Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Silent Disco di CFD: Saat Anak Muda Suarakan Hak Udara Bersih
Aksi Silent Disco di CFD (Dok. Janji Jangan Ngebul)
  • Koalisi anak muda dan pegiat lingkungan menggelar silent disco “Ngebeats Bukan Ngebul” di CFD Jakarta untuk menyoroti polusi kendaraan berat dan mendesak elektrifikasi MHDV.
  • Pemantauan September 2026 menempatkan kualitas udara Jakarta pada kategori tidak sehat; data Kementerian Kesehatan juga mencatat tren kenaikan ISPA lebih dari 400 ribu kasus per minggu.
  • Aksi ini menuntut produsen menyediakan truk listrik terjangkau dan transparan, serta mendorong pemerintah mempercepat regulasi, ekosistem pendukung, dan partisipasi publik untuk udara bersih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional, koalisi komunitas anak muda dan pegiat lingkungan menggelar aksi kampanye kreatif bertajuk "Ngebeats Bukan Ngebul" di area Car Free Day (CFD) Jakarta, Mingggu (27/9/2026). Aksi damai yang dikemas dalam bentuk silent disco ini diselenggarakan sebagai upaya mendorong kesadaran publik mengenai urgensi elektrifikasi sektor kendaraan menengah dan berat (medium-to heavy-duty vehicles atau MHDV) guna mengatasi krisis polusi udara di kawasan perkotaan.

Rafaela Xaviera, Campaign Lead Janji Jangan Ngebul menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menyoroti keresahan masyarakat dari masalah polusi udara yang terus terjadi dan memberikan efek serius pada kesehatan.

"Masyarakat dan komuter di Indonesia setiap hari menghadapi risiko kesehatan akibat asap pekat kendaraan berat, sementara teknologi truk listrik sebenarnya sudah tersedia dan diadopsi dengan baik di pasar global, tapi mengapa tidak di Indonesia," kata Rafaela.

1. Mendorong ekosistem armada ramah lingkungan demi mewujudkan udara bersih

Aksi Silent Disco di CFD (Dok. Janji Jangan Ngebul)

Menurut Rafaela, pendekatan ini dirancang menjadi ruang bagi generasi muda untuk menuntut pertanggungjawaban produsen otomotif serta mendorong lahirnya kebijakan yang berfokus pada akuntabilitas sisi pasokan (supply side).

"Aksi ini adalah wujud keresahan generasi muda yang menolak terus-menerus mengorbankan kesehatan akibat udara beracun. Kami menuntut produsen otomotif untuk tidak lagi menunda komitmen transparansi dan segera mendukung ekosistem armada ramah lingkungan demi mewujudkan udara bersih yang merupakan hak bagi masyarakat," tegasnya.

Rafaela menambahkan, berdasarkan pemantauan Air Quality Index pada September 2026, polusi udara Jakarta bulan ini masuk dalam kategori tidak sehat, Jakarta juga kembali masuk enam besar kota dunia dengan tingkat polusi udara tertinggi. Sementara itu, menurut data Kementerian Kesehatan, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) meningkat secara signifikan di bulan September dengan tren peningkatan lebih dari 400 ribu kasus per minggu, dibandingkan dengan minggu yang sama pada tahun 2025. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah kasus ISPA tertinggi, disusul Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

2. Mempercepat elektrifikasi truk

Aksi Silent Disco di CFD (Dok. Janji Jangan Ngebul)

Sejalan dengan hal tersebut, Reka Maharwati, Koordinator Enter Nusantara, menyoroti pentingnya keterlibatan pemerintah dalam membenahi ekosistem dari sisi produsen dan regulasi.

"Kita tidak bisa membiarkan paru-paru masyarakat terus menjadi benteng pertahanan terakhir melawan polusi udara dari kendaraan beremisi tinggi. Walaupun jumlah truk dan kendaraan berat bukan mayoritas di jalan raya, kontribusi polusinya sangat signifikan dan membahayakan kesehatan publik. Selama produsen otomotif MHDV belum menyediakan opsi truk listrik yang terjangkau bersama ekosistem pendukungnya, transisi energi sektor transportasi akan terus terhambat. Sudah saatnya industri dan pemerintah bertanggung jawab dengan mempercepat elektrifikasi truk demi membebaskan jalanan kita dari polusi beracun yang merugikan warga," tegas Reka.

3. Pentingnya peran aktif masyarakat

Aksi Silent Disco di CFD (Dok. Janji Jangan Ngebul)

Dukungan terhadap aksi ini juga disuarakan oleh musisi atau rapper yang dikenal dengan nama Yacko, yang menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menyuarakan hak atas udara bersih.

"Polusi udara adalah ancaman nyata bagi kesehatan, kualitas hidup, dan aktivitas luar ruangan kita sehari-hari. Hak atas udara bersih adalah hak dasar setiap orang, dan melalui gerakan kolektif generasi muda ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli serta berani bersuara demi mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan keadilan ekologis bagi kita semua," ujar Yacko.

Rangkaian acara di CFD ini turut dilengkapi dengan pembagian zine edukatif, merchandise, serta ruang diskusi publik mengenai dampak emisi kendaraan berat. Gerakan ini diharapkan dapat menjadi momentum percepatan regulasi dan pemenuhan tanggung jawab produsen otomotif demi terciptanya ekosistem transportasi berkelanjutan di Indonesia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article