Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi potong jenggot (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
ilustrasi potong jenggot (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Intinya sih...

  • Mitos: Mencukur membuat rambut tumbuh lebih tebalBanyak orang percaya mencukur jenggot membuatnya tumbuh lebih lebat, padahal jumlah dan kepadatan rambut ditentukan oleh genetik, bukan cukuran.

  • Fakta: Rambut terasa lebih kasar karena ujungnya tumpulRambut terpotong rata saat dicukur, membuatnya terasa kasar sementara. Namun ini bukan perubahan permanen.

  • Mitos: Sering cukur bikin pertumbuhan makin cepatFrekuensi mencukur tidak berpengaruh pada laju pertumbuhan rambut. Hormon dan genetika yang memengaruhi kecepatan pertumbuhan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak cowok ragu mencukur jenggot karena takut tumbuhnya jadi lebih tebal dan kasar. Mitos ini sudah beredar lama dan sering diwariskan dari generasi ke generasi. Akibatnya, tidak sedikit yang memilih membiarkan jenggot tumbuh tanpa perawatan.

Padahal, secara ilmiah, pertumbuhan rambut tidak sesederhana itu. Ketebalan dan tekstur jenggot lebih dipengaruhi faktor genetik dan hormon. Supaya kamu gak salah kaprah, mari kita bedah mana mitos dan mana fakta.

1. Mitos: Mencukur membuat rambut tumbuh lebih tebal

ilustrasi pria jenggot tebal (pexels.com/Ayoub Galuia)

Banyak orang percaya setelah dicukur, jenggot akan tumbuh lebih lebat dari sebelumnya. Hal ini sering dikaitkan dengan pengalaman pribadi saat rambut terasa lebih “penuh” setelah beberapa hari. Persepsi ini kemudian dianggap sebagai bukti bahwa cukur mempercepat dan menebalkan pertumbuhan.

Faktanya, mencukur tidak memengaruhi jumlah folikel rambut. Jumlah dan kepadatan rambut sudah ditentukan oleh genetik. Cukur hanya memotong batang rambut di permukaan kulit, bukan mengubah akarnya.

2. Fakta: Rambut terasa lebih kasar karena ujungnya tumpul

ilustrasi pria memakai kemeja putih (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Saat jenggot tumbuh alami tanpa dicukur, ujungnya meruncing secara alami. Namun ketika dicukur, rambut terpotong rata sehingga ujungnya menjadi tumpul. Inilah yang membuatnya terasa lebih kasar saat disentuh.

Efek ini hanya soal tekstur sementara, bukan perubahan struktur permanen. Seiring waktu, rambut akan kembali terlihat normal saat panjangnya bertambah. Jadi rasa kasar bukan berarti rambut jadi lebih kuat atau tebal.

3. Mitos: Sering cukur bikin pertumbuhan makin cepat

ilustrasi turtleneck (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Ada juga anggapan bahwa semakin sering kamu mencukur, semakin cepat jenggot tumbuh. Banyak yang mencoba “melatih” jenggot dengan rutin cukur agar tumbuh lebat. Padahal logika ini tidak didukung sains.

Kecepatan tumbuh rambut dipengaruhi hormon, terutama testosteron dan DHT. Faktor usia dan genetika juga berperan besar. Frekuensi mencukur tidak punya hubungan langsung dengan laju pertumbuhan.

4. Fakta: Perubahan terasa karena kontras visual

ilustrasi ragu potong rambut (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Setelah dicukur bersih, wajah terlihat lebih halus dan rapi. Saat rambut mulai tumbuh lagi, kontrasnya terasa lebih jelas dibanding sebelumnya. Ini menciptakan ilusi bahwa pertumbuhannya lebih cepat dan tebal.

Padahal yang terjadi hanyalah perubahan visual yang lebih mencolok. Rambut tumbuh dengan kecepatan yang relatif sama seperti biasanya. Persepsi sering kali lebih kuat daripada kenyataan biologis.

5. Fakta: Perawatan lebih berpengaruh daripada frekuensi cukur

ilustrasi memakai earphone (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Jika kamu ingin jenggot terlihat sehat dan rapi, perawatan jauh lebih penting daripada sekadar mencukur. Membersihkan wajah, menjaga kelembapan kulit, dan pola makan sehat berpengaruh pada kualitas rambut. Nutrisi yang baik membantu rambut tumbuh lebih optimal.

Menggunakan beard oil atau conditioner juga membantu mengurangi kesan kasar. Jadi fokuslah pada perawatan, bukan pada ketakutan soal mitos lama. Jenggot sehat datang dari kebiasaan yang konsisten.

Mitos bahwa mencukur jenggot membuatnya tumbuh lebih tebal dan kasar tidak didukung fakta ilmiah. Rasa kasar yang muncul hanya akibat ujung rambut yang terpotong rata. Pertumbuhan tetap dikendalikan oleh genetik dan hormon, bukan pisau cukur.

Jadi kamu tidak perlu takut mencukur jika ingin tampil rapi. Yang lebih penting adalah memahami kebutuhan kulit dan rambutmu sendiri. Dengan perawatan tepat, jenggot bisa jadi aset penampilan tanpa harus percaya mitos.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team