7 Perbedaan Mur dan Baut yang Sering Disalahpahami

- Fungsi mur dan baut memiliki peran yang berbeda
- Letak ulir mur dan baut tidak berada di posisi yang sama
- Bentuk fisik mur lebih sederhana dibanding baut
Mur dan baut merupakan dua komponen pengikat yang hampir selalu digunakan bersamaan dalam berbagai kebutuhan, mulai dari konstruksi bangunan, otomotif, hingga peralatan rumah tangga. Keduanya sering dipilih karena mampu menjaga kekuatan dan kestabilan sambungan pada berbagai jenis material. Meski begitu, masih banyak orang yang menganggap mur dan baut sebagai benda yang sama atau bisa saling menggantikan.
Padahal, secara fungsi, bentuk, dan cara kerja, mur dan baut memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Kesalahan memahami perbedaan mur dan baut bisa berdampak pada hasil pemasangan yang kurang aman atau tidak tahan lama. Karena itu, penting bagi kamu untuk mengetahui perbedaan mur dan baut sebelum menggunakannya dalam proyek apa pun.
1. Fungsi mur dan baut memiliki peran yang berbeda

Perbedaan mur dan baut paling mendasar dapat dilihat dari fungsi utama masing-masing komponen. Mur berfungsi sebagai pengunci yang dipasang pada baut untuk memastikan sambungan tetap rapat dan tidak mudah mengendur akibat getaran atau tekanan dari luar. Dengan kata lain, mur berperan menjaga posisi baut agar tetap stabil setelah proses pemasangan selesai.
Sementara itu, baut berfungsi sebagai pengikat utama yang menyatukan dua atau lebih komponen menjadi satu kesatuan yang kokoh. Baut bekerja dengan cara menahan tekanan dan beban dari struktur yang disambungkan, sehingga menjadi elemen utama dalam sistem pengencangan. Tanpa baut, mur tidak memiliki media untuk mengunci, sehingga keduanya tidak dapat saling menggantikan.
2. Letak ulir mur dan baut tidak berada di posisi yang sama

Jika diperhatikan dari sisi teknis, perbedaan mur dan baut juga tampak jelas pada posisi ulirnya. Mur memiliki ulir yang terletak di bagian dalam, yang dirancang khusus agar dapat menerima dan mencengkeram ulir baut dengan presisi. Ulir internal ini memungkinkan mur dikencangkan atau dilepas dengan cara diputar menggunakan alat tertentu.
Sebaliknya, baut memiliki ulir yang berada di bagian luar batangnya. Ulir eksternal tersebut berfungsi untuk mencengkeram mur atau lubang berulir pada material tertentu, seperti logam atau beton. Kesesuaian ulir antara mur dan baut menjadi faktor krusial karena ketidaksesuaian dapat menyebabkan sambungan cepat aus atau bahkan gagal berfungsi.
3. Bentuk fisik mur lebih sederhana dibanding baut

Perbedaan mur dan baut juga dapat dikenali dari bentuk fisiknya secara kasatmata. Mur umumnya memiliki bentuk yang relatif sederhana, seperti segi enam atau bulat, dengan desain yang difokuskan pada kemudahan penguncian. Ukurannya pun cenderung kecil karena hanya berfungsi sebagai pengikat tambahan.
Di sisi lain, baut memiliki bentuk yang lebih kompleks dan bervariasi, terutama pada bagian kepala. Ada baut berkepala segi enam, bulat, tanam, hingga berbentuk U, yang masing-masing disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan. Variasi bentuk ini membuat baut dapat digunakan pada berbagai jenis material dan kondisi pemasangan.
4. Cara pemasangan mur dan baut tidak sama

Perbedaan mur dan baut berikutnya terlihat dari cara pemasangannya. Mur dipasang dengan cara diputar pada baut hingga mencapai tingkat kekencangan tertentu, biasanya menggunakan kunci pas atau kunci ring. Proses ini dilakukan setelah baut berada pada posisi yang tepat di dalam komponen yang disambungkan.
Baut memiliki proses pemasangan yang berbeda karena harus dimasukkan terlebih dahulu ke dalam lubang komponen. Setelah itu, baut dikunci menggunakan mur atau sistem pengunci lainnya agar tidak bergerak. Pada aplikasi tertentu, seperti konstruksi skala besar atau industri, pemasangan baut memerlukan alat khusus untuk memastikan kekuatan sambungan sesuai standar.
5. Peran mur dan baut dalam menahan beban berbeda

Dalam sistem konstruksi, perbedaan mur dan baut juga berkaitan dengan pembagian peran dalam menahan beban. Baut dirancang untuk menahan beban utama, baik berupa gaya tarik maupun gaya geser yang bekerja pada struktur. Oleh karena itu, baut umumnya dibuat dari material yang memiliki tingkat kekuatan tinggi.
Mur tidak dirancang untuk menahan beban secara langsung. Fungsinya lebih difokuskan pada menjaga baut tetap pada posisinya agar tidak bergeser atau terlepas. Meski demikian, mur tetap harus memiliki kualitas yang baik karena mur yang aus atau tidak presisi dapat menyebabkan baut kehilangan daya cengkeram.
6. Variasi jenis mur dan baut tidak selalu sama

Perbedaan mur dan baut juga terlihat dari ragam jenis yang tersedia di pasaran. Mur memiliki beberapa jenis, seperti mur segi enam, mur pengunci, dan castellated nut, yang masing-masing digunakan untuk kebutuhan tertentu. Setiap jenis mur dirancang agar dapat bekerja optimal dalam kondisi penggunaan yang spesifik.
Baut pun memiliki variasi jenis yang lebih beragam, seperti carriage bolt untuk material kayu, stud bolt untuk mesin, dan U bolt untuk pipa. Perbedaan jenis ini menunjukkan bahwa pemilihan mur dan baut harus disesuaikan dengan fungsi dan lingkungan penggunaannya. Jika salah memilih jenis, kekuatan sambungan bisa tidak maksimal.
7. Tingkat kekuatan mur dan baut tidak setara

Perbedaan mur dan baut yang terakhir terletak pada tingkat kekuatannya. Baut umumnya memiliki spesifikasi kekuatan yang lebih tinggi karena berfungsi menahan beban dan tekanan utama dari struktur yang disambungkan. Dalam konstruksi bangunan, baut sering menjadi komponen kunci yang menentukan keamanan dan daya tahan struktur.
Mur memiliki tingkat kekuatan yang relatif lebih rendah dibanding baut. Hal ini karena mur tidak menerima beban secara langsung, melainkan hanya berfungsi sebagai pengunci. Meski begitu, mur tetap harus diproduksi dengan presisi tinggi agar mampu bekerja optimal bersama baut.
Perbedaan mur dan baut mencakup fungsi, bentuk, cara pemasangan, hingga tingkat kekuatan yang dimiliki masing-masing komponen. Dengan memahami perbedaan tersebut, kamu bisa memilih mur dan baut yang tepat sesuai kebutuhan penggunaan. Alhasil, proses pemasangan menjadi lebih aman, efisien, dan tahan lama.



















