"Dalam watchmaking, detail seperti ini membutuhkan kontrol presisi karena dapat memengaruhi kualitas dan karakter produk. Melalui karya ini, saya ingin memperlihatkan bahwa jejak teknis dalam proses pembuatan juga dapat menjadi ekspresi desain," ujar Naoya.
3 Hal yang Membuat Jam Tangan Layak Dipandang Sebagai Karya Seni

- Pameran SEIKO Power Design Project 2026 di Plaza Senayan menampilkan tujuh jam konsep yang menyoroti detail kecil dalam watchmaking Jepang sebagai sumber inspirasi desain.
- Dua desainer Jepang, Naoya Sukeda dan Miho Wada, menunjukkan bagaimana teknologi dan kreativitas berpadu untuk mengubah elemen teknis menjadi ekspresi artistik dalam pembuatan jam tangan.
- Melalui pameran ini, publik diajak memahami bahwa setiap komponen jam tangan memiliki makna desain mendalam yang mencerminkan presisi, imajinasi, dan dedikasi tinggi terhadap craftsmanship.
Jakarta, IDN Times - Bagi sebagian orang, jam tangan mungkin hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu. Namun di balik sebuah timepiece, terdapat proses panjang yang melibatkan presisi, kreativitas, hingga perhatian terhadap detail yang membuat setiap desain memiliki karakter tersendiri.
Pandangan tersebut dihadirkan SEIKO melalui Power Design Project 2026: Passionately and Obsessively Crafted Watches di Jakarta. Pameran concept watch yang berlangsung di level 3 Plaza Senayan di Marygold Markt pada 20 Juli hingga 1 Agustus 2026 ini, mengajak publik melihat sisi lain dunia watchmaking Jepang dengan menampilkan tujuh jam konsep yang mengeksplorasi detail-detail kecil yang selama ini kerap luput dari perhatian.
Table of Content
1. Detail kecil ternyata menjadi awal lahirnya sebuah desain ikonik

Saat melihat sebuah jam tangan, perhatian biasanya tertuju pada bentuk case atau warna dial. Padahal, banyak elemen kecil yang justru menjadi identitas sebuah timepiece, mulai dari tekstur permukaan, penanda jam, hingga mekanisme penggeraknya.
Melalui Power Design Project edisi ke-13, SEIKO mengangkat tujuh elemen watchmaking sebagai sumber inspirasi desain, yaitu Machining Marks, Spherical Surface, Dial Texture, Manual Winding, Bar Indices, Day Indicator, dan Hands. Ketujuh elemen tersebut menunjukkan bahwa bagian yang sering dianggap sederhana justru mampu membentuk karakter sebuah jam tangan secara keseluruhan.
Pameran ini sekaligus memperlihatkan bagaimana sebuah jam tangan lahir bukan hanya dari aspek fungsional, tetapi juga dari eksplorasi desain yang berangkat dari perhatian terhadap detail sekecil apa pun.
2. Watchmaking adalah perpaduan antara teknologi dan kreativitas

SEIKO menghadirkan dua desainer dari Jepang, yakni Naoya Sukeda, Design Director of SEIKO Selection Team, dan Miho Wada, Design Director of Credor Team. Keduanya berbagi filosofi mengenai bagaimana proses kreatif dapat mengubah detail teknis menjadi elemen estetis yang memiliki nilai artistik.
Naoya Sukeda menjelaskan, bahwa karya Machining Marks terinspirasi dari jejak yang muncul selama proses pemesinan material.
Sementara itu, Miho Wada melalui konsep Bar Indices ingin menunjukkan bahwa keindahan sebuah jam tangan sering kali hadir dari elemen yang paling sederhana.
"Penanda jam pada dial dapat menangkap cahaya, menciptakan pantulan metalik, dan menghadirkan ekspresi yang berubah sesuai sudut pandang. Melalui detail ini, saya ingin menunjukkan bagaimana craftsmanship dapat terasa lebih hidup ketika diperhatikan dari dekat," kata Miho.
3. Pameran ini mengajak publik memahami cerita di balik sebuah jam tangan

Lebih dari sekadar memamerkan koleksi concept watch, Power Design Project 2026 ingin memperkenalkan proses berpikir yang terjadi sebelum sebuah jam tangan diproduksi. Pengunjung diajak memahami bahwa setiap bentuk, tekstur, hingga komponen memiliki alasan desain yang dirancang secara matang.
Director PT Asia Jaya Indah, Kevin Lie, mengatakan bahwa pameran ini menjadi kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk melihat sisi eksploratif SEIKO yang jarang diketahui publik.
"Melalui SEIKO Power Design Project 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman yang memperlihatkan bahwa di balik sebuah jam tangan terdapat proses berpikir, ketelitian, dan perhatian terhadap detail yang sangat mendalam. Craftsmanship tidak hanya terlihat dari hasil akhir, tetapi juga dari cara setiap elemen desain diberi makna," ujarnya.
Melalui kehadirannya di Jakarta, SEIKO membuka ruang bagi para pencinta jam tangan maupun masyarakat umum untuk mengenal watchmaking Jepang dari perspektif yang berbeda. Bukan hanya sebagai produk penunjuk waktu, tetapi juga sebagai karya desain yang lahir dari perpaduan antara presisi, imajinasi, dan dedikasi tinggi terhadap craftsmanship.
Sebuah jam tangan bukan hanya tentang menghitung waktu, melainkan juga menyimpan cerita mengenai proses kreatif, ketelitian, dan filosofi yang melatarbelakangi setiap detailnya. Melalui Power Design Project 2026, SEIKO mengajak publik melihat bahwa keindahan sering kali lahir dari hal-hal kecil yang selama ini jarang disadari.
Kalau kamu tertarik dengan dunia horologi atau ingin melihat lebih dekat bagaimana sebuah timepiece dirancang dari sudut pandang para desainer, pameran SEIKO Power Design Project 2026 bisa jadi destinasi menarik untuk menambah inspirasi sekaligus mengapresiasi seni di balik watchmaking Jepang.



![[QUIZ] Nama Kamu Selalu Ada di Doanya Dia, Udah Secinta Itu!](https://image.idntimes.com/post/20250401/roses-2840743-1920-6c73b2f79b9f059dd85b5749830c57c5-1857b1f4cb0747c6cd018441e11122ab.jpg)

![[QUIZ] Seberapa Menarik Kamu di Mata Calon Mertua? Cari Tahu dari Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20240405/carly-rae-hobbins-znhoizjjiya-unsplash-43ebdcaa1f5597c22ff76a7501e17cc8.jpg)

![[QUIZ] Kalau Pacaran Sama Orang Ini, Gak Bakalan Banyak Drama Percintaan, Deh!](https://image.idntimes.com/post/20210516/fromandroid-0cad1d73f321b9aa214997a4c25c63ad.jpg)

![[QUIZ] Kalau Kamu Ajak Serius, Orang Ini Pasti Akan Bilang Yes!](https://image.idntimes.com/post/20260420/1000212194_6ee8260b-5d47-48df-9ef0-2d1118c4b5ea.jpg)











