ilustrasi membantu teman termasuk mengumpulkan amal perbuatan baik (pexels.com/cottonbro studio)
Banyak yang masih sering tertukar antara Yaumul Mizan dan Yaumul Hisab, padahal dua fase ini beda banget fungsinya. Kalau Yaumul Hisab itu ibarat proses audit atau perhitungan amal di mana semua catatan buku kehidupanmu dibuka satu per satu tanpa ada yang terlewat. Di momen hisab ini, Tuhan bakal minta pertanggungjawaban langsung soal apa aja yang sudah kamu lakukan selama ada di dunia. Nah, setelah proses perhitungan beres, baru masuk ke fase selanjutnya Jadi intinya, amal kita dihisab alias dihitung dulu kelengkapannya, baru kemudian dimizan alias ditimbang untuk nentuin bobot kualitasnya.
Al-Qur'an menyebutkan soal proses perhitungan yang detail dan cepat ini dalam surat Ghafir ayat 17 yang berbunyi:
ٱلْيَوْمَ تُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍۭ بِمَا كَسَبَتْ ۚ لَا ظُلْمَ ٱلْيَوْمَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ
"Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya".
Ayat ini jadi pengingat betapa efisien dan tegasnya proses audit sebelum akhirnya amal kamu masuk ke fase penimbangan. Makanya, mending kamu siakan amal terbaik dari sekarang biar bisa melewati kedua fase krusial ini!
Sekarang udah jelas, kan, jawaban lengkap dari pertanyaan hari ditimbangnya amal disebut apa? Yuk, jadikan Yaumul Mizan sebagai pengingat dan motivasi harian buat terus berbuat baik sekecil apa pun di dunia ini. Jangan pernah lelah jadi orang baik, karena setiap peluh dan usahamu pasti dibayar lunas dengan keadilan Tuhan yang paling indah!