ilustrasi zakat beras (pexels.com/MART PRODUCTION)
Zakat mal sendiri terdiri dari beberapa jenis yang disesuaikan dengan bentuk harta yang dimiliki. Berikut di antaranya yang umum diketahui.
1. Zakat emas dan perak
Zakat ini dikenakan untuk kepemilikan emas atau perak yang disimpan sebagai harta. Nisab harta emas dan perak dikenakan apabila sudah mencapai haul (setahun). Adapun nisab emasnya sebesar 85 gram emas dan dikenai kewajiban zakat 2,5%.
2. Zakat perdagangan
Zakat perdagangan dikenakan pada harta yang digunakan untuk kegiatan bisnis atau jual beli. Perhitungannya dilakukan dari total nilai barang dagangan dan keuntungan usaha selama setahun. Nisabnya 85 gram emas dengan kadar zakat 2,5% dari total aset yang didapat.
3. Zakat pertanian
Zakat ini dikenakan pada hasil pertanian seperti padi, gandum, atau hasil panen lainnya. Jika aktivitas pertaniannya menggunakan tanaman yang diairi hujan, zakatnya sebesar 10%. Lalu, apabila diairi dengan modal alat dan tenaga manusia, besarannya 5%. Zakat pertanian biasanya dikeluarkan setelah masa panen.
4. Zakat peternakan
Zakat ini berlaku untuk hewan ternak seperti sapi, kambing, atau unta yang dipelihara dalam jumlah tertentu dan telah mencapai nisab. Hari raya Idul Adha menjadi salah satu waktu utama untuk menunaikan zakat hewan ternak.
5. Zakat penghasilan
Kemudian, ada zakat penghasilan. Zakat ini wajib bagi seorang muslim yang telah memiliki pendapatan dari pekerjaan, baik itu gaji, honorarium, dan pendapatan lain yang diperoleh dengan halal. Nisab zakatnya adalah 85 gram emas per tahun dengan kadar 2,5 persen dari pendapatan bersih.