Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Merawat Tradisi Jong, Budaya Pacu Perahu Layar dari Kepulauan Riau
Aksi tradisi Jong di Kepulauan Riau. (Dok. Bintan Resorts)
  • Tradisi Jong, balap perahu layar khas Melayu di Kepulauan Riau, akan kembali digelar di Pantai Lagoi Bay, Bintan Utara pada awal April 2026 mendatang.
  • Ajang ini menarik 526 peserta dari 31 komunitas, termasuk dari Malaysia dan Singapura, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pelestarian budaya maritim tradisional tersebut.
  • Festival Jong kini menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkuat identitas lokal sekaligus menjaga warisan leluhur masyarakat pesisir Bintan dan sekitarnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pulau Bintan bersiap hadirkan tradisi Melayu di Kepulauan Riau pada awal April 2026 mendatang, bernama tradisi Jong. Tradisi ini merupakan sebuah permainan tradisional yang masih eksis.

Tradisi Jong adalah sebuah ajang balap perahu yang dimainkan para nelayan Melayu di pesisir Kepulauan Riau. Permainan ini sudah dilakukan sejak dahulu, jadi hiburan bagi para nelayan kala tak bisa melaut karena cuaca buruk.

1. Menjelma jadi sebuah atraksi budaya

Aksi tradisi Jong di Kepulauan Riau. (Dok. Bintan Resorts)

Zaman sekarang, tradisi Jong sudah menjelma menjadi atraksi budaya dan festival yang menarik untuk dikunjungi wisatawan. Tahun ini, balap perahu Jong bakal digelar di pantai Lagoi Bay, Bintan Utara, berkolaborasi dengan Bintan Resorts.

Ini bukan kali pertama tradisi Jong digelar. Penyelenggaraan yang sudah dimulai sejak 2024 ini ternyata banyak diminati wisatawan dan komunitas penggemar tradisi Jong dari berbagai wilayah.

Tahun ini, akan ada 526 peserta yang mewakili 31 komunitas yang ikut tradisi Jong. Mereka tidak hanya datang dari Pulau Bintan, tetapi juga dari Pulau Karimun, Batam, bahkan dari negara tetangga macam Malaysia dan Singapura.

2. Komunitas dari Singapura antusias ikuti atraksi ini

Aksi tradisi Jong di Kepulauan Riau. (Dok. Bintan Resorts)

Salah satu peserta yang mengikuti keseruan tradisi Jong tahun lalu adalah komunitas Changi Sailing Club (CSC) dari Singapura. Mereka mengikuti ajang ini di saat yang bersamaan mereka mengikuti Bintan Regatta.

"Hal yang mengesankan adalah kesempatan untuk menyaksikan tradisi balap perahu tradisional Jong tanpa nahkoda dan hanya mengandalkan kecepatan angin. Kami berharap Jong Festival kembali diagendakan," ujar General Manager CSC, Choy Yi Hong, dalam keterangannya.

3. Tradisi Jong sebagai daya tarik bagi Bintan

Aksi tradisi Jong di Kepulauan Riau. (Dok. Bintan Resorts)

Dewasa ini, wisatawan tidak lagi hanya mencari hiburan, tetapi juga nilai dan makna dari destinasi yang dikunjungi. Pengalaman berbasis budaya kerap meninggalkan kesan mendalam. Itulah yang berupaya dihadirkan tradisi Jong, berkolaborasi dengan Bintan Resorts.

Semangat yang hadir dari berbagai elemen ini, bahkan ada yang dari mancanegara, mendorong keberlanjutan tradisi Jong sebagai upaya menjaga warisan budaya sekaligus menjadikannya daya tarik wisata di Bintan, Kepulauan Riau.

Editorial Team