ilustrasi pasangan (pexels.com/Helena Lopes)
Bermesraan dengan istri merupakah salah satu hal yang mendatangkan pahala besar pada bulan Ramadan jika dilakukan di waktu yang tepat. Tentu bermesraan di siang hari selama ibadah puasa berlangsung akan jauh lebih baik dihindari karena ada risiko membatalkan puasamu.
Kamu bersama istri bisa bermesraan setelah berbuka puasa atau sepulang salat tarawih. Namun, jika kamu dan istri memutuskan untuk bersenggama atau berhubungan badan sebaiknya kamu harus mandi wajib atau besar terlebih dahulu, ya.
Itulah penjelasan mengenai hukum mencium istri ketika berpuasa menurut para ulama. Mencium istri selama puasa memang tidak membatalkan puasa hanya saja sebaiknya dihindari. Semoga bermanfaat dan bisa meningkatkan keimanan kita di bulan Ramadan ya!
Apakah mencium istri saat puasa membatalkan? | Mencium istri saat puasa tidak membatalkan puasa selama tidak disertai dengan syahwat yang sampai mengeluarkan mani. |
Bolehkah suami istri berciuman saat berpuasa? | Boleh, asalkan ciuman tersebut tetap terkontrol dan tidak sampai menimbulkan syahwat atau keluarnya mani, karena itu yang bisa membatalkan puasa. |
Apakah semua jenis ciuman bisa membatalkan puasa? | Tidak. Ciuman yang tanpa syahwat dan tetap menjaga adab puasa tidak membatalkan. Yang membatalkan adalah bila ada hubungan badan atau rangsangan yang mengeluarkan mani. |
Bagaimana dengan sentuhan intim saat puasa? | Sentuhan intim yang memicu syahwat dan menyebabkan keluarnya mani membatalkan puasa dan wajib mengganti serta mungkin juga harus membayar kafarat sesuai ketentuan agama. |
Apa yang harus dilakukan jika puasa batal karena syahwat? | Jika puasa batal karena syahwat atau hubungan suami istri di siang hari Ramadan, maka wajib qadha (mengganti) puasa tersebut setelah Ramadan. Dalam kasus tertentu juga ada kewajiban kafarat. |