Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Kebiasaan yang Bikin Buku Cepat Rusak, Hati-hati!

rak buku
ilustrasi rak buku (pexels.com/Huỳnh Đạt)
Intinya sih...
  • Tidak menyampuli buku dengan sampul plastik untuk melindungi dari air dan noda
  • Gak pakai pembatas buku, tapi halaman dilipat, yang membuat kertas lebih mudah robek
  • Terlalu menekan bagian tengah buku saat membacanya, yang dapat menyebabkan lembaran kertas terlepas
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Buku termasuk benda yang rawan rusak. Sebab seluruhnya terdiri dari kertas. Buku terkena air sedikit saja bisa robek. Kalaupun tidak sobek, setelah kering bikin permukaannya agak keriting. Bekas basahnya juga dapat menimbulkan noda yang sulit dihilangkan.

Apalagi kalau bekas minyak atau terkena tetesan cairan berwarna. Itu sebabnya buku mesti dijaga dengan baik. Kalau buku dirawat, usianya akan lebih panjang. Kamu dapat menjadikannya koleksi di rumah sampai bertahun-tahun.

Buku juga dapat dibaca oleh lebih banyak orang sehingga makin bermanfaat. Sebaliknya, kebiasaan memperlakukan buku seperti di bawah ini bikin usianya pendek atau setidaknya cepat rusak. Yuk, lebih peduli dengan koleksi yang sudah dibeli susah payah dengan menghindari kebiasaan yang bikin buku cepat rusak!

1. Tidak menyampuli buku dengan sampul plastik

buku
ilustrasi buku (pexels.com/Karolina Grabowska www.kaboompics.com)

Buku sudah ada bagian sampulnya. Bisa hard cover atau soft cover. Tentu soft cover lebih mudah rusak daripada hard cover. Namun, karena pada dasarnya keduanya berbahan kertas sebaiknya tetap disampuli.

Sampulnya pun gak boleh sembarangan seperti kertas payung atau koran. Selain keduanya malah bikin gambar sampul buku berikut judul dan nama penulisnya tertutup, juga tidak cukup melindungi buku. Kalau sampul kertas koran atau payung terkena cairan akan tetap merembes.

Lindungi buku bacaanmu dengan sampul plastik khusus buku. Dirimu dapat membelinya yang berbentuk gulungan biar bisa dipakai berulang. Buku akan jauh lebih aman. Pokoknya, buku disampuli dulu baru boleh dibaca.

2. Gak pakai pembatas buku, tapi halaman dilipat

membaca
ilustrasi membaca (pexels.com/Karolina Grabowska www.kaboompics.com)

Pembatas buku tampak sangat sepele. Namun, penggunaannya sangat penting untuk mencegah halaman-halaman buku gampang rusak. Tanpa pembatas buku, kamu pasti akan melipat halaman terakhir yang dibaca.

Bekas lipatan ini tidak bisa hilang. Sampai dirimu selesai membaca seluruh isi buku akan ada banyak sekali halaman yang terlipat. Belum lagi jika buku berpindah tangan dan pembaca berikutnya melakukan hal yang sama.

Kecepatan membaca kalian berbeda sehingga letak lipatannya juga lain. Padahal, tiap lipatan bikin kertas lebih mudah robek. Kertas tak sampai robek saja, buku sudah gak mulus lagi gara-gara banyaknya lipatan tiap beberapa halaman.

3. Terlalu menekan bagian tengah buku saat membacanya

buku
ilustrasi buku (pexels.com/Pixabay)

Biasanya ini dilakukan untuk memudahkanmu membaca kata-kata yang paling ujung. Beberapa huruf terakhir makin mengarah ke bagian lem buku sehingga tidak terlihat terlalu jelas. Menekan bagian tengah buku kuat-kuat juga dimaksudkan supaya buku tidak menutup dengan sendirinya ketika ditinggalkan di meja.

Namun, cara-cara di atas malah menyebabkan buku mudah rusak. Bekas tekanan kuat tidak hilang. Bahkan kertas yang sudah dilem rapi dapat terlepas.

Gak hanya satu lembar, melainkan sekaligus beberapa halaman. Buka buku dengan biasa saja. Buku tak usah ditekan-tekan. Toh, ada pembatas buku sebagai penanda. Aman kapan pun dirimu hendak berhenti membaca dan meninggalkan buku buat sementara waktu.

4. Menaruhnya sembarangan

buku
ilustrasi buku (pexels.com/Arturo Añez.)

Semua barang yang diletakkan sembarangan bakal gampang rusak. Terlebih buku yang seluruhnya terdiri dari lembaran-lembaran kertas. Memang boleh jadi ketika kamu asyik membaca tahu-tahu terjeda sesuatu. Misalnya, kurir paket datang.

Dirimu begitu saja meletakkan buku yang sedang dibaca. Tanpa kamu melihat dulu tempatnya aman atau tidak. Mungkin di situ ada bekas air dari minuman dan bukumu langsung basah. Begitu pula buku jangan disimpan di rak yang mudah lembap.

Rak plastik atau besi lebih baik daripada rak kayu dalam menjaga buku dari kelembapan. Namun, tetap perhatikan dinding di baliknya. Boleh jadi dinding yang rembes ketika hujan bikin buku-buku dalam rak ikut lembap. Kertas buku akan cepat menguning.

5. Gak hati-hati saat makan atau minum sambil membaca

buku dan makanan
ilustrasi buku dan makanan (pexels.com/Jane T D.)

Paling enak memang kamu membaca sambil mengudap atau menikmati minuman. Terlebih saat hujan turun. Minuman hangat seperti teh, kopi, atau cokelat sangat pas menjadi teman membaca.

Namun, kamu harus sangat berhati-hati ketika melakukannya. Minumanmu bisa menetes dan mengenai halaman-halaman buku. Walau tidak ada minuman yang tumpah, air dapat tetap jatuh dari gelas atau mugmu.

Seperti saat dirimu minum minuman dingin. Atau, kamu menyeduh teh celup dalam mug. Bagian benang teh celup yang berada di luar mug dapat meneteskan air teh. Sebelum dirimu makan atau minum, geser dulu bukumu agar tidak persis di bawahnya.

6. Sembrono meminjamkannya ke orang

membaca
ilustrasi membaca (pexels.com/cottonbro studio)

Kamu sudah berusaha amat berhati-hati selama membaca buku. Dirimu juga menyimpannya di tempat yang terbaik. Akan tetapi, semua upaya merawat buku tersebut dapat sia-sia kalau kamu malah sembrono saat meminjamkannya ke orang lain.

Orang lain belum tentu sehati-hati dirimu dalam memperlakukan buku tersebut. Mereka mungkin cuma ingin secepatnya membaca isinya. Fisik buku sendiri dianggap kurang penting. Kamu meminjamkan buku dalam keadaan mulus seperti baru dibeli dari toko.

Akan tetapi, saat buku kembali bikin syok. Buku baru dipinjam satu orang saja, keadaannya telah menyerupai buku yang dibaca bergantian oleh 10 orang. Kamu perlu memilih-milih peminjam apabila tak ingin buku kembali dalam keadaan cacat.

Buku yang terawat gak cuma bagus untuk dipajang sebagai koleksi. Buku juga dapat diwariskan atau didonasikan dalam keadaan layak. Oleh sebab itu, hindari kebiasaan yang bikin buku cepat rusak dan rawatlah buku yang sudah memberimu pengetahuan serta hiburan sekaligus mengisi waktu luangmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Cara Hindari Jebakan Ekspektasi Tinggi yang Bisa Merusak Hubungan

28 Jan 2026, 18:15 WIBLife