Dr. Martens Rayakan Kreativitas Lewat Kampanye With Bouncing Soles

- Dr. Martens menghidupkan kembali makna With Bouncing Soles, dari ciri sol berteknologi air-cushioned menjadi simbol kreativitas, individualitas, dan kebebasan berekspresi.
- Kampanye AW26 menggandeng Chloë Sevigny, Jordan Stephens, Naomi Watanabe, serta penggiat komunitas global untuk membagikan pengalaman personal tentang hal yang mendorong ekspresi diri.
- Kampanye menampilkan lima siluet ikonis dalam kulit Crazy Horse dan warna baru, sekaligus berkembang menjadi platform global melalui kolaborasi, workshop, pengalaman ritel, serta kegiatan komunitas.
Sejak pertama kali meluncurkan boot 1460 pada 1960, Dr. Martens punya tiga kata ikonis yang selalu melekat di setiap produknya: With Bouncing Soles. Lebih dari sekadar slogan, frasa ini kini menjadi representasi kreativitas, individualitas, dan kebebasan berekspresi yang melekat pada karakter merek selama lebih dari 65 tahun.
Awalnya, With Bouncing Soles merujuk pada sol berbantalan udara (air-cushioned sole) yang menjadi ciri khas Dr. Martens. Namun, seiring berjalannya waktu, maknanya berkembang menjadi sesuatu yang lebih personal.
Kini, semangat tersebut mencerminkan keberanian para pemakainya untuk menjadi diri sendiri, tampil berbeda, dan meninggalkan jejak melalui kreativitas. Melintasi generasi, budaya, hingga komunitas, Dr. Martens terus menjadi bagian dari identitas mereka.
“With Bouncing Soles telah ada pada sejumlah boot dan sepatu paling ikonis kami sejak produksi dimulai pada 1960. Kini Bouncing Soles menjadi benang kreatif yang menghubungkan mereka yang telah membentuk Dr. Martens dengan generasi baru yang sedang menemukan merek ini dengan caranya sendiri. Ini adalah undangan untuk merayakan kreativitas, individualitas, dan kepercayaan diri untuk mengekspresikan diri. Apa yang membuat sol Anda ‘bounce’? Dalam beberapa hal, meluangkan waktu untuk bertanya sama pentingnya dengan jawabannya," ujar Neil Cummings, Global Brand Creative Director dalam keterangan resminya.
Table of Content
1. Menggandeng kreator dan penggerak budaya dari berbagai dunia

Dr. Martens hadirkan With Bouncing Soles (Dok. Dr. Martens) Kampanye AW26 menghadirkan deretan kreator, perintis budaya, dan penggerak komunitas yang merepresentasikan semangat With Bouncing Soles. Mereka di antaranya aktris sekaligus ikon gaya Chloë Sevigny, musisi, penulis, dan advokat kesehatan mental Jordan Stephens, serta komedian dan pengusaha Naomi Watanabe. Kampanye ini juga melibatkan sejumlah penggiat komunitas Doc’s dari berbagai penjuru dunia.
Masing-masing punya cerita dan perspektif berbeda untuk menjawab pertanyaan What Makes Your Sole Bounce? Lewat pengalaman personal mereka, kampanye ini memperlihatkan bagaimana kreativitas dan ekspresi diri menjadi bagian penting dari karakter Dr. Martens.
“Dr. Martens adalah item yang makin personal seiring waktu. Bagi saya, ‘What Makes Your Sole Bounce?’ dijawab dengan tetap penasaran, berani mencoba hal baru, dan selalu terbuka pada apa pun yang datang," kata Chloë Sevigny.
“Dr. Martens sudah menemani banyak momen penting dalam hidup saya, jadi terlibat di kampanye ini terasa sangat natural. Yang bikin sol saya ‘bounce’? Kata-kata. Saya suka permainan sole dan soul di sini, karena kreativitas memang hidup di lapisan-lapisan makna," ujar Jordan Stephens.
“Rasanya sangat istimewa bisa menjadi bagian dari kampanye yang merayakan kegembiraan dan ekspresi diri, karena keduanya selalu menjadi bagian besar dari komedi saya. Saya juga senang bisa membawa gaya komedi saya ke dunia Dr. Martens dan mengekspresikannya di sini, di New York," tutur Naomi Watanabe.
2. Menghadirkan lima siluet ikonis dengan sentuhan baru

Dr. Martens hadirkan With Bouncing Soles (Dok. Dr. Martens) Selain merayakan cerita para pemakainya, kampanye With Bouncing Soles juga menyoroti lima siluet ikonis Dr. Martens yang telah menemani berbagai perjalanan hidup. Koleksinya mencakup boot 1460, sepatu 1461, loafer Adrian, Chelsea boot 2976, dan Mary Jane 8065.
Seluruh siluet mengandalkan sol air-cushioned orisinal Dr. Martens dan hadir dalam material kulit Crazy Horse. Untuk koleksi AW26, tersedia pilihan warna baru Cherry Red. Boot 1460, sepatu 1461, dan Mary Jane 8065 juga mendapatkan sentuhan warna DM’s Green.
Kulit Crazy Horse dikenal punya karakter yang semakin terbentuk seiring pemakaian. Hal ini sejalan dengan gagasan utama kampanye bahwa setiap orang memiliki cerita yang berbeda, begitu pula setiap pasang sepatu.
Seiring waktu, kulitnya akan berevolusi mengikuti perjalanan pemakainya dan meninggalkan jejak yang unik. Meski begitu, karakter khas, ketahanan, dan craftsmanship yang menjadi identitas Dr. Martens tetap dipertahankan.
3. Mengajak semua orang jadi bagian dari With Bouncing Soles

Dr. Martens hadirkan With Bouncing Soles (Dok. Dr. Martens) With Bouncing Soles bukan sekadar kampanye musiman, melainkan sebuah platform yang terbuka untuk siapa saja. Ke depannya, inisiatif ini akan terus berkembang melalui produk, kampanye, kolaborasi kreatif, program budaya, pengalaman ritel, hingga berbagai kegiatan komunitas di seluruh dunia.
Lewat pengalaman langsung dan workshop hands-on, Dr. Martens ingin memberikan ruang bagi publik untuk mengeksplorasi kreativitas sekaligus menemukan hal-hal yang membuat sol mereka “bounce”.
Inisiatif ini juga menjadi kesempatan bagi komunitas untuk saling terhubung, berkontribusi, dan ikut membentuk cerita Dr. Martens.
"Dalam bentuk apa pun ia hadir, platform ini akan selalu kembali pada keyakinan yang telah menjadi pegangan Dr. Martens selama lebih dari enam dekade: siluet-siluet ikonis membuka cerita, dan komunitas DM’s-lah yang memberinya makna," Neil Cummings.



