Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bawa Budaya Indonesia, Ini Perjalanan Vicky dan Gisela ke Ajang Internasional

8 min read
Bawa Budaya Indonesia, Ini Perjalanan Vicky dan Gisela ke Ajang Internasional
Konferensi Pers Puteri Indonesia Goes to International 2026 yang digelar di Ice Palace, Lotte Mall Jakarta. 2 November 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)
  • Vicky akan mewakili Indonesia di Miss International 2026 di Jepang, sementara Gisela berlaga di Miss Charm 2026 di Vietnam, dengan persiapan komunikasi, budaya, public speaking, dan catwalk.

  • Gisela membawa pengalaman akademis serta pemberdayaan pemuda untuk Miss Charm; Vicky mengusung advokasi lingkungan KELANA di Miss International, didukung latar belakang seni kontemporer.

  • Keduanya memakai kostum nasional bertema Sriwijaya dan Sumatera sebagai diplomasi budaya, sekaligus memperkenalkan pariwisata, kreativitas, serta produk lokal Indonesia di panggung global.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menjadi Puteri Indonesia bukan hanya tentang mengenakan mahkota dan berdiri di atas panggung dengan balutan gaun terbaik. Di balik selempang yang disandang, ada tanggung jawab untuk membawa nama bangsa, memperkenalkan kekayaan budaya, sekaligus menunjukkan kualitas perempuan Indonesia di hadapan dunia.

Hal inilah yang dibawa oleh dua perwakilan Puteri Indonesia 2026, yakni Victoria Veronica Titisari Kosasieputri atau Vicky sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2026 dan Gisela Thesa sebagai Puteri Indonesia Pendidikan 2026. Keduanya akan berkompetisi di ajang internasional yang berbeda. Vicky dijadwalkan mewakili Indonesia di Miss International 2026 di Jepang, sedangkan Gisela akan berlaga di Miss Charm 2026 di Vietnam.

Melalui konferensi pers bertajuk Puteri Indonesia Goes to International 2026 yang digelar di Ice Palace, Lotte Mall Jakarta, pada 2 November 2026, Yayasan Puteri Indonesia (YPI) bersama PT Mustika Ratu Tbk memperkenalkan kesiapan kedua delegasi. Perjalanan ini bukan sekadar kompetisi kecantikan, melainkan kesempatan untuk memperkenalkan budaya, pariwisata, kreativitas, hingga potensi produk lokal Indonesia.

  1. 1. Persiapan Vicky dan Gisela semakin matang untuk bersaing di panggung dunia

    Konferensi Pers Puteri Indonesia Goes to International 2026 yang digelar di Ice Palace, Lotte Mall Jakarta. 2 November 2026
    Konferensi Pers Puteri Indonesia Goes to International 2026 yang digelar di Ice Palace, Lotte Mall Jakarta. 2 November 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

    Mengikuti kompetisi kecantikan internasional membutuhkan lebih dari sekadar penampilan. Para delegasi harus mempersiapkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, pengetahuan budaya, hingga cara membawa diri di hadapan masyarakat dari berbagai negara. Hal tersebut juga menjadi bagian penting dari perjalanan Vicky dan Gisela sebelum berangkat ke Jepang dan Vietnam.

    Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia, Putri Kus Wisnu Wardani, mengungkapkan rasa syukurnya melihat perkembangan para finalis yang semakin serius mempersiapkan diri dari tahun ke tahun. Menurutnya, kesungguhan tersebut terlihat dari kemauan mereka mengikuti berbagai pembelajaran yang telah disediakan yayasan.

    "Semakin tahun puteri semakin keras untuk mengikuti perlombaan ini, semakin punya kesadaran untuk mengikuti pelajaran yang kami sediakan," ungkapnya.

    Ia mencontohkan Vicky, yang bahkan mempelajari bahasa Jepang agar mampu menyampaikan pidato singkat menggunakan bahasa negara tempat kompetisi berlangsung. Sementara itu, Gisela juga dinilai terus membuka diri dan mengembangkan potensinya hingga mencapai tahap persiapan saat ini.

    Berbagai kemampuan, seperti public speaking, catwalk, menjawab pertanyaan, hingga pemahaman budaya menjadi bekal yang terus diasah. Putri pun berharap kerja keras keduanya mendapatkan apresiasi dan dapat membuahkan hasil terbaik bagi Indonesia.

    "Saya berharap bisa membawa kemenangan yang membanggakan bagi Indonesia. Mereka serius dan betul-betul upgrade diri, mempelajari ilmu-ilmu yang diberikan, public speaking, catwalk, mencoba menjawab pertanyaan, dan pemahaman mengenai budaya," tambahnya.

  2. 2. Gisela ingin menikmati pengalaman baru sekaligus mengenal budaya dunia

    Konferensi Pers Puteri Indonesia Goes to International 2026 yang digelar di Ice Palace, Lotte Mall Jakarta. 2 November 2026
    Konferensi Pers Puteri Indonesia Goes to International 2026 yang digelar di Ice Palace, Lotte Mall Jakarta. 2 November 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

    Gisela Thesa akan mewakili Indonesia di Miss Charm 2026 yang berlangsung di Ho Chi Minh City, Vietnam, pada 15 November hingga 5 Desember 2026. Sebagai Puteri Indonesia Pendidikan 2026, ia membawa latar belakang akademis dan pengalaman yang cukup beragam.

    Gisela merupakan lulusan Universitas Indonesia dengan predikat cum laude, IPK 3,86, serta lulusan terbaik kedua Fakultas Ilmu Administrasi UI pada 2024. Selain berkiprah sebagai praktisi komunikasi dan wirausahawan kreatif, ia juga aktif dalam pemberdayaan pemuda. Pengalamannya mengikuti sejumlah forum internasional di Barcelona, Praha, Bangkok, dan Moskow turut menjadi bekal untuk berinteraksi dengan masyarakat global.

    Meski kompetisi internasional tentu menghadirkan ekspektasi, Gisela mengaku ingin memberikan ruang bagi dirinya untuk menikmati setiap proses yang akan dijalani. Baginya, perjalanan ke luar negeri bukan hanya tentang mengejar kemenangan, tetapi juga kesempatan untuk mempelajari kebudayaan baru dan menciptakan pengalaman yang berharga.

    "Kita tahu ini kompetisi, kita semua punya ekspektasi, tapi ketika saya menginjakkan kaki, saya ingin menikmati semua momen yang ada, belajar budaya, dan menciptakan pengalaman baru," tutur Gisela.

    Ia juga bercerita bahwa masa persiapan mengajarkannya banyak hal tentang dirinya sendiri. Menjalankan tugas sebagai Puteri Indonesia sekaligus mempersiapkan kompetisi internasional bukanlah hal mudah. Ada kalanya ia merasa kewalahan dan terpuruk karena harus membagi waktu antara berbagai tanggung jawab.

    Terlebih, kali ini menjadi pengalaman pertamanya tinggal jauh dari orangtua. Namun, situasi tersebut justru mengajarkannya untuk lebih mandiri, mengatur waktu, dan memahami cara mengelola diri sendiri. Pengalaman ini menjadi bekal penting yang tidak hanya berguna selama kompetisi, tetapi juga untuk perjalanan hidupnya ke depan.

  3. 3. Vicky bawa advokasi KELANA dan inspirasi dari anime Naruto

    Konferensi Pers Puteri Indonesia Goes to International 2026 yang digelar di Ice Palace, Lotte Mall Jakarta. 2 November 2026
    Konferensi Pers Puteri Indonesia Goes to International 2026 yang digelar di Ice Palace, Lotte Mall Jakarta. 2 November 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

    Berbeda dari Gisela, Victoria Veronica Titisari Kosasieputri atau Vicky akan berkompetisi di Miss International 2026 yang berlangsung di Tokyo Dome City Hall, Jepang, pada 11–25 November 2026. Sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2026, ia membawa perhatian pada isu lingkungan melalui advokasi yang diberi nama KELANA, singkatan dari Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda.

    Melalui gerakan tersebut, Vicky ingin mengajak generasi muda untuk lebih mengenal lingkungan di sekitar mereka. Baginya, kepedulian terhadap alam dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti memahami kondisi lingkungan dan membangun kesadaran untuk ikut menjaganya.

    Menariknya, Vicky juga memiliki sumber inspirasi yang cukup dekat dengan dunia hiburan Jepang, yakni anime Naruto. Ia mengaku menyukai serial tersebut karena karakter utamanya memiliki perjalanan hidup yang penuh tantangan, tetapi tetap berpegang pada mimpi besar yang ingin dicapai.

    "Saya sangat menyukai anime, salah satunya Naruto, yang menjadi inspirasi karena lahir dalam keluarga broken home tapi punya mimpi menjadi Hokage, leader sebuah negara. Dengan goal itu, saya juga berharap bisa mewujudkan hal sama di Miss International," ungkap Vicky.

    Kisah Naruto yang tidak menyerah pada keadaan menjadi pengingat bahwa latar belakang bukanlah batas untuk menentukan masa depan. Semangat tersebut sejalan dengan perjalanan Vicky yang ingin membawa advokasi, gagasan, serta identitas Indonesia ke panggung internasional.

    Selain aktif dalam gerakan lingkungan, Vicky juga memiliki latar belakang pendidikan seni yang kuat. Ia merupakan lulusan Central Saint Martins, University of the Arts London, dengan predikat First Class Honours di bidang Fine Art, serta meraih gelar magister Contemporary Art Practice dari Royal College of Art, Inggris. Pengalaman di bidang seni kontemporer, musik, seni pertunjukan, dan modeling menjadi modal untuk memperkenalkan Indonesia melalui perspektif kreativitas.

  4. 4. National costume jadi medium diplomasi budaya Indonesia

    Konferensi Pers Puteri Indonesia Goes to International 2026 yang digelar di Ice Palace, Lotte Mall Jakarta. 2 November 2026
    Konferensi Pers Puteri Indonesia Goes to International 2026 yang digelar di Ice Palace, Lotte Mall Jakarta. 2 November 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

    Salah satu momen yang selalu menarik perhatian dalam kompetisi kecantikan internasional adalah penampilan national costume. Lebih dari sekadar busana megah, kostum nasional menjadi medium untuk menyampaikan cerita tentang sejarah, filosofi, dan kekayaan budaya suatu bangsa.

    Dalam kesempatan ini, Vicky akan mengenakan kostum bertajuk "PADMA SRIWIJAYA – The Sacred Lotus of Sriwijaya" karya desainer Inggi Kendran. Terinspirasi dari bunga teratai dan kejayaan Sriwijaya sebagai salah satu kerajaan maritim besar di Nusantara, busana ini merepresentasikan kemurnian, kelahiran kembali, serta kekuatan untuk terus tumbuh di tengah berbagai tantangan.

    Bunga teratai juga menjadi simbol keindahan yang tetap mekar tanpa kehilangan jati diri. Melalui kostum tersebut, Vicky ingin membawa kembali kisah kejayaan Sriwijaya sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya Indonesia yang terus hidup lintas generasi. Untuk penampilan preliminary, Vicky akan mengenakan gaun dari Le Couture, sedangkan gaun grand final didukung oleh Jessie Gunawan.

    Sementara itu, Gisela akan memperkenalkan kostum "The Golden Daughter of Sumatera: Puteri Pucuk Rebung" karya Topan Sapta x Bubah Alfian. Kostum ini terinspirasi dari motif pucuk rebung yang melambangkan pertumbuhan, harapan, dan ketangguhan perempuan Sumatera.

    Balutan kain songket dengan kilauan emas menjadi representasi warisan budaya, ketekunan, serta keanggunan perempuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Filosofinya menggambarkan perempuan Sumatera sebagai sosok yang kuat, berani, dan tetap menjaga akar budayanya.

    Putri Kus Wisnu Wardani juga menegaskan bahwa kedua delegasi membawa kekayaan budaya dari daerah yang berbeda. "Kami membawa budaya Sumatera Selatan dan Sriwijaya," ujarnya. Melalui busana tersebut, Indonesia tidak hanya hadir lewat penampilan, tetapi juga melalui cerita dan nilai yang melekat pada setiap detailnya.

  5. 5. Harapan besar untuk membawa prestasi dan memperkenalkan produk lokal Indonesia

    Konferensi Pers Puteri Indonesia Goes to International 2026 yang digelar di Ice Palace, Lotte Mall Jakarta. 2 November 2026
    Konferensi Pers Puteri Indonesia Goes to International 2026 yang digelar di Ice Palace, Lotte Mall Jakarta. 2 November 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

    Keikutsertaan Vicky dan Gisela di kompetisi internasional juga menjadi bagian dari upaya memperluas pengenalan potensi Indonesia di mata dunia. Selain budaya dan pariwisata, keduanya diharapkan dapat memperkenalkan kreativitas serta produk unggulan dalam negeri kepada audiens global.

    Sebagai pendiri dan sponsor utama Yayasan Puteri Indonesia, PT Mustika Ratu Tbk turut mendukung pemberdayaan perempuan dan promosi potensi lokal. Perusahaan yang telah berpengalaman lebih dari lima dekade di industri beauty and wellness ini menjadikan warisan budaya serta kekayaan alam Nusantara sebagai fondasi pengembangan produk kecantikan dan perawatan diri.

    Melalui kiprah kedua puteri di panggung internasional, pengenalan produk kecantikan lokal, termasuk Mustika Ratu, diharapkan semakin luas. Hal ini sejalan dengan upaya meningkatkan apresiasi terhadap inovasi Indonesia sekaligus memperkuat daya saing produk dalam negeri.

    Putri Kus Wisnu Wardani pun menyampaikan optimisme terhadap peluang Vicky dan Gisela untuk meraih hasil terbaik. Ia melihat dukungan dari pageant lovers di berbagai negara sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap keseriusan para delegasi Indonesia dalam mempersiapkan diri.

    Baginya, kerja keras keduanya bukan hanya tentang membawa pulang mahkota, melainkan juga memperlihatkan kualitas perempuan Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan identitas bangsa.

    Perjalanan Vicky dan Gisela menjadi pengingat bahwa panggung internasional dapat menjadi ruang yang lebih luas untuk memperkenalkan Indonesia. Dengan bekal pendidikan, kreativitas, advokasi, dan kecintaan terhadap budaya, keduanya diharapkan mampu membawa cerita Nusantara melintasi batas negara sekaligus menginspirasi perempuan muda untuk berani bermimpi dan mengambil peran di dunia.