ilustrasi motif loreng (pexels.com/Mykhailo Petrenko)
Ada sedikit perbedaan antara menyebut sebuah kain sebagai motif loreng dan menyebutnya camo. Kata loreng bisa digunakan untuk berbagai pola bergaris atau bercorak yang memanjang dan berulang, termasuk pola pada hewan seperti harimau atau zebra. Sementara itu, camo secara khusus merujuk pada pola yang berasal dari konsep camouflage.
Karena bentuk camouflage memang sering terlihat seperti bercak atau loreng dengan beberapa warna yang saling tumpang tindih, kedua istilah tersebut akhirnya sering dipakai secara bergantian dalam percakapan sehari-hari. Namun, kalau sedang membahas fashion, istilah camo biasanya lebih spesifik. Jadi, kain bermotif loreng belum tentu merupakan camo, tetapi kain camo memang punya ciri visual yang membuatnya mudah dikenali sebagai motif loreng oleh banyak orang.
Motif camo memang cukup mencolok, tetapi justru itu yang membuatnya gampang menjadi pusat perhatian. Satu celana atau jaket bermotif camo sudah bisa memberi staetement pada outfit yang sebenarnya sederhana. Tinggal disesuaikan dengan gaya masing-masing saja. Kalau kamu lebih suka memakai camo sebagai bawahan, outer, atau sekadar aksen?