Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Mengurangi Bau Keringat pada Topi Pria, Perhatikan!
ilustrasi pria memakai topi (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Keringat dan minyak kulit kepala dapat membuat topi berbau; bersihkan bagian dalam rutin dengan kain atau sikat lembut tanpa menggosok terlalu keras.
  • Setelah dipakai, angin-anginkan topi di tempat bersirkulasi baik sebelum disimpan agar kelembapan menguap; baking soda dapat membantu menyerap bau.
  • Parfum tidak menghilangkan sumber bau. Jika perlu dicuci, periksa label, gunakan deterjen lembut secara manual, lalu keringkan alami tanpa panas berlebihan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Topi menjadi salah satu aksesori yang sering digunakan pria untuk aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, berolahraga, hingga bepergian. Masalahnya, bagian dalam topi mudah terkena keringat dan minyak dari kulit kepala sehingga lama-kelamaan dapat menimbulkan bau kurang sedap. Jika hanya diangin-anginkan, aroma tersebut terkadang tetap menempel pada serat kain.

Bau pada topi sebenarnya bisa dikurangi dengan perawatan sederhana yang dilakukan secara rutin. Kuncinya bukan sekadar memberikan pewangi, tetapi membersihkan sumber bau dan memastikan topi benar-benar kering sebelum digunakan kembali. Berikut beberapa cara praktis yang bisa dicoba agar topi pria tetap segar dan nyaman dipakai.

1. Bersihkan bagian dalam topi secara rutin

ilustrasi pria memakai topi (pexels.com/Atlantic Ambience)

Bagian dalam topi biasanya menjadi area yang paling banyak bersentuhan dengan keringat dan minyak kulit kepala. Jika dibiarkan terlalu lama, kotoran tersebut dapat menumpuk dan menyebabkan munculnya aroma tidak sedap. Karena itu, membersihkan bagian dalam topi secara rutin menjadi langkah pertama yang penting.

Gunakan kain lembut atau sikat berbulu halus yang sedikit dibasahi untuk membersihkan area tersebut. Jika diperlukan, gunakan sedikit sabun lembut lalu bersihkan dengan kain yang sudah diperas. Hindari menggosok terlalu keras karena dapat merusak tekstur bahan atau bentuk topi.

2. Jangan langsung menyimpan topi setelah berkeringat

ilustrasi pria memakai topi snapback (pexels.com/cottonbro studio)

Salah satu kebiasaan yang dapat membuat topi cepat bau adalah langsung memasukkannya ke dalam tas setelah digunakan. Kondisi lembap akibat keringat membuat lingkungan di dalam topi menjadi lebih mudah menimbulkan aroma tidak sedap. Kebiasaan tersebut juga membuat topi membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar kering.

Setelah digunakan, letakkan topi di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Biarkan bagian dalamnya terbuka agar kelembapan dapat menguap sebelum topi disimpan. Cara sederhana ini bisa dilakukan setiap kali selesai menggunakan topi, terutama setelah aktivitas fisik.

3. Gunakan baking soda untuk menyerap bau

ilustrasi baking soda (pexels.com/Karolina Grabowska)

Baking soda dapat menjadi salah satu pilihan sederhana untuk membantu mengurangi bau pada topi. Bahan tersebut dapat membantu menyerap aroma yang menempel pada permukaan tertentu. Cara penggunaannya juga cukup praktis untuk perawatan topi di rumah.

Taburkan sedikit baking soda pada bagian dalam topi dan biarkan selama beberapa jam atau semalaman. Setelah itu, bersihkan sisa baking soda dengan sikat lembut atau kain kering. Sebaiknya lakukan pengujian pada area kecil terlebih dahulu, terutama jika bahan topi memiliki karakter khusus.

4. Jangan terlalu sering mengandalkan parfum

ilustrasi pria memakai parfum (pexels.com/ rehman yousaf)

Menyemprotkan parfum langsung ke topi memang dapat membuat aromanya terasa lebih segar untuk sementara. Namun, cara tersebut tidak menghilangkan keringat, minyak, dan kotoran yang menjadi sumber bau. Jika dilakukan berulang kali, campuran aroma parfum dan bau keringat justru bisa menghasilkan aroma yang semakin kurang nyaman.

Lebih baik bersihkan topi terlebih dahulu sebelum menggunakan pewangi. Jika ingin memberikan aroma tambahan, pilih produk yang memang dirancang untuk bahan kain dan gunakan secukupnya. Prinsipnya, pewangi sebaiknya menjadi pelengkap setelah topi bersih, bukan pengganti proses pembersihan.

5. Cuci topi sesuai materialnya

ilustrasi topi baseball (pexels.com/Stanley Morales)

Jika bau sudah terlalu kuat, pencucian mungkin diperlukan untuk menghilangkan kotoran yang menempel lebih menyeluruh. Namun, tidak semua topi bisa dicuci dengan cara yang sama karena material, bentuk, dan konstruksinya berbeda. Topi dengan struktur tertentu bahkan dapat berubah bentuk jika direndam atau dimasukkan ke mesin cuci.

Periksa label perawatan terlebih dahulu sebelum mencuci topi. Jika memungkinkan, cuci secara manual menggunakan air dan deterjen lembut, lalu bilas hingga bersih. Setelah itu, keringkan secara alami di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik dan hindari panas berlebihan yang dapat memengaruhi bentuk atau materialnya.

Merawat topi agar tidak bau sebenarnya tidak membutuhkan cara yang rumit. Membersihkan bagian dalam secara rutin, mengeringkannya setelah digunakan, serta mencuci sesuai material dapat membantu menjaga topi tetap segar. Kebiasaan sederhana tersebut juga dapat membuat topi lebih nyaman digunakan dalam jangka panjang.

Jadi, jangan menunggu sampai bau keringat sudah terlalu kuat baru membersihkan topi. Perawatan ringan setelah digunakan justru lebih mudah daripada mencoba menghilangkan aroma yang sudah lama menempel. Dengan rutinitas tersebut, topi favorit tetap bisa digunakan berkali-kali tanpa mengorbankan kenyamanan dan kesegaran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article