Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Nilam Onasis Kenalkan Budaya Indonesia di Eropa Lewat Kain Tradisional
Nilam Onasis, Puteri Indonesia Kebudayaan 2026 (foto: @_anastasia_718 dan @fia_fds | instagram.com/nilamonasis)
  • Nilam Onasis Sahputri, Puteri Indonesia Kebudayaan 2026, menjalani kegiatan budaya di Eropa sepanjang Agustus 2026 untuk memperkenalkan kain tradisional, busana adat, dan tradisi Nusantara.
  • Di Hamburg, ia mengenakan busana adat Tidore dalam parade kebaya dan peragaan busana pada Pesta Rakyat HUT ke-81 RI, yang turut menampilkan seni, kuliner, serta permainan tradisional.
  • Nilam menghadiri peringatan kemerdekaan di Bern dan Festival Indonesia 2026 di Rheinfelden, sambil menekankan peran generasi muda melestarikan budaya melalui teknologi dan media sosial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperkenalkan budaya Indonesia. Salah satunya lewat fashion dan kain tradisional yang jadi identitas dari berbagai daerah di Nusantara. Hal inilah yang dilakukan Nilam Onasis Sahputri, Puteri Indonesia Kebudayaan 2026, saat menjalani rangkaian kegiatan di Eropa sepanjang Agustus 2026.

Kehadiran Nilam di Eropa pun menjadi kesempatan untuk menunjukkan kekayaan budaya Indonesia. Ia memperkenalkan Indonesia bukan hanya lewat penampilan, tetapi juga melalui kain tradisional, busana adat, hingga berbagai tradisi di Nusantara.

Mulai dari tenun Tidore yang ia kenakan di Hamburg, perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Bern, hingga Festival Indonesia 2026 di Rheinfelden, semuanya menjadi ruang bagi Nilam untuk membawa cerita tentang Nusantara semakin jauh.

1. Tampil dengan Tenun Tidore di Hamburg, Jerman

Nilam Onasis, Puteri Indonesia Kebudayaan 2026 (foto: @razizdz | instagram.com/nilamonasis)

Nilam Onasis memulai perjalanannya di Eropa pada 15 Agustus 2026 di Hamburg, Jerman. Ia hadir dalam Pesta Rakyat HUT ke-81 Republik Indonesia yang digelar oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hamburg bersama masyarakat Indonesia, diaspora, komunitas Indonesia, serta Friends of Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Nilam turut tampil dalam parade kebaya Indonesia dan menjadi model dalam fashion show. Nilam tampil memesona dibalut busana adat Tidore dari Maluku Utara. Pesta Rakyat HUT ke-81 RI ini jadi salah satu momentum merayakan kemerdekaan sekaligus memperkenalkan berbagai kekayaan budaya Indonesia.

2. Perkenalkan budaya Indonesia lewat kain dan busana adat

Nilam Onasis, Puteri Indonesia Kebudayaan 2026 (instagram.com/nilamonasis)

Bagi Nilam, memperkenalkan kain tradisional di luar negeri menjadi salah satu cara untuk membuka percakapan tentang Indonesia. Perempuan asal Kalimantan Utara ini juga mengungkapkan bahwa kain dan busana tradisional dapat menjadi pintu masuk yang menarik untuk mengenalkan identitas Indonesia.

Kehadiran Nilam di Eropa tidak berhenti pada urusan fashion saja. Di Hamburg, misalnya, Pesta Rakyat juga menghadirkan pertunjukan seni Nusantara, kuliner Indonesia, serta permainan tradisional. Perpaduan berbagai unsur budaya ini membuat masyarakat di luar negeri bisa melihat Indonesia dari banyak sisi.

“Saya percaya budaya adalah salah satu bahasa yang paling mudah diterima oleh siapa pun. Ketika kita memperkenalkan kain, busana, tarian, atau tradisi Indonesia, sebenarnya kita sedang memperkenalkan siapa kita sebagai bangsa,” ujar Nilam kepada IDN Times.

3. Rayakan Kemerdekaan Indonesia di Bern, Swiss

Nilam Onasis, Puteri Indonesia Kebudayaan 2026 (foto: KBRI Indonesia di Swiss | instagram.com/nilamonasis)

Usai dari Hamburg, Nilam Onasis melanjutkan perjalanannya ke Swiss. Pada 17 Agustus 2026, ia menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung di Wisma Duta Besar RI di Bern. Ia juga sempat bertemu dengan Bapak I Gede Ngurah Swajaya, Dubes RI untuk Swiss dan Liechtenstein.

Momen tersebut menjadi pengalaman emosional tersendiri karena perayaan kemerdekaan dilakukan jauh dari Tanah Air. Meski begitu, rasa nasionalisme dan cinta Tanah Air justru semakin ia rasakan ketika berada jauh dari Indonesia.

“Nasionalisme bukan hanya tentang mencintai Indonesia ketika kita berada di Tanah Air. Ketika berada jauh dari Indonesia, rasa memiliki itu justru semakin terasa. Saat Merah Putih berkibar di luar negeri, kita kembali diingatkan bahwa identitas Indonesia selalu kita bawa di mana pun kita berada,” kata Nilam.

4. Hadiri Festival Indonesia 2026 di Rheinfelden

Nilam Onasis, Puteri Indonesia Kebudayaan 2026 (foto: @fia_fds | instagram.com/nilamonasis)

Rangkaian kegiatan Nilam di Swiss berlanjut pada 22 Agustus 2026 melalui Festival Indonesia 2026 di Kurbrunnenanlage, Rheinfelden. Festival yang diselenggarakan Perhimpunan Indonesia Swiss atau Verein Indonesia Schweiz (VIS) dengan dukungan KBRI Bern ini menjadi salah satu agenda dalam perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Swiss.

Beragam kekayaan Nusantara ditampilkan pada festival tersebut. Mulai dari tari tradisional, musik, angklung, batik, busana, kuliner, hingga produk kreatif Indonesia. Di sana, Nilam juga berinteraksi dalam kegiatan yang mempertemukan masyarakat Indonesia dengan masyarakat Swiss tersebut.

“Saya ingin ketika orang mengenal budaya Indonesia, mereka tidak berhenti pada rasa kagum, tetapi menjadi ingin tahu lebih jauh tentang Indonesia. Dari budaya, kita bisa membuka cerita tentang sejarah, masyarakat, pariwisata, hingga kreativitas anak bangsa,” ujar Nilam.

5. Jadikan generasi muda sebagai pelestari budaya

Nilam Onasis, Puteri Indonesia Kebudayaan 2026 (foto: @_anastasia_718 dan @fia_fds | instagram.com/nilamonasis)

Menurut Nilam, generasi muda memiliki posisi penting dalam menjaga keberlanjutan budaya. Perkembangan teknologi dan media sosial dapat dimanfaatkan untuk membuat tradisi lebih dekat dengan generasi baru tanpa kehilangan nilai yang menjadi akar kebudayaan tersebut.

“Tradisi boleh berkembang mengikuti zaman, cara kita memperkenalkannya juga boleh berubah, tetapi nilai dan akar budayanya harus tetap kita jaga. Bagi saya, inilah salah satu tanggung jawab generasi muda terhadap kebudayaan Indonesia,” jelasnya.

Perjalanan Nilam di Swiss juga memiliki cerita personal. Sebelum terpilih sebagai Puteri Indonesia Kebudayaan 2026, ia pernah menjalani pendidikan double degree di negara tersebut. Kini, ia kembali ke Swiss dengan membawa misi yang berbeda yaitu memperkenalkan Indonesia melalui budaya dan pengalaman yang dimilikinya.

“Menjadi Puteri Indonesia Kebudayaan bagi saya adalah menjadi jembatan antara Indonesia dan dunia, antara generasi muda dan tradisi. Saya ingin terus membawa pesan bahwa Indonesia memiliki budaya yang luar biasa kaya dan kita punya tanggung jawab bersama untuk menjaganya agar tetap hidup dan dikenal dunia,” kata Nilam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article