Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Perbedaan Anime dan Kartun yang Sering Dikira Sama

Doraemon dan Jumbo
Doraemon dan Jumbo (instagram.com/jumbofilm_id | instagram.com/dorachan_official)
Intinya sih...
  • Anime berasal dari Jepang, kartun berasal dari Barat
  • Anime memiliki gaya visual yang lebih kompleks daripada kartun
  • Episode anime cenderung lebih panjang dan ditonton oleh kalangan dewasa
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pasti banyak dari kalian yang menganggap anime dan kartun sama, bukan? Secara teknis keduanya memang animasi, tapi ada perbedaan dalam hal budaya dan gaya seni. Bukan hanya terletak pada negara asalnya, tetapi juga pada kedalaman cerita dan detail visual yang disajikan.

Jika kartun cenderung menggunakan gaya visual yang jenaka untuk hiburan, anime hadir dengan visual yang lebih kompleks. Berikut enam perbedaan utama antara anime dan kartun agar kamu gak keliru membedakannya.

Table of Content

1. Anime dari Jepang, sedangkan kartun dari Barat

1. Anime dari Jepang, sedangkan kartun dari Barat

Toy Story
Toy Story (instagram.com/disney)

Perbedaan pertama dapat dilihat dari negara asalnya. Anime secara khusus merujuk pada karya animasi yang diproduksi di Jepang. Beberapa judul anime yang sangat populer antara lain One Piece, Naruto, Attack on Titan, My Hero Academia, hingga Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba.

Sementara itu, kartun berasal dari berbagai negara di dunia, meskipun lebih sering diasosiasikan dengan negara-negara Barat. Kartun memiliki sejarah panjang, berawal dari ilustrasi lucu di surat kabar yang kemudian berkembang menjadi serial dan film animasi. Contoh kartun yang populer antara lain Toy Story, Tom and Jerry, dan SpongeBob SquarePants. Indonesia pun memiliki karya kartun sendiri, seperti Jumbo.

2. Anime punya gaya visual yang khas, sementara kartun lebih sederhana

Dark Moon: The Blood Altar
Dark Moon: The Blood Altar (instagram.com/aniplex_jp)

Coba perhatikan secara seksama, anime dan kartun secara visual memiliki perbedaan. Untuk visual anime lebih menekankan pada realisme proporsional karakter. Oleh sebab itu, karakter anime punya ciri khas khusus, seperti mata yang besar, rambut yang dengan berbagai warna, serta proporsi tubuh yang lebih mendekati manusia asli.

Sedangkan kartun menggunakan visual yang cenderung lebih sederhana. Karakter kartun sering kali memiliki fitur yang dilebih-lebihkan, seperti hidung yang sangat besar atau tangan yang hanya memiliki empat jari. Hal tersebut dibuat memang untuk menunjang aspek komedi karena fokusnya bukan pada realisme.

3. Tema dan cerita

Film Jumbo
Film Jumbo (instagram.com/jumbofilm_id)

Tema yang diangkat dalam anime sangatlah luas, mulai dari romansa yang manis hingga isu politik dan psikologis. Biasanya anime lebih fokus pada pengembangan karater di dalamnya. Itu sebabnya penonton harus menonton seri awal untuk paham dan mengikuti alur ceritanya.

Berbeda dengan anime, kartun umumnya mengangkat cerita yang ringan dan sarat humor. Tema yang diangkat biasanya berputar di sekitar kehidupan sehari-hari atau petualangan ringan yang bertujuan untuk menghibur. Sebagian besar kartun menggunakan format episodik, di mana satu episode memiliki cerita yang selesai di episode itu juga.

4. Penggemar dan pengaruh budaya

Fate/strange Fake
Fate/strange Fake (instagram.com/aniplex_jp)

Anime bukan hanya sekedar tontonan, tapi juga bisa menciptakan gelombang penggemar. Banyak komunitas yang akhirnya membuat acar besar, seperti cosplay, event jejepangan, dan koleksi figur anime. Karaktet anime melekat sangat dalam bagi penggemarnya, bahkan nilai-nilai moral dan motivasi hidup dari karakter favorit sering dijadikan inspirasi.

Meskipun kartun juga punya penggemar, tetapi komunitasnya tak sebesar anime. Pengaruh kartun lebih banyak terasa sebagai ikon budaya populer yang universal dan mudah dikenali oleh berbagai kalangan usia. Biasanya dapat ditemui dalam industri barang konsumsi, seperti mainan dan merchandise, serta menjadi bagian penting dari taman hiburan.

5. Episode anime bisa lebih panjang daripada kartun

film KPop Demon Hunters (instagram.com/sonyanimation)
film KPop Demon Hunters (instagram.com/sonyanimation)

Karena anime memiliki alur cerita mendalam, anime memiliki episode yang lebih panjang. Namun, jumlah episode cenderung stabil dalam satu musim, biasanya antara 12 hingga 24 episode. Setiap episodenya biasanya berdurasi sekitar 20 hingga 25 menit sudah termasuk pembukaan dan penutup.

Sementara kartun memiliki jumlah episode yang lebih singkat. Ada kartun pendek yang hanya berdurasi 5-7 menit per segmen dan ada pula yang berdurasi 30 menit. Jumlah episode kartun juga tak menentu, bahkan ada kartun yang berjalan hingga tahunan selama rating masih tinggi.

6. Anime terkenal di kalangan dewasa, sementara kartun untuk anak-anak

Demon Slayer 2
Demon Slayer 2 (instagram.com/demonslayer_hc)

Anime memiliki banyak genre sehingga memungkinkan orang dewasa dan anak-anak untuk menonton. Little Witch Academia, Captain Tsubasa, Hamtaro, My Neighbor Totoro, hingga Doraemon biasanya banyak ditonton anak-anak. Banyak juga anime yang mengandung adegan kekerasan, ketegangan psikologis, dan vulgar yang memang hanya ditujukan untuk konsumsi audiens dewasa.

Sebaliknya, dalam masyarakat kartun sering melekat pada anak-anak. Memang banyak kartun yang diproduksi dengan konten yang aman, edukatif, dan menghibur bagi usia dini. Namun, ada juga kartun yang ditujukan untuk orang dewasa, seperti The Simpsons, Family Guy, hingga South Park.

Perbedaan-perbedaan di atas menunjukkan bahwa anime dan kartun memiliki karakteristik unik tersendiri. Anime menawarkan genre dan cerita yang lebih kompleks, sedangkan kartun punya cerita yang lebih ringan. Kalau kamu pilih yang mana?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us

Latest in Men

See More

7 Prediksi Tren Fashion Pria di Tahun 2026, Tertarik Mencoba?

08 Jan 2026, 11:37 WIBMen