Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tanaman Sayuran yang Bisa Ditanam di Pot, Praktis dan Hemat!

5 Tanaman Sayuran yang Bisa Ditanam di Pot, Praktis dan Hemat!
ilustrasi bayam (vecteezy.com/LENI MARYATI)
Intinya Sih
  • Menanam sayuran di pot jadi solusi praktis bagi masyarakat perkotaan yang ingin hidup sehat meski ruang terbatas, sekaligus menghemat pengeluaran dan jadi aktivitas relaksasi.
  • Lima tanaman yang cocok ditanam di pot antara lain cabai, sawi hijau, tomat ceri, bayam, dan daun bawang karena mudah dirawat serta cepat dipanen.
  • Metode berkebun ini membantu menjaga kualitas tanah, meminimalkan hama, dan memungkinkan panen sayur segar langsung dari rumah tanpa perlu lahan luas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Menanam sayuran sendiri di rumah tidak selalu membutuhkan lahan yang luas. Dengan memanfaatkan pot, kamu tetap bisa memanen bahan makanan segar langsung dari pekarangan rumah, balkon, atau bahkan area dapur yang terkena sinar matahari. Berkebun di pot juga memberikan kemudahan dalam mengontrol kualitas tanah dan meminimalkan serangan hama dari tanah lapang.

Metode ini sangat cocok bagi masyarakat perkotaan yang memiliki keterbatasan ruang tetapi ingin mengonsumsi makanan sehat. Selain menghemat pengeluaran belanja bulanan, aktivitas ini juga bisa menjadi sarana relaksasi yang menyenangkan di kala senggang. Berikut ini beberapa tanaman sayuran yang dapat kamu jadikan sebagai opsi untuk ditanam di dalam pot.

Table of Content

1. Cabai

1. Cabai

ilustrasi cabai
ilustrasi cabai (pexels.com/Mark Stebnicki)

Cabai merupakan salah satu sayuran yang paling populer untuk ditanam di pot karena sistem perakarannya yang cenderung dangkal. Tanaman ini hanya membutuhkan pot berdiameter sekitar 25–30 sentimeter dengan lubang drainase yang baik agar air tidak menggenang. Pastikan pot diletakkan di area yang terpapar sinar matahari langsung minimal enam jam sehari agar buahnya tumbuh lebat dan pedas.

Perawatannya pun relatif sederhana, kamu hanya perlu menyiramnya secara berkala saat permukaan tanah mulai mengering. Pemberian pupuk organik secara rutin setiap dua minggu sekali akan sangat membantu merangsang pembungaan. Dalam waktu sekitar dua hingga tiga bulan setelah tanam, maka kamu sudah bisa menikmati hasil panen cabai segar untuk bumbu dapur.

2. Sawi hijau

ilustrasi sawi hijau
ilustrasi sawi hijau (vecteezy.com/Surachet Thasamet)

Sawi hijau atau caisim adalah pilihan terbaik bagi pemula karena siklus hidupnya yang sangat cepat. Sayuran berdaun ini tidak memerlukan pot yang terlalu dalam, sehingga kamu bisa menggunakan pot panjang atau wadah dangkal berukuran sedang. Keuntungan lainnya adalah sawi hijau tetap bisa tumbuh dengan baik meskipun hanya mendapatkan sinar matahari parsial atau sedikit ternaungi.

Kunci utama keberhasilan menanam sawi di pot adalah menjaga kelembapan media tanam secara konsisten tetapi tidak becek. Kamu perlu memanennya sebelum tanaman mengeluarkan bunga agar tekstur daunnya tetap renyah dan tidak terasa pahit. Biasanya, sawi hijau sudah siap dipetik secara keseluruhan atau dipanen daun luarnya saja dalam waktu 30–40 hari.

3. Tomat

ilustrasi tomat
ilustrasi tomat (pexels.com/Michał Robak)

Tomat ceri jauh lebih direkomendasikan untuk ditanam di pot dibandingkan varietas tomat berukuran besar karena bebannya yang lebih ringan. Kamu memerlukan pot berukuran minimal 30 sentimeter agar akarnya dapat berkembang dengan leluasa mencari nutrisi. Karena batangnya cenderung merambat dan lemah, kamu wajib memasang bilah bambu sebagai penopang saat buah mulai bermunculan.

Tanaman ini sangat menyukai sinar matahari penuh dan penyiraman yang konsisten langsung ke arah media tanam, bukan daunnya, guna mencegah penyakit jamur. Tomat ceri yang matang di pohon memiliki rasa yang jauh lebih manis dan segar dibandingkan yang dijual di pasar. Kehadiran buahnya yang berwarna-warni juga sekaligus dapat mempercantik tampilan estetika halaman rumah.

4. Bayam

ilustrasi bayam
ilustrasi bayam (vecteezy.com/LENI MARYATI)

Bayam adalah sayuran daun yang sangat ideal untuk ruang terbatas karena akarnya yang pendek dan tidak melebar. Kamu bahkan bisa memanfaatkannya untuk sistem tanaman vertikal atau menggunakan pot gantung di dinding rumah. Proses penanamannya pun sangat mudah, cukup dengan menebar benihnya langsung di atas permukaan media tanam yang gembur.

Sayuran ini tumbuh sangat cepat dan membutuhkan penyiraman harian agar daunnya tetap tumbuh lebar dan segar. Kamu bisa mulai memanen bayam dalam waktu sekitar tiga sampai empat minggu setelah penyemaian benih. Cara memanennya bisa dicabut langsung beserta akarnya atau dipotong bagian batangnya agar bisa tumbuh kembali untuk panen berikutnya.

5. Daun bawang

ilustrasi daun bawang
ilustrasi daun bawang (vecteezy.com/Elha Wulansari)

Daun bawang adalah tanaman pelengkap masakan yang wajib ada di rumah dan sangat hemat tempat jika ditanam di pot. Kamu bahkan tidak perlu membeli benih baru, melainkan cukup memanfaatkan sisa bagian putih dan akar daun bawang dari dapur. Tanam bagian berakar tersebut ke dalam pot kecil, dan dalam beberapa hari tunas baru yang hijau akan langsung tumbuh ke atas.

Tanaman ini tidak membutuhkan perawatan yang rumit, cukup disiram secara teratur dan diletakkan di tempat yang terang. Saat kamu membutuhkan daun bawang untuk memasak, kamu tinggal memotong daun bagian atasnya saja sesuai kebutuhan. Batang bagian bawah akan terus memproduksi daun baru, sehingga kamu memiliki pasokan daun bawang yang seolah tidak pernah habis.

Memulai kebun sayur mini di pot terbukti menjadi solusi cerdas untuk mewujudkan ketahanan pangan secara mandiri dari rumah. Melalui pemilihan jenis tanaman yang tepat seperti daftar di atas, keterbatasan lahan bukan lagi menjadi penghalang untuk hidup lebih sehat. Proses merawat tanaman dari benih hingga siap panen juga memberikan kepuasan batin tersendiri yang tidak bisa dinilai dengan uang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan

Related Articles