Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Evolusi Jersey Piala Dunia dari Masa ke Masa, Apa yang Berubah?

Evolusi Jersey Piala Dunia dari Masa ke Masa, Apa yang Berubah?
Kapten Argentina, Lionel Messi, merayakan gol ke gawang Mesir bersama rekan-rekannya dalam babak 16 besar Piala Dunia 2026 (AFP / Thomas Coex)
Intinya Sih

  • Sejak 1930, jersey Piala Dunia terus berevolusi dari desain polos berlengan panjang menjadi model modern yang menyesuaikan tren, teknologi, dan kenyamanan pemain.

  • Era 1970–1990 menandai masuknya brand apparel besar seperti Adidas dan Nike yang membawa inovasi desain, material ringan, serta corak khas di setiap tim.

  • Memasuki era 2000-an hingga kini, jersey tampil slim fit dengan teknologi canggih dan sentuhan retro minimalis yang merefleksikan identitas serta estetika.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Piala Dunia sudah berlangsung sejak 1930. Selama hampir 100 tahun Piala Dunia juga mengalami evolusi, salah satunya terkait jersey pemainnya. Dalam hal ini, jersey Piala Dunia terus berevolusi serta menyesuaikan dengan kebiasaan pemain, teknologi sepak bola, dan tren desain itu sendiri.

Evolusi jersey Piala Dunia dari masa ke masa dapat terlihat dari desain, material, hingga jenis yang digunakan. Lantas, mengapa jersey Piala Dunia terus berubah dan apa efeknya bagi para pemain? Temukan jawabannya di bawah ini, yuk!

1. Jersey Piala Dunia era 1930—1934

jersey Piala Dunia dari masa ke masa
jersey timnas Belanda di Piala Dunia 1934 (commons.wikimedia.org/Nationaal Archief)

Pada era awal Piala Dunia, tepatnya 1930—1934, bentuk jersey sangat berbeda dengan yang kita kenal sekarang. Setelan atas punya lengan panjang dan jersey terkesan polos karena hanya memiliki satu atau dua warna tanpa motif apa pun. Tak ada logo sponsor, desain tajam, bahkan beberapa jersey tidak memiliki logo tim di bagian dada.

Perbedaan mencolok lain terlihat di bagian leher yang berkerah dan memiliki tali untuk memperkuat baju. Hal tersebut berbanding terbalik dengan jersey modern yang tidak berkerah dan tak memiliki tali. Selain Piala Dunia, jersey dengan model tersebut juga menjadi tren bagi berbagai klub, baik liga lokal atau internasional.

2. Jersey Piala Dunia era 1938—1970

jersey Piala Dunia dari masa ke masa
jersey timnas Peru di Piala Dunia 1970 (commons.wikimedia.org/SuperSkaterDude45)

Pada 1938 jersey lengan pendek mulai digunakan oleh timnas Prancis dan Brasil dalam ajang Piala Dunia. Meski lengannya sudah berubah, bagian kerah masih hadir di jersey 1938.

Bedanya, kerah tersebut sudah dipadukan dengan kancing walau ada beberapa tim yang masih mempertahankan tali. Selain itu, beberapa tim seperti Belgia, Rumania, dan Norwegia juga masih menggunakan lengan panjang.

Ketika Perang Dunia II meletus, Piala Dunia sempat dihentikan dan baru kembali pada 1950. Kala itu, tren jersey-nya masih sama dengan Piala Dunia 1938. Model tersebut bertahan hingga era Piala Dunia 1960-an.

Pada Piala Dunia 1970 barulah modelnya berubah dengan menghilangkan kancing dan kerah kemudian menggantinya dengan V neck. Logo tim juga dibuat lebih besar dan jersey mulai dihiasi oleh warna cerah.

3. Jersey Piala Dunia era 1974-1986

jersey Piala Dunia dari masa ke masa
jersey Argentina (biru) dan Jerman (merah) di Piala Dunia 1986 (commons.wikimedia.org/Basenji1908)

Piala Dunia 1974 di Jerman Barat mulai menampakan jersey yang terlihat modern. Saat itu beberapa perusahaan apparel seperti Adidas dan Umbro mulai masuk. Mereka bekerja sama dengan tim dan kemudian mendesain jersey sehingga tampilannya lebih sedap di mata.

Salah satu tren era tersebut ada corak garis seperti pada jersey Argentina. Leher V neck juga masih dipertahankan. Menariknya, ada beberapa tim yang masih menggunakan lengan panjang atau leher berkerah, memberikan variasi pada jersey yang dipakai.

Sementara itu, ada juga tim yang menggunakan leher O neck dan mulai meninggalkan V neck. Kemungkinan, perubahan tersebut dilakukan agar pemain merasa lebih nyaman ketika berlaga di lapangan.

4. Jersey Piala Dunia era 1990—1998

jersey Piala Dunia dari masa ke masa
jersey Piala Dunia timnas Prancis 1998 (tengah) (commons.wikimedia.org/Service photographique de la Présidence)

Transformasi jersey Piala Dunia mencapai puncaknya pada era 1990-an. Pasalnya, jersey tak hanya dibuat sebagai baju, tapi didesain demi kenyamanan pemain dengan tetap memperhatikan estetika. Pada era ini perusahaan apparel makin berkembang seperti Nike, Reebok, dan Lotto. Tren desainnya juga berubah, yaitu corak yang memenuhi baju, baik berupa garis, tutul, kotak, hingga abstrak.

Baju shaggy yang besar juga populer pada era ini. Lengan pendek juga mendominasi, bahkan tak ada tim yang pakai lengan panjang. Penerapan teknologi modern dan material berkualitas juga mulai hadir pada dekade 1990-an, membuat pemain makin nyaman dan lincah saat berlaga.

5. Jersey Piala Dunia era 2002—2018

jersey Piala Dunia dari masa ke masa
jersey timnas Prancis (biru gelap) dan Argentina (biru-putih) pada Piala Dunia 2018 (commons.wikimedia.org/Министерство спорта Республики Татарстан)

Sekarang kita masuk ke era 2000 dan 2010-an di mana jersey sudah berevolusi ke bentuk yang bisa dibilang “sempurna”. Teknologi canggih, bahan berkualitas, desain modern, dan kenyamanan maksimal, menjadi beberapa aspek yang menjadi ciri khas era ini.

Jersey juga dibuat dengan desain slim fit yang lentur dan mengikuti bentuk tubuh agar peman lebih nyaman. Desain dan estetika jersey juga sangat beragam karena tim berani menggunakan berbagai variasi warna, baik hijau, putih, merah, biru, hingga kuning. Logo tim, sponsor, dan lambang negara juga menjadi bagian dari estetika desain jersey pada era ini.

6. Jersey Piala Dunia era 2022—2026

jersey Piala Dunia dari masa ke masa
jersey Spanyol Piala Dunia 2026 (Photo by ETIENNE LAURENT/AFP))

Jersey Piala Dunia pada era 2020-an, tepatnya 2022—2026, tak terlalu berbeda dengan 2010-an. Teknologi canggih, lengan pendek, dan desain slim fit masih dipertahankan. Perbedaan mencolok hanya nampak dari desain dan estetika.

Dalam hal ini, jersey di era 2020-an mengedepankan desain retro, minimalis, dan mulai mengembalikan estetika dari Piala Dunia era 1970—1990an. Corak abstrak dan pola yang melambangkan tiap negara juga hadir, memberikan identitas kuat di tiap jersey. Material yang digunakan juga beragam, salah satunya polyester.

Perubahan jersey Piala Dunia dari masa ke masa menunjukkan evolusi sepak bola dari era awal hingga modern. Tak hanya gaya bermain atau peraturan sepak bola, jersey Piala Dunia yang menjadi identitas tim juga ikut bertransformasi mengikuti tren yang ada. Membahas jersey memang sangat menarik, tapi jangan lupa simak info Piala Dunia 2026 lainnya di Soccertime IDN Times.

FAQ seputar jersey Piala Dunia dari masa ke masa

Apa saja perubahan jersey Piala Dunia dari masa ke masa?

Perubahan jersey Piala Dunia dari masa ke masa mencakup banyak aspek, yaitu material pembuatan, teknologi yang digunakan, desain lengan dan leher, hingga estetika seperti corak, logo, hingga warna.

Mengapa jersey Piala Dunia berubah dari masa ke masa?

Jersey Piala Dunia berubah untuk mengikuti tren desain, menyesuaikan dengan kebiasaan pertandingan, memberikan makna yang lebih kuat pada tim, hingga meningkatkan kenyamanan pemain ketika berlaga.

Apa semua tim di Piala Dunia mengalami perubahan jersey?

Iya, semua tim yang berlaga di Piala Dunia mengalami perubahan jersey, entah itu Belanda, Prancis, Mesir, Jepang, Argentina, Jerman, Australia, Amerika Serikat, hingga Brasil.

Share Article
Editorial Team

Related Articles