Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Cologne? Pahami biar Gak Salah Beli
ilustrasi perbedaan body mist dan body cologne (pexels.com/Ushindi Namegabe)
  • Cologne atau Eau de Cologne adalah wewangian beraroma segar dan ringan dengan konsentrasi minyak esensial rendah, diciptakan oleh Giovanni Maria Farina di Köln pada awal abad ke-18.
  • Komposisi cologne terdiri dari 2–5 persen minyak esensial yang dicampur alkohol dan air, menghasilkan aroma lembut yang cepat menguap dibanding jenis parfum lain.
  • Cologne cocok digunakan setelah mandi atau saat aktivitas santai karena aromanya ringan dan menyegarkan, serta bisa dipadukan dengan eau de toilette untuk efek unik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Wewangian sudah jadi bagian penting dalam menunjang penampilan. Aroma yang tepat mampu meningkatkan rasa percaya diri. Meski begitu, masih banyak orang yang menganggap semua jenis wewangian itu sama saja.

Padahal kalau kamu ke toko parfum, wewangian punya banyak jenisnya. Salah satunya adalah jenis cologne atau sering dikenal dengan Eau de Cologne (EDC). Simak lebih lengkap mengenai cologne di bawah ini!

1. Apa itu cologne?

Ilustrasi body cologne pria (unsplash.com/Joppe Spaa)

Cologne atau Eau de Cologne (EDC) adalah wewangian yang dibuat dengan konsentrasi minyak esensial yang rendah. Karakteristik utamanya adalah memiliki aroma yang segar, ringan, lembut, dan tidak menusuk hidung. Banyak yang mengira jika cologne hanya untuk pria, padahal cologne bersifat uniseks sehingga bisa digunakan oleh siapa saja.

Istilah cologne sebenarnya diambil dari nama sebuah kota di Jerman, yaitu Köln (Cologne). Di sanalah seorang pembuat parfum asal Italia bernama Giovanni Maria Farina menciptakan cologne pada awal abad ke-18 atau sekitar tahun 1709. Dia meracik wewangian dengan mencampur aroma buah jeruk dengan minyak lavender.

Penemuan Giovanni Maria Farina ternyata meledak di pasaran. Bahkan banyak orang-orang dari kalangan bangsawan Eropa yang menggunakannya. Itu sebabnya, cologne dinamai Eau de Cologne untuk menghormati kota tempat Giovanni Maria Farina tinggal.

2. Komposisi cologne

ilustrasi perbedaan body mist dan body cologne (pexels.com/Ron Lach)

Dalam proses pembuatannya, cologne menggunakan konsentrasi minyak esensial yang rendah dibanding dengan jenis wewangian lainnya. Komposisinya umumnya terdiri dari senyawa aromatik, alkohol, dan air. Minyak esensial yang digunakan sekitar 2 persen hingga 5 persen dengan kandungan alkohol yang lebih tinggi.

Pembuatan cologne di mulai dengan mengekstrak bahan-bahan alami untuk mendapatkan minyak esensialnya. Kemudian akan dicampur dengan alkohol dan air dalam rasio yang tepat. Barulah parfum dikemas dalam botol dan diberi label.

3. Cologne cocok dipakai saat kapan?

ilustrasi cologne (pexels.com/rehman yousaf)

Cologne memiliki formula yang sangat ringan dan memiliki daya tahan yang relatif singkat. Oleh sebab itu, ada waktu dan momen terbaik untuk menggunakannya. ​Berikut adalah momen-momen paling pas untuk memakai cologne:

  • Menyemprotkan cologne sesaat setelah mandi akan memberikan suntikan energi untuk memulai hari.

  • Cocok dipakai saat kamu hanya ingin beraktivitas ringan di rumah, pergi ke supermarket, kuliah, atau sekadar jalan-jalan santai di sore hari.

  • Cologne juga bisa dipadukan dengan eau de toilette untuk menciptakan aroma yang unik.

  • Memberikan efek menyegarkan ketika kamu menggunakan cologne di musim panas yang terik.

  • Bisa disemprotkan pada pakaian, lemari, atau laci sebagai pengganti pengharum lemari.

  • Cocok digunakan untuk tujuan relaksasi atau meditasi.

4. Perbedaan cologne dengan jenis lainnya

ilustrasi cologne (pexels.com/Alexandra Irimia)

Cologne dengan jenis wewangian lainnya punya perbedaan dari segi komposisi hingga sada tahannya. Agar makin paham dan tidak keliru saat membaca label kemasan di toko, kamu harus tahu dulu perbedaannya. Simak perbedaan cologne dan jenis wewangian lainnya:

  • Eau Fraîche (1-3 persen minyak esensial): Tahan sampai 1-2 jam

  • Eau de Cologne (2-5 minyak esensial): Tahan sampai 2-3 jam

  • Eau de Toilette (5-15 persen minyak esensial): Tahan sampai 3-4 jam

  • Eau de Parfum (15-20 minyak esensial): Tahan sampai 4-5 jam

Jadi, apa itu cologne? Ini adalah jenis wewangian yang menggunakan konsentrasi minyak esensial yang rendah. Oleh sebab itu, cologne lebih mudah menguap dan tidak tahan lama. Cologne bisa jadi pilihan tepat buat kamu yang suka wewangian lembut dan suka aktivitas ringan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article