Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perbedaan Valentine dan White Day, Jangan Sampai Keliru!

ilustrasi merayakan Valentine dan White Day
ilustrasi merayakan Valentine dan White Day (pexels.com/Gustavo Fring)
Intinya sih...
  • Valentine’s Day dirayakan setiap 14 Februari sebagai momen untuk mengungkapkan cinta, baik ke pasangan, sahabat, maupun keluarga.
  • Di Jepang, perempuanlah yang memberi cokelat kepada laki-laki pada Valentine’s Day.
  • White Day dirayakan setiap 14 Maret sebagai balasan dari cokelat yang diterima saat Valentine.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mendekati 14 Februari, banyak orang mulai membicarakan soal cokelat, bunga, dan kencan romantis bareng pasangan. Tapi, apakah kamu sudah benar-benar paham perbedaan Valentine dan White Day?

Selama ini banyak orang mengira keduanya sama saja karena identik dengan hadiah manis. Padahal, di balik cokelat dan kartu ucapan, ada sejarah panjang dan tradisi budaya yang berbeda, terutama kalau kita melihatnya dari perspektif Jepang dan Asia Timur.

Table of Content

1. Apa itu Valentine’s Day?

1. Apa itu Valentine’s Day?

Valentine’s Day atau Hari Kasih Sayang dirayakan setiap 14 Februari. Perayaan ini sudah mendunia dan identik dengan momen untuk mengungkapkan cinta, baik ke pasangan, sahabat, maupun keluarga.

Secara sejarah, perayaan ini diduga berkaitan dengan festival Romawi kuno bernama Lupercalia yang dirayakan pada pertengahan Februari sebagai simbol kesuburan dan datangnya musim semi. Pada akhir abad ke-5, Paus Gelasius I mengganti perayaan tersebut dengan hari peringatan Santo Valentine, seorang tokoh Kristen yang diyakini dihukum mati sekitar tahun 270 M oleh Kaisar Claudius II.

Menurut legenda, ia diam-diam menikahkan pasangan muda meski dilarang oleh kaisar. Ada juga kisah yang menyebut ia menulis surat bertanda tangan “From your Valentine” kepada putri sipir penjara sebelum dieksekusi. Dari sinilah muncul tradisi pesan romantis yang kita kenal sekarang. Karena kisah-kisah tersebut, Valentine kemudian diasosiasikan dengan cinta, kesetiaan, dan pengorbanan.

Seiring waktu, Valentine berkembang menjadi tradisi romantis di Eropa pada abad pertengahan. enyair Inggris Geoffrey Chaucer disebut sebagai salah satu tokoh yang pertama kali mengaitkan 14 Februari dengan cinta romantis dalam puisinya pada abad ke-14.

Sejak abad ke-18, orang-orang pun mulai saling bertukar surat cinta, lalu berlanjut ke kartu ucapan, cokelat, dan bunga mawar merah yang kini identik dengan perayaan ini.

Di Indonesia sendiri, Valentine lebih akrab dikenal sebagai momen tukar cokelat, memberi hadiah kecil, hingga makan malam romantis. Meski bentuknya berubah mengikuti zaman, esensinya tetap sama: menunjukkan rasa sayang kepada orang yang berarti.

2. Uniknya Valentine di Jepang, Perempuan yang Memberi Lebih Dulu

Di Jepang, Valentine’s Day punya aturan tak tertulis yang berbeda. Pada 14 Februari, perempuanlah yang memberi cokelat kepada laki-laki.

Tradisi ini mulai populer pada 1950–1970-an ketika perusahaan cokelat memasarkan Valentine sebagai hari bagi perempuan untuk menyatakan perasaan. Dari sinilah muncul berbagai jenis cokelat dengan makna berbeda:

  • Honmei-choco: untuk orang yang benar-benar disukai atau pasangan
  • Giri-choco: cokelat “formalitas” untuk rekan kerja atau atasan
  • Tomo-choco: untuk sahabat
  • Jibun-choco: untuk diri sendiri

Karena Valentine di Jepang cenderung “satu arah”, muncullah pertanyaan: kapan giliran perempuan menerima balasan? Dari sinilah White Day lahir.

3. White Day: Ternyata Lahir dari Strategi Bisnis

ilustrasi menyiapkan hadiah untuk White Day (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi menyiapkan hadiah untuk White Day (pexels.com/Andrea Piacquadio)

White Day dirayakan setiap 14 Maret, tepat satu bulan setelah Valentine. Perayaan ini dipopulerkan pada 1977 oleh perusahaan permen asal Fukuoka, Ishimura Manseido dengan nama awal “Marshmallow Day”, sebelum akhirnya berubah menjadi White Day agar jenis hadiahnya lebih fleksibel.

Konsepnya sederhana: laki-laki membalas cokelat yang mereka terima saat Valentine.

Tradisi ini berkaitan erat dengan budaya Jepang bernama okaeshi, yaitu kebiasaan membalas pemberian sebagai bentuk terima kasih sekaligus menjaga harmoni sosial. Karena itu, White Day bukan sekadar balas cokelat, melainkan juga menjadi bagian dari etika sosial.

Ada pula istilah sanbai gaeshi, yakni ekspektasi bahwa hadiah balasan bernilai dua hingga tiga kali lipat dari yang diterima. Meski kini tidak seketat dulu, anggapan bahwa hadiah White Day “harus lebih mahal” masih cukup terasa.

Jenis balasan biasanya menyesuaikan dengan cokelat yang diterima:

  • Jika menerima honmei-choco (cokelat cinta), balasannya cenderung lebih personal dan bernilai tinggi.
  • Jika menerima giri-choco (cokelat formalitas), balasannya pun lebih sederhana dan sopan.

Hadiah White Day umumnya berupa white chocolate, marshmallow, cookies, hingga perhiasan atau kosmetik.

4. Ide Hadiah untuk Valentine’s Day

Karena Valentine's Day kian dekat, ini beberapa ide hadiah yang bisa dipertimbangkan untuk diberi kepada orang terkasih:

1. Cokelat Premium

Cokelat adalah simbol klasik Valentine yang hampir tak pernah gagal. Kamu bisa memilih cokelat premium dengan rasa unik seperti dark chocolate, praline, atau varian cokelat lainnya dengan isian spesial.

Agar hadiahnya semakin terasa berkesan, pilih kemasan yang estetik atau edisi special Valentine dan tambahkan kartu ucapan kecil berisi pesan manis. Detail kecil seperti ini bisa membuat hadiah sederhana terasa jauh lebih spesial.

2. Surat atau Kartu Tulisan Tangan

Di era digital, pesan tulisan tangan justru bisa terasa lebih intim dan personal. Luangkan waktu untuk menuliskan perasaanmu secara jujur. Kamu bisa membahas tentang kenangan bersama, hal-hal kecil yang kamu sukai darinya, atau harapan untuk hubungan ke depan. Terkadang, rangkaian kata tulus memiliki nilai emosional yang jauh lebih dalam dibanding hadiah mahal.

3. Bunga Mawar Merah

Mawar merah memang identik dengan cinta dan gairah, sehingga sering menjadi pilihan utama saat Valentine. Kamu bisa memberikan satu tangkai mawar sebagai simbol sederhana namun romantis, atau memilih buket yang sudah dirangkai cantik agar terasa lebih spesial.

Namun, bunga yang diberikan tak harus selalu merah. Kamu juga bisa menyesuaikan warna bunga dengan karakter pasanganmu atau pesan yang ingin disampaikan. Mawar pink melambangkan kelembutan dan rasa kagum, sementara mawar putih identik dengan ketulusan dan cinta yang murni. Bahkan kombinasi beberapa warna dalam satu buket bisa memberi kesan lebih personal dan thoughtful.

4. Dinner Romantis

Makan malam bersama bisa menjadi pengalaman yang lebih diingat daripada sekadar barang. Tak harus di restoran mewah, suasana yang hangat dan penuh perhatian sudah cukup.

Kamu bahkan bisa memasak sendiri di rumah, menyalakan lilin, dan memutar lagu favorit bersama. Intinya bukan pada tempatnya, tapi pada momen kebersamaan yang tercipta.

5. Hadiah Sesuai Hobi

Hadiah yang disesuaikan dengan minat atau hobi pasangan membuat hadiah terasa semakin personal.

Kalau pasanganmu suka membaca, kamu bisa membeli buku dari penulis favoritnya. Jika hobi gaming, voucher game atau aksesori kecil bisa jadi pilihan. Untuk pecinta olahraga, perlengkapan workout atau merchandise tim favorit pasanganmu juga bisa jadi kejutan menyenangkan. Sentuhan-sentuhan personal seperti inilah yang membuat hadiah terasa lebih thoughtful.

5. Jadi, Perlukah Merayakan Dua-Duanya?

ilustrasi merayakan Valentine
ilustrasi merayakan Valentine (pexels.com/cottonbro studio)

Sebenarnya tidak ada aturan wajib untuk merayakan kedua perayaan ini. Kalau kamu tinggal di Indonesia, Valentine lebih umum dirayakan. Tapi kalau tertarik dengan budaya Jepang atau punya pasangan yang mengikuti tradisi Asia Timur, merayakan White Day juga bisa menjadi momen yang manis.

Pada akhirnya, baik Valentine maupun White Day sama-sama tentang mengungkapkan rasa saying. Hal yang membedakan keduanya hanyalah cara dan waktunya.

Sekarang kamu sudah gak bingung lagi soal perbedaan Valentine dan White Day, kan? Jadi, mau kasih cokelat hari ini dulu atau siap-siap dibalas sebulan lagi?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us

Latest in Men

See More

Perbedaan Valentine dan White Day, Jangan Sampai Keliru!

14 Feb 2026, 01:22 WIBMen