Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Inilah Album Indonesia Terbaik 2025 Versi 5 Jurnalis Musik, Apa Saja?

ilustrasi album musik (pexels.com/Eduardo Romero)
ilustrasi album musik (pexels.com/Eduardo Romero)
Intinya sih...
  • IDN Times meminta beberapa jurnalis musik untuk memilih album Indonesia terbaik sepanjang tahun 2025
  • Jurnalis musik ini sengaja dipilih, karena mereka memang kerap kali melakukan berbagai peliputan perhelatan musik
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tahun 2026 sudah berlangsung hampir sebulan penuh. Namun, enggak ada salahnya kita masih membahas momen apa saja yang terjadi selama 2025, termasuk soal permusikan, khususnya album para musisi Indonesia yang dirilis sepanjang tahun itu.

Nah, mungkin rasanya akan makin seru kalau membahas album musik dengan menyajikan sudut pandang para jurnalis musik. Makanya, di sini IDN Times meminta beberapa jurnalis musik untuk memilih album Indonesia terbaik sepanjang tahun 2025 versi mereka dengan alasannya.

Oh ya, 5 jurnalis musik ini sengaja dipilih, karena mereka memang kerap kali melakukan berbagai peliputan perhelatan musik. Dan, sekali lagi, ini berdasarkan pilihan mereka, kalau pilihannya berbeda dengan kalian, ya itu kembali lagi ke masalah selera. Yuk, langsung dicek!

Table of Content

1. "Krisan" dari Pelteras - Gerald Manuel (Pophariini)

1. "Krisan" dari Pelteras - Gerald Manuel (Pophariini)

pelteras.png
Cover album Krisan dari Pelteras (Dok. Istimewa)

Jurnalis musik pertama yaitu Gerald Manuel dari Pophariini yang memilih album Krisan dari Pelteras. Apa alasannya? Baca ulasan dari Gerald:

Kesan utama album ini adalah pendekatan yang jauh lebih laid back, dengan lima lagu bertempo pelan dan bernuansa manis tanpa nomor cepat seperti sebelumnya. Pembuka “Lintasan” menonjol lewat pattern drum repetitif yang hipnotis, mempertegas karakter permainan drum yang groovy, sederhana, namun unik. Penulisan lirik khas Pelteras juga tetap kuat, menghadirkan kosakata Bahasa Indonesia yang indah dan jarang digunakan, disampaikan melalui pilihan nada vokal yang tak terduga.

Secara keseluruhan, Krisan masih merepresentasikan ciri khas Pelteras, hingga kejutan hadir di trek penutup berjudul sama. Lagu “Krisan” terasa ‘tidak Pelteras’ lewat aransemen sederhana yang mengingatkan pada band seperti Pure Saturday atau rumahsakit, menjadikannya segar di konteks album ini. Dengan atmosfernya yang tenang, Krisan hadir sebagai penenang sekaligus pengingat untuk mengambil napas di tengah rutinitas, selaras dengan makna bunga Krisan sebagai simbol kefanaan hidup.

2. "ambiVert" dari Raisa - Dedi Yondra (JPNN.com)

raisa.jpeg
Cover album ambiVert dari Raisa (Dok. Istimewa)

Berikutnya ada Dedi Yondra dari JPNN.com, yang sangat aktif ke lapangan untuk meliput berbagai macam acara musik. Apa pun jenis acaranya, Dedi hampir mustahil melewatkannya. Mau tahu pilihannya? Baca di bawah ini:

Raisa konsisten menghasilkan karya-karya yang enak didengar hingga album kelima, ambiVert. Menariknya, 11 trek dalam album tersebut ditulis sendiri oleh Raisa. Materi ambiVert begitu kuat, nyaris semua lagu mencuri perhatian pendengar hingga ramai digunakan di media sosial. Seperti, "Pengganti Aku", "Bila", "Ternyata Tanpamu (Cantik)", "Awal Kisah Selamanya (feat. Barsena Bestandhi)", "Si Paling Mahir", "Tetap Bukan Kamu (feat. Rony Parulian)", dan "Terserah".

Hal tersebut membuktikan Raisa makin mahir sebagai penulis lagu yang melakukan penjelajahan rasa. Tidak berlebihan bila ambiVert sukses masuk nominasi Album Terbaik dalam AMI Awards 2025 lalu.

Lewat ambiVert, Raisa sukses menghadirkan getar emosi yang samar, hangat dan tidak berjarak. Meski digarap tanpa tendensi dan ekspektasi yang berlebihan, ambiVert justru menjadi cermin jujur kedewasaan Raisa. Bukan saja dalam konteks sebagai musisi, tetapi manusia seutuhnya dengan segala perasaan yang dialami.

3. "Bisa Meledak" dari Sukses Lancar Rejeki - Nuran Wibisono (Tirto)

sukses lancar.jpg
Cover album Bisa Meledak dari Sukses Lancar Rejeki (Dok. Istimewa)

Selanjutnya ada Nuran Wibisono, jurnalis dari Tirto yang juga dikenal sebagai seorang penulis buku. Nuran memilih album Bisa Meledak dari band fenomenal, Sukses Lancar Rejeki. Apa yang menjadi alasannya? Berikut penjelasannya:

Ada banyak band dan musisi yang merilis album asyik di 2025. Rrag, The Caroline’s, Dongker feat Jason Ranti, Nyoman Paul, Sajama Cut, Perunggu, Hindia, Jo Soegono, Negatifa, hingga Silampukau (yang konon satu album terdiri dari tiga bagian, dan baru dua yang dirilis).

Namun, dari semua album, baik EP maupun LP, yang dirilis pada 2025, mungkin yang paling favorit bagi saya adalah Bisa Meledak, album perdana dari band Sukses Lancar Rejeki. Saya bukan orang yang rutin mendengarkan musik punk rock. Namun, bagi kuping awam ini musik dari trio yang masih berusia belasan ini terasa begitu akrab, tidak pretensius, dan membuat kita mengenang perasaan-perasaan yang meluap ketika berusia sama seperti mereka.

Secara lirik, apa yang mereka tulis mungkin terasa “remeh” dan sedekat urat nadi. Tapi itu yang membuat mereka terasa segar. Sejenak kita bisa melupakan aneka kisah berat dan rumit ala manusia dewasa. Kita jadi bisa menekuri sekaligus menertawakan berbagai peristiwa dan tetenger ala remaja: cepirit, toilet sekolah yang jorok, maling ketangkap di belakang rumah, dilarang belanja oleh emak, hingga bau tidak sedap dari gebetan.

Sebagai album perdana, Bisa Meledak berhasil menghadirkan punk rock energetik yang segar, kekanakan, tapi digarap dengan cukup serius. Memang harus diakui, pendekatan musikal yang terasa “polos”, lengkap dengan jurus-jurus diktat punk rock (durasi pendek, beat cepat, riff sing a long, tiga chords), rawan membuat Sukses Lancar Rejeki  tergelincir menjadi klise.

Tetapi, sebagai sebuah band baru dengan personel masih duduk di bangku sekolah, ada ruang dan kesempatan besar untuk melakukan berbagai peningkatan, baik secara musik, sound, maupun penulisan lirik. Album perdana mereka (dan gigs yang semakin sering, thus mengasah jam terbang mereka sebagai sebuah band dengan penampilan live yang kuat) adalah sebuah titik pijak yang kokoh untuk masuk ke ruang besar itu.

4. "S/T" dari Negatifa - Alvin Bahar (HAI)

negatifa.jpg
Cover album S/T dari Negatifa (Dok. Istimewa)

Next, ada Alvin Bahar dari HAI yang memilih album self-titled dari Negatifa sebagai jagoannya di 2025. Ini penjelasan dari Alvin:

Mungkin album ini yang paling mewakili Indonesia 2025. Setiap baca berita atau buka media sosial, ada aja yang bikin marah. Dari berita politik, Palestina, hingga pelecehan, semua membuat darah panas.

Negatifa seakan bikin rangkumannya di album debutnya ini. Dan, semua dibikin cepat bin singkat, brutal tapi juga tepat. Bahkan, ketika kamu selesai baca ini, 1 lagu Negatifa sepertinya sudah usai.

5. "I Don't Know and I Dongker" dari Jason Ranti x Dongker - Shindu Alpito (Medcom)

jason.png
Cover album I Don't Know and I Dongker dari Jason Ranti x Dongker (Dok. Istimewa)

Terakhir, ada Shindu Alpito dari Medcom. Shindu, yang juga seorang podcaster musik memilih album I Don't Know and I Dongker dari Jason Ranti x Dongker. Tentunya dia memilih album ini dengan beberapa pertimbangan. Apa saja? Cek di bawah ini:

Ini adalah album yang menggabungkan musisi folk Jason Ranti yang dikenal dengan permainan diksi yang satire dan tema-tema sosial dengan sebuah unit punk jebolan sekolah seni yang menyimpan banyak kemarahan. Hasilnya, album kolaborasi ini mendobrak batas-batas dan membawa mereka melaju jauh baik dari segi tema lagu dan aransemen.

Ini adalah penanda yang merepresentasikan bagaimana musik di Indonesia begitu progresif dan terbuka pada ruang-ruang kontemporer. Lebih penting lagi, Jason Ranti sebagai penulis lirik terus menyuarakan apa yang terjadi di negeri ini dalam konteks sosial dan hal-hal yang melingkarinya.

Rasanya, lirik "Seribu orang dibunuh. Puluhan ribu orang dibunuh. Ratusan ribu orang dibunuh. Jutaan orang dibunuh. Wartawan dibunuh, anak kecil diperkosa. Wartawan dibunuh, anak kecil diperkosa. Sepagi itu sarapan api" dari trek "konservasi konflik dan hal-hal yang lain" dalam album ini menjadi catatan super penting yang datang dari musisi populer di tahun 2025. Bagi saya, naif rasanya mengucap album terbaik 2025 dengan menutup mata terhadap catatan kelam tahun lalu yang masih anyir bau darahnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us

Latest in Men

See More

5 Notes Parfum yang Cocok untuk Perayaan Imlek, Penuh Makna Filosofis

29 Jan 2026, 18:11 WIBMen