Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Takbir Iduladha 2026 Berapa Hari? Ini Jadwal dan Jenisnya

Takbir Iduladha 2026 Berapa Hari? Ini Jadwal dan Jenisnya
ilustrasi masjid (magnific.com/wirestock)
Intinya Sih
  • Takbiran Iduladha terbagi dua jenis: takbir mursal yang bebas waktu dan takbir muqayyad yang dibaca setelah salat fardu pada hari-hari tertentu di bulan Dzulhijjah.
  • Takbir mursal dimulai sejak 1 Dzulhijjah 1447 H atau 18 Mei 2026, dan bisa dikumandangkan hingga sebelum salat Iduladha pada 27 Mei 2026.
  • Takbir muqayyad dimulai setelah Subuh Hari Arafah, 26 Mei 2026, dan berlangsung hingga setelah Asar pada 13 Dzulhijjah atau 30 Mei 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Takbiran Iduladha jadi salah satu tradisi yang paling identik menjelang Hari Raya Kurban. Kumandang takbir biasanya mulai terdengar dari masjid, musala, hingga pawai keliling pada malam Iduladha. Namun, ternyata takbiran Iduladha memiliki aturan waktu dan jenis yang berbeda dibanding takbiran saat Idul Fitri.

Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, umat Muslim juga mulai mencari tahu kapan takbiran dimulai dan sampai kapan takbir dianjurkan untuk dibaca. Berdasarkan penjelasan Kementerian Agama RI, berikut jadwal, jenis, dan panduan pelaksanaan takbiran Iduladha 2026 yang perlu kamu tahu.

Table of Content

1. Takbiran Iduladha terbagi menjadi dua jenis

1. Takbiran Iduladha terbagi menjadi dua jenis

ilustrasi salat
ilustrasi salat (magnific.com/rawpixel.com)

Dalam pelaksanaannya, takbiran Iduladha dibagi menjadi dua jenis, yaitu takbir mursal atau takbir mutlak dan takbir muqayyad. Takbir mursal adalah takbir yang bisa dibaca kapan saja tanpa terikat waktu tertentu selama hari-hari Dzulhijjah. Karena itu, umat Muslim dianjurkan memperbanyak takbir sejak awal bulan Dzulhijjah sebagai bentuk mengagungkan Allah SWT.

Sementara itu, takbir muqayyad adalah takbir yang dibaca setelah salat fardu. Jenis takbir ini memiliki waktu khusus dan dilakukan setelah salat wajib pada hari-hari tertentu. Biasanya, takbir muqayyad mulai ramai dikumandangkan mendekati Hari Arafah hingga akhir hari Tasyrik.

2. Takbir mursal dimulai sejak 1 Dzulhijjah

ilustrasi beribadah
ilustrasi beribadah (magnific.com/rawpixel.com)

Berdasarkan hasil sidang isbat Kementerian Agama RI, awal Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Itu berarti takbir mursal sudah bisa mulai dikumandangkan sejak tanggal tersebut hingga sebelum salat Iduladha pada Rabu, 27 Mei 2026. Meski begitu, malam sebelum Iduladha biasanya menjadi puncak pelaksanaan malam takbiran.

Karena sifatnya tidak terikat waktu tertentu, umat Muslim bisa membaca takbir kapan saja selama hari-hari Dzulhijjah. Takbir biasanya dikumandangkan di masjid, musala, rumah, hingga dalam aktivitas sehari-hari sebagai bentuk syiar Islam menjelang Hari Raya Kurban.

3. Takbir muqayyad dimulai setelah Subuh Hari Arafah

ilustrasi salat
ilustrasi salat (magnific.com/freepik)

Berbeda dengan takbir mursal, takbir muqayyad memiliki waktu pelaksanaan yang lebih spesifik. Takbir ini dimulai setelah salat Subuh pada 9 Dzulhijjah atau Hari Arafah, yang tahun ini jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Setelah itu, takbir dibaca setiap selesai salat fardu hingga setelah salat Asar pada 13 Dzulhijjah atau Sabtu, 30 Mei 2026.

Bacaan takbir yang umum dikumandangkan berbunyi, “Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allahu akbar walillaahil hamd.” Takbiran sendiri menjadi salah satu syiar penting dalam menyambut Iduladha sekaligus pengingat untuk memperbanyak zikir dan mengagungkan Allah SWT selama bulan Dzulhijjah.

Takbiran Iduladha bukan cuma tradisi tahunan yang identik dengan malam Lebaran Kurban. Lebih dari itu, takbir menjadi bentuk rasa syukur dan pengagungan kepada Allah SWT menjelang hari besar umat Islam. Jadi, jangan sampai kelewatan memperbanyak takbir selama momen Iduladha tahun ini, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan

Related Articles