Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Kesalahan saat Menyimpan Motor Lama di Rumah, Jangan Sepelekan!

5 Kesalahan saat Menyimpan Motor Lama di Rumah, Jangan Sepelekan!
ilustrasi motor parkir (unsplash.com/Nikola)
Intinya Sih
  • Banyak pemilik motor menganggap penyimpanan jangka panjang itu mudah, padahal tanpa perawatan tepat bisa memicu kerusakan seperti aki lemah, ban berubah bentuk, dan sistem bahan bakar bermasalah.
  • Lima kesalahan umum meliputi tangki kosong terlalu lama, aki tidak dirawat, ban menanggung beban terus-menerus, tempat penyimpanan lembap, serta mesin yang jarang dinyalakan selama disimpan.
  • Perawatan sederhana seperti menjaga kelembapan ruang, memindahkan posisi motor berkala, dan menyalakan mesin sesekali penting agar motor tetap awet dan siap digunakan kembali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Menyimpan motor dalam waktu lama sering dianggap sebagai hal sederhana yang gak membutuhkan perhatian khusus. Banyak pemilik kendaraan berpikir bahwa cukup memarkir motor di garasi lalu membiarkannya sampai suatu saat kembali digunakan. Padahal, ada berbagai komponen yang tetap mengalami penurunan kondisi meskipun motor sedang tidak digunakan.

Kesalahan saat menyimpan motor dalam jangka panjang dapat memicu berbagai masalah yang baru terasa ketika kendaraan kembali dipakai. Mulai dari aki yang melemah, ban yang berubah bentuk, sampai kerusakan pada sistem bahan bakar dapat muncul akibat perawatan yang kurang tepat selama masa penyimpanan. Karena itu, penting untuk memahami beberapa kesalahan yang sering terjadi agar kondisi motor tetap prima meskipun lama berada di rumah, yuk simak bersama.

Table of Content

1. Membiarkan tangki bahan bakar kosong terlalu lama

1. Membiarkan tangki bahan bakar kosong terlalu lama

Ilustrasi tangki motor tua (pexels.com/Magda Ehlers)
Ilustrasi tangki motor tua (pexels.com/Magda Ehlers)

Banyak orang menganggap mengosongkan tangki bahan bakar merupakan langkah terbaik sebelum menyimpan motor dalam waktu lama. Padahal, tangki yang kosong justru lebih rentan mengalami pengembunan akibat perubahan suhu lingkungan. Kondensasi yang terbentuk dapat memunculkan kelembapan yang berpotensi memicu korosi pada bagian dalam tangki.

Selain itu, karat yang muncul di dalam tangki dapat terbawa menuju sistem bahan bakar ketika motor kembali digunakan. Kondisi tersebut berisiko mengganggu aliran bahan bakar dan menurunkan performa mesin. Menyisakan bahan bakar secukupnya sesuai rekomendasi pabrikan umumnya lebih baik dibanding membiarkan tangki benar-benar kosong dalam waktu lama.

2. Tidak melepas atau merawat aki

ilustrasi aki motor (vecteezy.com/kasarp Techawongtham)
ilustrasi aki motor (vecteezy.com/kasarp Techawongtham)

Aki merupakan salah satu komponen yang paling rentan mengalami penurunan performa saat motor lama tidak digunakan. Ketika motor dibiarkan berbulan-bulan tanpa perawatan, daya listrik di dalam aki akan terus berkurang secara perlahan. Jika kondisi ini berlangsung terlalu lama, aki dapat mengalami kerusakan permanen dan sulit kembali berfungsi optimal.

Masalah ini sering baru disadari saat motor hendak digunakan kembali dan mesin sulit menyala. Pada beberapa kasus, aki bahkan harus diganti karena kemampuannya menyimpan daya sudah menurun drastis. Melakukan pengecekan berkala atau melepas aki selama masa penyimpanan dapat membantu menjaga kondisinya tetap baik.

3. Membiarkan ban menanggung beban terus-menerus

ilustrasi balancing ban motor (vecteezy.com/kasarp Techawongtham)
ilustrasi balancing ban motor (vecteezy.com/kasarp Techawongtham)

Kesalahan lain yang cukup sering terjadi adalah membiarkan motor berdiri dalam posisi yang sama selama berbulan-bulan. Tekanan berat kendaraan yang terus bertumpu pada satu titik dapat menyebabkan bentuk ban berubah secara perlahan. Kondisi ini dikenal sebagai flat spot yang membuat permukaan ban tidak lagi rata seperti semula.

Ketika motor kembali digunakan, ban yang mengalami perubahan bentuk dapat mengurangi kenyamanan dan kestabilan berkendara. Getaran juga berpotensi muncul terutama saat kendaraan melaju pada kecepatan tertentu. Karena itu, mengurangi beban pada ban atau memindahkan posisi motor secara berkala menjadi langkah yang cukup penting.

4. Menyimpan motor di tempat lembap

ilustrasi motor parkir
ilustrasi motor parkir (unsplash.com/Chrishaun Byrom)

Lingkungan penyimpanan memiliki pengaruh besar terhadap kondisi motor selama tidak digunakan. Garasi atau area yang terlalu lembap dapat mempercepat munculnya korosi pada berbagai komponen berbahan logam. Selain itu, kelembapan berlebih juga dapat memengaruhi bagian kelistrikan dan komponen berbahan karet.

Masalah ini sering berkembang secara perlahan sehingga banyak pemilik kendaraan tidak menyadarinya. Ketika motor kembali digunakan, beberapa bagian mungkin sudah mengalami penurunan kualitas akibat paparan kelembapan dalam waktu lama. Menyimpan motor di tempat yang kering dan memiliki sirkulasi udara baik menjadi langkah yang lebih aman.

5. Tidak menyalakan mesin secara berkala

ilustrasi menyalakan motor (freepik.com/ArthurHidden)
ilustrasi menyalakan motor (freepik.com/ArthurHidden)

Sebagian orang memilih membiarkan motor sepenuhnya tanpa disentuh selama masa penyimpanan. Kebiasaan ini dapat membuat oli mengendap terlalu lama dan beberapa komponen mesin kehilangan pelumasan yang optimal. Selain itu, sistem bahan bakar dan kelistrikan juga berpotensi mengalami penurunan kondisi jika tidak pernah diaktifkan.

Menyalakan mesin secara berkala dapat membantu menjaga sirkulasi oli dan memastikan beberapa komponen tetap bekerja sebagaimana mestinya. Langkah sederhana ini juga membantu mendeteksi potensi masalah lebih awal sebelum kerusakan menjadi lebih serius. Dengan perawatan ringan yang dilakukan secara rutin, kondisi motor cenderung lebih siap saat kembali digunakan.

Menyimpan motor dalam waktu lama ternyata membutuhkan perhatian yang lebih besar daripada yang banyak orang bayangkan. Kesalahan kecil yang terlihat sepele dapat berkembang menjadi masalah yang menguras waktu dan biaya ketika kendaraan kembali dipakai. Karena itu, memahami cara penyimpanan yang tepat menjadi langkah penting untuk menjaga motor tetap awet, nyaman digunakan, dan memiliki performa yang optimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan

Related Articles