Memilih sepatu lari sering kali lebih rumit daripada sekadar menentukan warna atau merek favorit. Salah satu aspek penting yang sering luput dari perhatian adalah tinggi heel-to-toe drop atau selisih ketebalan sol antara bagian tumit dan depan kaki. Padahal, perbedaan drop dapat memengaruhi cara kaki mendarat, kenyamanan, sampai distribusi beban saat berlari.
Sebagian pelari merasa cocok menggunakan sepatu dengan drop 0 mm, sementara yang lain lebih nyaman memakai drop tinggi. Keduanya sama-sama memiliki keunggulan dan konsekuensi yang perlu dipahami sebelum menentukan pilihan. Supaya lebih mudah menemukan sepatu yang sesuai dengan kebutuhan, yuk simak perbedaan drop 0 mm dan drop tinggi berikut ini.
