Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Strategi Pria Bangun Networking Profesional Lewat Acara Bukber

5 Strategi Pria Bangun Networking Profesional Lewat Acara Bukber
ilustrasi makan malam keluarga (pexels.com/cottonbro studio)
Intinya Sih
  • Bukber bukan cuma ajang silaturahmi, tapi juga peluang strategis buat memperluas networking profesional dalam suasana santai dan lebih natural dibanding forum formal.
  • Lima strategi utama mencakup menetapkan tujuan jelas, tampil rapi, menjaga percakapan seimbang, membangun koneksi autentik, serta melakukan tindak lanjut setelah acara.
  • Dengan pendekatan elegan dan konsisten, bukber bisa jadi momentum efektif untuk memperkuat personal branding sekaligus membuka peluang kolaborasi karier jangka panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Acara buka bersama atau bukber sering dianggap sekadar momen silaturahmi dan nostalgia. Padahal, di balik suasana santai dan hidangan khas Ramadan, ada peluang besar untuk memperluas networking profesional. Momentum ini unik karena atmosfernya lebih cair dibanding forum resmi seperti seminar atau business meeting.

Bagi pria yang ingin memperluas relasi karier, bukber bisa menjadi ruang strategis tanpa tekanan formal berlebihan. Percakapan mengalir lebih natural, topik berkembang lebih luas, dan hubungan personal lebih mudah terjalin. Kuncinya bukan sekadar hadir, tapi tahu cara memaksimalkan interaksi secara elegan dan profesional. Yuk, manfaatkan momen bukber sebagai peluang emas untuk memperkuat personal branding dan koneksi karier!

Table of Content

1. Datang dengan tujuan yang jelas

1. Datang dengan tujuan yang jelas

ilustrasi pria percaya diri
ilustrasi pria percaya diri (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Menghadiri bukber tanpa arah sering membuat interaksi terasa biasa saja. Padahal, menetapkan tujuan sejak awal membantu menentukan sikap dan fokus selama acara. Entah itu ingin memperluas relasi lintas industri atau mempererat hubungan dengan kolega lama, kejelasan niat memberi arah yang lebih strategis.

Tujuan yang jelas juga membantu memilih topik percakapan yang relevan. Obrolan ringan tetap penting, tetapi selipan diskusi profesional membuat kesan lebih bermakna. Dengan pendekatan terarah, kehadiran di bukber gak sekadar formalitas, melainkan langkah konkret memperluas jejaring.

2. Tampil rapi dengan sentuhan profesional

ilustrasi pria profesional (pexels.com/Arina Krasnikova)
ilustrasi pria profesional (pexels.com/Arina Krasnikova)

Penampilan adalah kesan pertama yang sulit diulang. Bukber memang bersifat santai, tetapi tetap perlu memperhatikan pilihan outfit yang sopan dan profesional. Gaya semi formal dengan sentuhan personal memberi citra dewasa dan siap berinteraksi dalam konteks karier.

Detail kecil seperti kebersihan sepatu, kerapian rambut, dan sikap tubuh juga berpengaruh besar. Penampilan yang terjaga menunjukkan keseriusan dalam membangun relasi. Dengan kesan visual yang tepat, interaksi profesional terasa lebih meyakinkan sejak awal percakapan.

3. Kuasai seni percakapan yang seimbang

ilustrasi makan bersama teman
ilustrasi makan bersama teman (pexels.com/fauxels)

Networking yang efektif bukan soal berbicara terus-menerus tentang pencapaian pribadi. Justru, kemampuan mendengar secara aktif memberi nilai tambah dalam percakapan. Orang cenderung mengingat sosok yang memberi perhatian tulus pada cerita dan gagasan mereka.

Menggabungkan obrolan santai dengan diskusi profesional adalah kunci keseimbangan. Topik ringan tentang Ramadan bisa menjadi pintu masuk sebelum membahas proyek atau kolaborasi. Percakapan yang seimbang menciptakan hubungan yang terasa alami, bukan transaksional.

4. Bangun koneksi, bukan sekadar kontak

ilustrasi makan malam teman
ilustrasi makan malam teman (pexels.com/Askar Abayev)

Mengumpulkan nomor telepon atau akun LinkedIn bukanlah tujuan akhir dari networking. Relasi profesional yang kuat lahir dari interaksi yang berkesan dan relevan. Bukber adalah momen untuk membangun koneksi emosional yang lebih dalam dibanding pertemuan formal singkat.

Menunjukkan ketertarikan pada bidang kerja lawan bicara memberi kesan autentik. Sikap ini membantu menciptakan fondasi hubungan jangka panjang. Ketika koneksi terbangun secara organik, peluang kolaborasi muncul dengan sendirinya tanpa perlu dorongan berlebihan.

5. Lakukan tindak lanjut setelah acara

ilustrasi pria diskusi (pexels.com/Kevin Malik)
ilustrasi pria diskusi (pexels.com/Kevin Malik)

Strategi networking gak berhenti saat acara selesai. Tindak lanjut seperti pesan singkat atau ajakan diskusi lanjutan memberi sinyal keseriusan. Langkah ini penting agar interaksi di bukber gak berakhir sebagai obrolan sesaat.

Follow up yang tepat waktu menunjukkan profesionalisme dan komitmen. Pesan sederhana yang mengapresiasi percakapan sebelumnya sudah cukup untuk menjaga hubungan tetap hangat. Dengan konsistensi ini, bukber bisa menjadi titik awal relasi profesional yang berkelanjutan.

Bukber bukan hanya tentang kebersamaan dan hidangan lezat, tetapi juga peluang strategis memperluas jejaring karier. Dengan tujuan jelas, penampilan rapi, percakapan seimbang, koneksi autentik, dan tindak lanjut yang tepat, momen ini bisa memberi dampak nyata. Networking yang kuat sering lahir dari suasana santai yang dimanfaatkan secara cerdas. Jadi, manfaatkan setiap undangan bukber sebagai langkah membangun masa depan profesional yang lebih luas dan solid.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us

Latest in Men

See More