tampilan bintik-bintik tersebut tidak selalu sama pada setiap produk. Ada yang terlihat jelas, tetapi ada pula yang nyaris tidak terlihat karena proses pelapisan. Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan ciri-ciri lain yang mendukung.

4. Sering digunakan sebagai pelapis bagian dalam sepatu

ilustrasi sepatu kulit
ilustrasi sepatu kulit (unsplash.com/Davinder Singh)

Kulit babi sering dimanfaatkan sebagai bahan suede dan pelapis bagian dalam sepatu. Material ini dipilih karena memiliki tekstur yang relatif lembut, lentur, dan mampu memberikan kenyamanan saat digunakan. Tidak heran jika beberapa produsen menggunakan kulit babi pada bagian tertentu untuk meningkatkan kenyamanan pemakainya.

Agar kamu tidak salah dalam membeli, sebaiknya ketahui cara mengenalinya melalui memperhatikan detail pada bahan suede atau lapisan dalam sepatu. Kulit babi biasanya memiliki tampilan pori yang lebih mencolok dan tersebar merata pada permukaannya. Karakteristik tersebut dapat membantu membedakannya dari beberapa jenis kulit lain yang cenderung memiliki permukaan lebih seragam.

5. Cek informasi material pada label produk

ilustrasi sepatu kulit pria
ilustrasi sepatu kulit pria (pexels.com/Maksim Goncharenok)

Selain memperhatikan tekstur dan tampilan material, kamu juga bisa mengenali sepatu berbahan kulit babi dengan memeriksa label atau keterangan bahan yang disertakan oleh produsen. Informasi tersebut biasanya terdapat pada kemasan, bagian dalam sepatu, dan label produk yang menjelaskan jenis material yang digunakan.

Untuk mengenalinya, luangkan waktu sejenak untuk membaca informasi bahan yang tertera pada produk. Jika ditemukan istilah seperti pig skin, pig leather, atau porcine leather, maka sepatu tersebut tandanya menggunakan kulit babi. Dengan memeriksa label, kamu tidak perlu hanya mengandalkan ciri fisik yang terkadang sulit dikenali secara langsung.

Mengetahui ciri-ciri sepatu berbahan kulit babi dapat membantu kamu lebih teliti dalam memilih alas kaki yang sesuai kebutuhan. Jangan hanya melihat tampilan luar, tetapi perhatikan juga detail material yang digunakan agar hasilnya lebih akurat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan

Related Articles