ilustrasi sifat Bani Israil (unsplash.com/ויסוצקי)
Salah satu karakteristik utama yang melekat pada Bani Israil adalah hati yang keras. Ketika zaman Nabi Musa, Bani Israil menyaksikan langsung mukjizat terbelahnya Laut Merah dan selamat dari Fir'aun. Karena tujuan mereka hanya ingin selamat dari Fir'aun dan iman yang lemah, Bani Israil enggan untuk tunduk terhadap perintah Allah SWT. Kisah ini terabadikan dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah:
"Dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu sehingga kamu dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Fir'aun dan) pengikut-pengikut Fir'aun, sedang kamu menyaksikan." (QS. Al-Baqarah: 50).
Meski telah melihat kebesaran Allah SWT, Bani Israil tetap membangkang terhadap perintah Allah SWT. Bahkan mereka meminta Nabi Musa agar membuatkan Tuhan selain Allah SWT. Mereka juga tak mau berjihad di jalan Allah SWT.
"Mereka berkata, "Wahai Musa! Sampai kapan pun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya, karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap (menanti) di sini saja." (QS. Al-Maidah: 24)