ilustrasi perang (pexels.com/Noir Smyl)
Pada bulan Jumadil Awal 8 Hijriah, perang pertama umat muslim dengan Romawi terjadi di desa Mu'tah, wilayah Syam (sekarang Yordania). Rasulullah SAW tidak terjung langsung ke dalan perang Mu'tah. Namun, beliau mengirimkan pasukan untuk perang.
Perang Mut'ah menjadi gerbang utama untuk dakwah Islam di wilayah Syam. Selain itu, perang ini pembuktian bahwa kekuatan kaum Muslimin tidak bisa dianggap remeh. Mengapa perang mut'ah penting?
Nabi Muhammad SAW mengutus Al-Harits bin ‘Umair Al-Azdi untuk mengantarkan surat ke penguasa Busra. Bukan sambutan baik yang diterima, tetapi utusan Rasullullah ditangkap dan dieksekusi Gubernur Busra. Tak hanya itu, 15 sahabat nabi juga dibunuh di Dhat Talh. Kejadian ini menyalahi hukum diplomatik internasional dan memicu kemarahan umat Islam. Rasulullah menyiapkan pasukan yang terdiri atas 3000 personel untuk menghadapi kekuatan besar Romawi yang berjumlah 200.000 personel.
Khalid bin Walid, panglima terakhir perang, berhasil menggunakan taktik cerdiknya dan menarik mundur pasukan muslim. Meskipun jumlah personel perang sangat berbeda jauh, tetapi pasukan Islam tidak mengalami kehancuran total.