Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pria baca buku
ilustrasi pria baca buku (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Intinya sih...

  • Buku nonfiksi dan pengembangan diri membantu memahami pola hidup orang sukses dan cara berpikir kritis, serta aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

  • Buku sejarah dan biografi tokoh mengajarkan bahwa kesuksesan jarang instan, memperluas pemahaman tentang konteks sosial, politik, dan perjuangan di balik perubahan besar.

  • Novel fiksi dengan tema kompleks melatih kepekaan emosional, membuka cara pandang baru tentang empati dan konflik kehidupan, serta memperluas pemahaman tentang karakter manusia.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Buku bukan cuma teman pengisi waktu luang, tapi juga jendela yang membuka cara kamu melihat dunia. Tanpa sadar, jenis bacaan yang sering kamu pilih bisa membentuk pola pikir, sudut pandang, bahkan cara kamu mengambil keputusan.

Menariknya, setiap genre buku biasanya memberi dampak berbeda pada wawasan seseorang. Semakin beragam bacaanmu, semakin luas pula cara kamu memahami berbagai topik kehidupan. Ini dia beberapa jenis buku yang diam-diam mencerminkan keluasan wawasan kamu.

1. Buku nonfiksi dan pengembangan diri

ilustrasi pria baca buku (pexels.com/Martin Péchy)

Orang yang rutin membaca nonfiksi biasanya punya rasa ingin tahu tinggi terhadap dunia nyata. Topiknya bisa seputar bisnis, psikologi, sejarah, sampai kebiasaan produktif yang membentuk karakter.

Bacaan seperti ini membantu kamu memahami pola hidup orang sukses dan cara berpikir kritis. Wawasan kamu jadi lebih praktis sekaligus aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

2. Buku sejarah dan biografi tokoh

ilustrasi membaca buku agar tidak merasa bosan (pexels.com/Josh Hild)

Membaca sejarah membuat kamu melihat bahwa dunia dibentuk oleh rangkaian keputusan manusia di masa lalu. Sementara biografi mengajarkan bagaimana tokoh besar menghadapi kegagalan dan bangkit kembali.

Dari sini kamu belajar bahwa kesuksesan jarang instan. Wawasan kamu pun jadi lebih matang karena memahami konteks sosial, politik, dan perjuangan di balik perubahan besar.

3. Novel fiksi dengan tema kompleks

ilustrasi baca buku (pexels.com/Craig Adderley)

Fiksi bukan sekadar cerita khayalan, apalagi kalau temanya menyentuh isu sosial, moral, atau psikologi manusia. Banyak novel justru membuka cara pandang baru tentang empati dan konflik kehidupan.

Dengan membaca fiksi yang berbobot, kamu belajar melihat dunia dari sudut pandang berbeda. Ini melatih kepekaan emosional sekaligus memperluas pemahaman tentang karakter manusia.

4. Buku sains dan teknologi populer

ilustrasi baca buku filsafat (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Buku sains populer biasanya menjelaskan topik rumit dengan bahasa yang mudah dipahami. Mulai dari cara kerja otak, perkembangan AI, sampai rahasia alam semesta.

Pembaca genre ini cenderung ingin tahu bagaimana dunia bekerja secara logis. Wawasan kamu jadi lebih kritis dan gak gampang termakan hoaks karena terbiasa memahami fakta berbasis data.

5. Buku filsafat dan pemikiran kritis

ilustrasi pria baca buku di pesawat (pexels.com/Berkalp Turper)

Filsafat mengajak kamu mempertanyakan hal-hal mendasar tentang hidup, moral, dan kebenaran. Meski terkesan berat, genre ini sangat melatih kedalaman berpikir.

Orang yang suka membaca filsafat biasanya lebih reflektif dan terbuka pada berbagai sudut pandang. Wawasan kamu bukan cuma luas, tapi juga dalam dan penuh pertimbangan.

Jenis buku yang kamu baca bisa jadi cerminan seberapa luas dan beragam cara berpikirmu. Semakin banyak perspektif yang kamu serap, semakin fleksibel pula kamu menghadapi berbagai situasi hidup.

Kalau selama ini kamu hanya terpaku pada satu genre, mungkin ini saat yang tepat untuk mencoba bacaan lain. Siapa tahu, satu buku baru bisa membuka wawasan yang belum pernah kamu bayangkan sebelumnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team