Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Resolusi Karier vs Resolusi Pribadi: Fokus Pria di Tahun Baru

ilustrasi pria berkacamata hitam
ilustrasi pria berkacamata hitam (pexels.com/Ryan Holloway)
Intinya sih...
  • Resolusi karier sering jadi prioritas utama bagi pria, namun jika terlalu dominan, resolusi lain bisa terpinggirkan dan membuat hidup timpang.
  • Resolusi pribadi kerap dianggap pelengkap, padahal aspek pribadi menopang performa jangka panjang dan membuat target karier lebih realistis.
  • Ketimpangan fokus antara karier dan kehidupan pribadi bisa memicu kelelahan secara mental dan emosional, sehingga menyelaraskan resolusi lebih efektif daripada memilih.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Memasuki tahun baru, banyak pria mulai menyusun resolusi dengan serius. Fokusnya sering terbagi antara target karier dan kehidupan pribadi. Keduanya sama-sama penting, tapi sering kali terasa saling tarik-menarik.

Jika tidak disadari, resolusi bisa berubah jadi tekanan baru. Padahal, tujuan utama resolusi adalah membantu hidup berjalan lebih terarah, bukan menambah beban. Memahami perbedaan dan peran masing-masing resolusi membantu pria menentukan fokus yang lebih sehat.

1. Resolusi karier sering jadi prioritas utama

ilustrasi laki-laki yang mengejar karir (pexels.com/Nicola Barts)
ilustrasi laki-laki yang mengejar karir (pexels.com/Nicola Barts)

Bagi banyak pria, karier identik dengan tanggung jawab dan identitas diri. Target seperti naik jabatan, gaji lebih tinggi, atau pindah pekerjaan sering muncul di awal daftar resolusi.

Fokus ini wajar karena karier berkaitan langsung dengan stabilitas hidup. Namun, jika porsinya terlalu dominan, resolusi lain bisa terpinggirkan dan membuat hidup terasa timpang.

2. Resolusi pribadi kerap dianggap pelengkap

ilustrasi pasangan di museum (pexels.com/Shvets Anna)
ilustrasi pasangan di museum (pexels.com/Shvets Anna)

Resolusi pribadi seperti kesehatan, hubungan, atau waktu untuk diri sendiri sering diletakkan di urutan belakang. Alasannya klasik: nanti saja kalau karier sudah aman.

Padahal, aspek pribadi justru menopang performa jangka panjang. Tubuh yang sehat, pikiran yang tenang, dan relasi yang baik membuat target karier lebih realistis untuk dicapai.

3. Ketimpangan fokus bisa memicu kelelahan

ilustrasi pria bawa tas kecil
ilustrasi pria bawa tas kecil (pexels.com/MART PRODUCTION)

Terlalu fokus pada karier tanpa memperhatikan kehidupan pribadi bisa berujung burnout. Hasil mungkin tercapai, tapi dengan harga yang mahal secara mental dan emosional.

Sebaliknya, fokus pribadi tanpa arah karier juga bisa menimbulkan kecemasan lain. Ketimpangan ini sering baru terasa saat energi mulai menurun dan motivasi menghilang.

4. Menyelaraskan resolusi lebih efektif daripada memilih

ilustrasi pria di restoran
ilustrasi pria di restoran (pexels.com/Edmond Dantès)

Banyak pria merasa harus memilih salah satu: karier atau pribadi. Padahal, keduanya bisa diselaraskan dalam satu arah yang saling mendukung.

Contohnya, resolusi menjaga kesehatan bisa dikaitkan dengan produktivitas kerja. Waktu berkualitas dengan keluarga juga membantu menjaga fokus dan kestabilan emosi di tempat kerja.

5. Tahun baru bukan soal target banyak, tapi arah jelas

ilustrasi perayaan tahun Baru
ilustrasi perayaan tahun Baru (pexels.com/Rakicevic Nenad)

Resolusi yang terlalu banyak sering berakhir setengah jalan. Lebih baik sedikit tapi jelas dan realistis.

Menentukan fokus utama lalu mendukungnya dengan resolusi pendamping membuat langkah lebih terarah. Tahun baru pun terasa lebih terkontrol, bukan penuh tuntutan.

Pada akhirnya, resolusi karier dan resolusi pribadi bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya saling berkaitan dan bisa saling menguatkan jika dirancang dengan sadar.

Tahun baru memberi kesempatan untuk menata ulang prioritas. Saat pria mampu menyeimbangkan ambisi dan kehidupan pribadi, resolusi tidak hanya tercapai, tapi juga memberi kepuasan yang nyata.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us

Latest in Men

See More

20 Contoh Dark Jokes Paling Gelap, Receh tapi Bikin Mikir!

01 Jan 2026, 23:56 WIBMen