Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Perbedaan Skincare Hydrating dan Moisturizing, Jangan Sampai Tertukar!
ilustrasi pria menggunakan skincare (unsplash.com/Cosmin Ursea)
  • Produk hydrating berfungsi menambah kadar air pada kulit, sedangkan moisturizing menjaga agar kelembapan tidak mudah menguap, sehingga keduanya saling melengkapi dalam perawatan kulit.
  • Hydrating cocok untuk kulit dehidrasi yang kekurangan air, sementara moisturizing lebih tepat bagi kulit kering yang kekurangan minyak alami agar tetap lembut dan tidak pecah-pecah.
  • Keduanya dapat digunakan bersamaan dengan urutan hydrating terlebih dahulu lalu moisturizing, guna menjaga keseimbangan hidrasi dan kelembapan kulit secara optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dunia perawatan kulit semakin berkembang dengan berbagai istilah yang sering muncul pada kemasan produk maupun konten kecantikan. Dua istilah yang paling sering terdengar adalah hydrating dan moisturizing. Meski kerap digunakan secara bersamaan, keduanya sebenarnya memiliki fungsi yang berbeda untuk kebutuhan kulit.

Banyak orang menganggap produk hydrating dan moisturizing dapat saling menggantikan begitu saja. Padahal, kesalahan memahami fungsi keduanya dapat membuat perawatan kulit terasa kurang optimal meskipun sudah menggunakan banyak produk. Supaya rutinitas perawatan kulit lebih tepat sasaran, yuk kenali perbedaan hydrating dan moisturizing lebih dalam.

1. Hydrating menambah kadar air, moisturizing mengunci kelembapan

ilustrasi pria menggunakan skincare (unsplash.com/Lumin)

Produk hydrating berfungsi membantu meningkatkan kandungan air pada lapisan kulit. Jenis produk ini biasanya mengandung bahan seperti hyaluronic acid, glycerin, atau aloe vera yang mampu menarik air ke dalam kulit. Karena itu, kulit yang terasa dehidrasi biasanya lebih terbantu dengan produk yang memiliki fungsi hydrating.

Sementara itu, produk moisturizing memiliki tugas utama menjaga agar air yang sudah ada di dalam kulit gak mudah menguap. Kandungan seperti ceramide, shea butter, atau minyak alami bekerja membentuk lapisan pelindung pada permukaan kulit. Itulah sebabnya kedua fungsi ini saling melengkapi dan bukan untuk saling menggantikan.

2. Hydrating cocok untuk kulit dehidrasi, moisturizing cocok untuk kulit kering

ilustrasi pria menggunakan skincare (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kulit dehidrasi dan kulit kering sering dianggap sebagai kondisi yang sama, padahal keduanya berbeda. Kulit dehidrasi terjadi karena kekurangan air, sedangkan kulit kering lebih berkaitan dengan kurangnya produksi minyak alami. Perbedaan ini menjadi alasan penting mengapa pemilihan produk perlu disesuaikan dengan kondisi kulit.

Produk hydrating lebih tepat digunakan saat kulit terasa kusam, tertarik, atau kurang segar akibat kehilangan kadar air. Sebaliknya, produk moisturizing lebih dibutuhkan ketika kulit terasa kasar, bersisik, dan mudah pecah-pecah karena kekurangan lipid alami. Memahami perbedaan tersebut dapat membantu menentukan produk yang benar-benar dibutuhkan kulit.

3. Kandungan utama keduanya juga berbeda

ilustrasi produk skincare (pexels.com/Denys Mikhalevych)

Produk hydrating biasanya mengandalkan bahan yang bersifat humectant untuk menarik dan mempertahankan air pada kulit. Beberapa bahan yang sering ditemukan adalah hyaluronic acid, panthenol, dan beta-glucan. Kandungan tersebut terkenal karena kemampuannya memberikan sensasi kulit yang lebih kenyal dan segar.

Di sisi lain, produk moisturizing umumnya mengandung bahan emollient dan occlusive yang berfungsi memperkuat lapisan pelindung kulit. Kandungan seperti squalane, ceramide, dan petrolatum sering menjadi andalan dalam produk pelembap. Kehadiran bahan-bahan tersebut membantu kulit tetap nyaman dan terlindungi dari kehilangan kelembapan berlebih.

4. Tekstur produk hydrating dan moisturizing sering berbeda

ilustrasi sunscreen (unsplash.com/BATCH by Wisconsin Hemp Scientific)

Secara umum, produk hydrating memiliki tekstur yang lebih ringan dan cepat meresap. Banyak produk dalam kategori ini hadir dalam bentuk essence, toner, atau serum yang terasa menyegarkan saat diaplikasikan. Tekstur ringan tersebut membuat produk mudah digunakan pada berbagai jenis kulit.

Sebaliknya, produk moisturizing cenderung memiliki tekstur yang lebih kaya dan lebih pekat. Bentuknya sering berupa krim atau lotion yang meninggalkan lapisan pelindung pada kulit. Karakteristik ini membuat produk moisturizing sangat membantu menjaga kelembapan terutama pada lingkungan yang dingin atau kering.

5. Hydrating dan moisturizing dapat digunakan bersamaan

ilustrasi pria menggunakan skincare (pexels.com/www.kaboompics.com)

Banyak orang mengira harus memilih salah satu antara produk hydrating atau moisturizing. Padahal, kedua jenis produk tersebut justru dapat digunakan dalam satu rutinitas perawatan kulit. Kombinasi keduanya sering memberikan hasil yang lebih optimal dibanding hanya menggunakan salah satunya.

Urutan yang umum dilakukan adalah menggunakan produk hydrating terlebih dahulu agar kulit memperoleh asupan air yang cukup. Setelah itu, produk moisturizing digunakan untuk membantu menjaga kadar air tersebut tetap berada di dalam kulit. Pendekatan ini membantu kulit terasa lebih sehat, nyaman, dan terawat sepanjang hari.

Memahami perbedaan hydrating dan moisturizing merupakan langkah penting dalam membangun rutinitas perawatan kulit yang efektif. Meski sering terdengar mirip, keduanya memiliki fungsi berbeda yang sama-sama dibutuhkan oleh kulit. Dengan pemilihan produk yang tepat, kondisi kulit dapat terjaga lebih optimal sesuai kebutuhannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article