Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ryan Adriandhy, sutradara film Jumbo (IDN Times/Rifky Oktarian)
Ryan Adriandhy, sutradara film Jumbo (IDN Times/Rifky Oktarian)

Intinya sih...

  • Prognosis (2019)

  • Nussa (2021)

  • Jumbo (2025)

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Nama Ryan Adriandhy bukan lagi nama yang asing di dunia stand up comedy dan perfilman. Komika dan aktor ini kembali ke industri film sebagai sutradara film Na Willa yang akan hadir pada Lebaran 2026.

Juara satu Stand Up Comedy Indonesia musim pertama ini juga aktif sebagai animator yang telah berpartisipasi dalam produksi sejumlah judul. Berikut 3 karya animasi Ryan Adriandhy yang wajib kamu tonton!

1. Prognosis (2019)

Melalui masa berkabung tidak pernah mudah. Setiap orang memiliki cara mereka masing-masing untuk memproses perasaan duka dalam masa berkabung tersebut. Prognosis, film pendek karya Ryan Adriandhy, membungkus duka tersebut lewat karakter ayah dan anak.

Cerita Prognosis berpusat pada benda asing dari langit yang mengalami kecelakaan dan jatuh di sebuah lingkungan kampung. Seorang anak laki-laki yang tidak familiar dengan benda asing tersebut membawanya pulang untuk menunjukkannya kepada sang ayah. Namun ayah dari anak laki-laki tersebut justru tampak dingin dan tidak peduli.

Benda asing yang dianggap sang ayah sebagai benda berbahaya justru menjadi jembatan bagi pasangan ayah dan anak tersebut. Karakter mereka tumbuh untuk melewati duka bersama setelah ditinggalkan oleh seorang istri dan ibu. 

Film pendek berdurasi 10 menit ini mengusung genre science fiction dengan latar belakang perkampungan yang memberikan kesan unik. Selain itu, karya Ryan Adriandhy yang satu ini rupanya merupakan sebuah tugas akhirnya untuk menyelesaikan studi di Rochester Institute of Technology School of Film and Animation. Film pendek Prognosis menerima penghargaan dari Piala Citra sebagai Film Animasi Pendek Terbaik pada tahun 2020.

2. Nussa (2021)

Persaingan antara anak-anak rasanya sudah seperti makanan sehari-hari. Ada yang ingin merasa lebih baik. Ada juga yang merasa dirinya belum cukup untuk menyaingi “rival”-nya. Atau, bahkan ada yang cemburu karena persahabatan.

Nussa (Muzakki Ramdhan) juga merasakan hal serupa ketika Jonni (Ali Fikry) muncul di antara kehidupan pertemanannya. Sebagai juara bertahan sains, Nussa ingin kembali menggaet posisi pertama dalam kompetisi roket. Sayangnya, kehadiran Jonni yang lebih pintar serta memiliki peralatan yang lebih canggih membuat Nussa merasa tersingkir.

Tidak hanya berambisi untuk memertahankan gelar juara bertahannya, Nussa juga perlahan melihat perubahan dalam pertemanannya. Teman-teman Nussa mulai menaruh perhatian pada Jonni. Tentunya perubahan ini membuat Nussa lebih sensitif.

Film Nussa ini diangkat dari serial animasi YouTube berjudul sama yang telah tayang sejak 2018. Animasi garapan The Little Giantz dan Visinema Pictures ini mendapat sambutan hangat dari penggemar animasi, sebab Nussa dinilai sebagai animasi yang edukatif dan menyenangkan.

Meskipun Ryan Adriandhy tidak tercatat sebagai sutradara maupun penulis skenario film, aktor Malam Minggu Miko ini tetap menjaga proses produksi film sebagai co-producer dengan baik.

3. Jumbo (2025)

Cerita Jumbo berpusat pada seorang anak bernama Don yang memiliki tubuh gempal dan senang bercerita. Sama seperti anak-anak pada umumnya, Don ingin sekali dapat diterima di lingkungan pertemanannya. Namun tubuh gempalnya sering menjadi penghalang, sehingga Don mulai dipanggil Jumbo, terutama oleh geng Atta.

Suatu hari, demi membuktikan kemampuannya, Don dan kedua sahabatnya, Nurman dan Mae, kompak mendaftarkan diri untuk tampil di pentas seni di kampung mereka. Don berambisi untuk membawakan cerita dari buku yang ditulis oleh kedua orang tuanya sebelum mereka meninggal dunia.

Sayangnya, Don harus merasakan putus asa karena kehilangan buku tersebut setelah dicuri oleh seseorang. Di tengah keputusasaan tersebut, seorang hantu anak-anak bernama Meri muncul untuk meminta bantuan dalam mencari kedua orang tuanya. Bahkan, Meri bersedia menolong Don dengan keperluannya selama Don juga menolongnya. Kemudian, petualangan keempatnya dimulai.

Film yang disutradarai oleh Ryan Adriandhy ini menjadi salah satu film paling laris dengan menggaet lebih dari 10 juta penonton. Dengan mengusung genre fantasy, film berdurasi 102 menit ini berhasil membungkus petualangan Don dan kawan-kawan, serta meninggalkan pesan mendalam tentang persahabatan.

Itu dia 3 karya animasi Ryan Adriandhy yang layak kamu tonton! Selain menyajikan visual yang unik dan khas, cerita-cerita di baliknya memberikan inspirasi dan kesan tidak terlupakan. Di antara ketiganya, animasi mana yang pernah kamu tonton?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team