Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Gaya Melilit Sarung agar Tetap Rapi dan Anti Melorot
ilustrasi kain sarung (pexels.com/Kenza Benaouda)
  • Artikel ini membahas pentingnya memahami teknik melilit sarung agar tetap rapi dan tidak mudah melorot saat beribadah atau beraktivitas, terutama di momen Ramadan.

  • Lima gaya diperkenalkan: lipat samping, lipat tengah, teknik wiru, ikat dalam, dan gulung rapat—masing-masing memiliki keunggulan dalam menjaga kekokohan lilitan.

  • Dengan penerapan teknik yang tepat dan ketelitian saat mengenakan sarung, pengguna bisa tampil lebih percaya diri serta nyaman tanpa khawatir sarung bergeser.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Panduan lima gaya melilit sarung agar tetap rapi dan tidak mudah melorot saat digunakan dalam kegiatan ibadah atau acara keagamaan.
  • Who?
    Para pengguna sarung, khususnya laki-laki di Indonesia yang mengenakannya untuk salat tarawih, pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya.
  • Where?
    Kebiasaan ini umum ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, terutama di lingkungan masjid dan tempat pelaksanaan kegiatan keagamaan.
  • When?
    Kebiasaan memakai sarung meningkat pada bulan Ramadan serta momen-momen ibadah tertentu sepanjang tahun.
  • Why?
    Banyak orang mengalami masalah sarung melorot saat beraktivitas, sehingga diperlukan teknik lilitan yang kuat agar tetap nyaman dan percaya diri.
  • How?
    Terdapat lima teknik: lipat samping, lipat tengah, wiru, ikat dalam, dan gulung rapat—masing-masing menekankan kekencangan serta kerapian lilitan di pinggang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Memakai sarung saat salat Tarawih, pengajian, atau acara keagamaan lainnya sudah menjadi kebiasaan banyak laki-laki di Indonesia, terutama ketika memasuki bulan Ramadan atau momen-momen ibadah tertentu. Namun, tidak sedikit yang masih mengalami masalah klasik berupa sarung melorot di tengah aktivitas, baik saat berdiri lama maupun ketika rukuk dan sujud. Situasi ini tentu bisa mengganggu konsentrasi dan membuat kamu kurang percaya diri, apalagi jika terjadi di tempat umum atau di tengah saf salat.

Karena itu, memahami gaya melilit sarung agar tetap rapi dan tidak mudah melorot menjadi hal penting yang sering kali diremehkan. Dengan teknik yang tepat dan lilitan yang kuat sejak awal, kamu tidak perlu lagi bolak-balik membenarkan sarung. Supaya ibadah dan aktivitas tetap nyaman tanpa drama, simak lima gaya melilit sarung agar tetap rapi dan tidak mudah melorot berikut ini!

1. Gaya lipat samping membuat lilitan lebih kokoh dan stabil

Sarung sholat (shopee.co.id/Sufi id)

Gaya lipat samping termasuk teknik yang paling umum digunakan karena langkahnya sederhana dan mudah dipraktikkan oleh siapa pun, bahkan oleh pemula sekalipun. Kamu cukup menarik kedua ujung sarung ke arah tengah hingga pas dan terasa nyaman di pinggang, lalu memastikan posisi kain tidak miring atau terlalu turun di salah satu sisi. Setelah itu, lipat salah satu sisi ke bagian dalam dan tumpuk dengan sisi lainnya sebelum mulai menggulung bagian atasnya secara perlahan.

Agar hasilnya benar-benar kuat, pastikan tarikan kain cukup kencang dan rapat sebelum proses lipatan dilakukan, karena kekencangan awal sangat menentukan daya tahan lilitan. Jika tarikan terlalu longgar, sarung akan mudah bergeser saat kamu bergerak, terutama ketika duduk atau berjalan cepat. Dengan menerapkan gaya melilit sarung agar tetap rapi dan tidak mudah melorot ini secara tepat, kamu bisa mendapatkan lilitan yang terasa lebih stabil sekaligus tetap nyaman dipakai dalam waktu lama.

2. Gaya lipat tengah memberi kesan simetris dan lebih formal

Sarung sholat (shopee.co.id/Sufi id)

Berbeda dengan lipat samping, gaya lipat tengah lebih menonjolkan keseimbangan antara sisi kiri dan kanan sehingga tampak lebih simetris saat dilihat dari depan. Caranya, bagi sarung menjadi dua bagian sama rata di kedua sisi, lalu tarik keduanya ke tengah secara bersamaan hingga bertemu tepat di bagian depan tubuh. Teknik ini membutuhkan sedikit ketelitian agar posisi kain benar-benar sejajar dan tidak ada bagian yang lebih panjang di salah satu sisi.

Setelah kedua sisi bertemu, lipat sisa kain ke arah dalam dengan cara saling menumpuk sehingga tercipta lapisan yang lebih tebal di bagian depan. Lapisan ini membantu menciptakan efek mengunci karena kain saling menahan satu sama lain saat digulung. Dengan gaya melilit sarung agar tetap rapi dan tidak mudah melorot ini, tampilan kamu terlihat lebih formal dan terstruktur, sekaligus meminimalkan risiko sarung bergeser ketika banyak bergerak.

3. Teknik wiru menghadirkan pengunci alami yang estetik

Sarung sholat (shopee.co.id/Sufi id)

Teknik wiru terinspirasi dari cara melipat kain tradisional seperti jarik, yang mengutamakan lipatan kecil dan rapi sebagai elemen utama tampilannya. Kamu bisa mulai dengan membuat lipatan-lipatan kecil selebar sekitar 3–5 sentimeter di bagian depan sarung sebelum bagian atasnya digulung. Lipatan tersebut sebaiknya disusun sejajar dan ditekan perlahan agar tidak mudah terbuka ketika kamu bergerak.

Selain memberi kesan lebih estetik dan berkarakter, lipatan berlapis pada teknik wiru berfungsi sebagai pengunci alami karena setiap lapisan saling menahan saat digulung. Ketika gulungan dilakukan dengan cukup kencang, lapisan wiru akan menciptakan struktur yang lebih padat dan tidak mudah bergeser. Dengan menerapkan gaya melilit sarung agar tetap rapi dan tidak mudah melorot melalui teknik ini, kamu tidak hanya tampil rapi, tetapi juga mendapatkan lilitan yang lebih aman untuk berbagai aktivitas.

4. Gaya ikat dalam membantu sarung yang terlalu longgar di pinggang

Sarung sholat (shopee.co.id/Sufi id)

Sering kali masalah sarung melorot muncul karena ukuran kain sedikit lebih besar dari lingkar pinggang, sehingga terasa longgar meski sudah dililit. Untuk mengatasi hal tersebut, kamu bisa mencoba gaya ikat dalam dengan cara mengambil sedikit bagian pinggir sarung di sisi kiri dan kanan, lalu memuntirnya ke arah dalam sebelum dipertemukan di tengah. Puntiran ini akan menciptakan tambahan tekanan di bagian pinggang yang membuat lilitan terasa lebih pas.

Setelah kedua sisi dipuntir dan dipertemukan, lanjutkan dengan menggulung bagian atas seperti biasa sambil tetap menjaga kekencangan kain. Teknik ini efektif menambah volume di sekitar pinggang sehingga sarung lebih “menggigit” dan tidak mudah turun saat kamu bergerak aktif. Dengan gaya melilit sarung agar tetap rapi dan tidak mudah melorot ini, kamu bisa menyesuaikan lilitan meski ukuran sarung sedikit kebesaran tanpa perlu mengganti kain.

5. Teknik gulung rapat menciptakan fondasi lilitan yang kuat

Sarung sholat (shopee.co.id/Sufi id)

Banyak orang langsung menggulung bagian atas sarung tanpa membuat lipatan awal, padahal langkah kecil ini bisa sangat berpengaruh terhadap kekuatan lilitan. Sebelum menggulung, kamu bisa melipat bagian atas sarung ke arah luar sekitar 5 sentimeter untuk menciptakan lapisan tambahan sebagai fondasi. Lipatan awal ini membantu gulungan menjadi lebih tebal dan tidak mudah terurai.

Saat mulai menggulung, lakukan secara perlahan dengan ukuran gulungan yang kecil dan rapat agar tekanan kain merata di seluruh bagian pinggang. Gulungan kecil yang padat cenderung lebih kuat menahan beban kain dibanding gulungan besar yang longgar dan mudah mengendur. Dengan teknik ini, gaya melilit sarung agar tetap rapi dan tidak mudah melorot bisa kamu terapkan secara maksimal, terutama saat harus banyak berdiri, berjalan, atau melakukan aktivitas yang cukup dinamis.

Pada akhirnya, kerapian dan kekuatan lilitan sangat bergantung pada ketelitian serta kesabaran saat memakainya, bukan hanya pada jenis sarung yang kamu gunakan. Kamu bisa mencoba beberapa teknik di atas untuk menemukan gaya yang paling nyaman dan sesuai dengan bentuk tubuhmu. Dengan menerapkan gaya melilit sarung agar tetap rapi dan tidak mudah melorot secara konsisten, kamu bisa beraktivitas dan beribadah dengan lebih tenang tanpa rasa khawatir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team