Jakarta, IDN Times - Aset fashion high-end memiliki daya tahan valuasi yang stabil, bahkan di tengah ketidakpastian ekonomi. Fakta tersebut memicu pergeseran perspektif di kalangan masyarakat pemilik aset mewah. Jika sebelumnya barang bermerek hanya diposisikan sebagai pelengkap gaya hidup atau simbol status, kini koleksi tersebut mulai dipandang sebagai instrumen likuiditas bernilai tinggi yang sewaktu-waktu dapat dikonversi menjadi uang tunai.
Dan, fenomena yang sekarang lagi muncul adalah mekanisme jual putus (direct purchase) yang memungkinkan pencairan dana dilakukan sesaat setelah proses valuasi selesai.
“Dinamika ekonomi saat ini mendorong masyarakat untuk mengandalkan aset mereka sebagai sumber pencairan dana secara lebih terukur,” ujar Taku Matsumoto selaku Product Specialist ALLU dalam keterangan resminya.
