Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Sepatu Mengeluarkan Bunyi Berdecit?
ilustrasi sepatu (unsplash.com/Joseph Barrientos)
  • Bunyi berdecit pada sepatu sering muncul akibat gesekan antara sol dan lantai licin, terutama pada permukaan seperti keramik atau marmer yang membuat karet sol menempel lalu terlepas cepat.
  • Faktor lain penyebab suara termasuk sol baru yang masih terlalu rata, kelembapan di dalam sepatu, insole bergeser, udara terjebak di sol, hingga lem atau perekat yang mulai longgar.
  • Jenis material sepatu juga berpengaruh; bahan karet lunak atau kulit sintetis lebih mudah menghasilkan bunyi, namun hal ini umumnya normal dan tidak menandakan kualitas buruk.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah saat sedang jalan di kantor, mal, atau kampus, tiba-tiba sepatu mengeluarkan bunyi "cit... cit..." di setiap langkah? Nah, beberaoa di antara kamu mungkin ada yang risih atau kadang suaranya jadi ganggu. Apalagi kalau suasana lagi sepi dan semua orang bisa mendengar bunyi tersebut.

Banyak orang langsung mengira sepatu yang berdecit berarti kualitasnya buruk atau sudah rusak. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian. Bahkan, sepatu yang masih baru dan harganya mahal pun bisa mengeluarkan suara berdecit dalam kondisi tertentu. Lantas sebenarnya kenapa sepatu bisa berbunyi? Berikut beberapa penyebab yang paling umum.

1. Gesekan antara sol dan lantai

ilustrasi sepatu (pexels.com/www.kaboompics.com)

Ini adalah penyebab yang paling sering terjadi. Bunyi berdecit muncul karena adanya gesekan antara permukaan sol sepatu dengan lantai yang sangat halus, misalnya keramik mengilap, marmer, atau lantai vinyl. Saat berjalan, karet pada sol akan sedikit menempel lalu terlepas dengan cepat dari permukaan lantai. Proses inilah yang menghasilkan suara berdecit.

Maka dari itu, kamu mungkin mendengar bunyi tersebut di dalam gedung. Namun, saat berjalan di jalan aspal atau trotoar, suaranya langsung hilang. Jenis lantai memang sangat berpengaruh terhadap bunyi yang dihasilkan sepatu.

2. Sol sepatu masih baru

ilustrasi sepatu (pexels.com/Pixabay)

Kalau baru membeli sepatu dan langsung terdengar bunyi "cit-cit", jangan buru-buru panik. Sol baru biasanya masih memiliki permukaan yang sangat rata dan belum mengalami keausan alami. Akibatnya, daya cengkeram terhadap lantai menjadi sangat tinggi sehingga gesekan yang terjadi menghasilkan bunyi.

Biasanya masalah ini akan berkurang setelah sepatu dipakai beberapa kali. Permukaan sol akan sedikit terkikis sehingga kontak dengan lantai menjadi lebih seimbang.

3. Ada kelembapan di dalam sepatu

ilustrasi sepatu kulit (unsplash.com/Noah Smith)

Bukan hanya bagian luar, bagian dalam sepatu juga bisa menjadi sumber suara. Misalnya, setelah kehujanan, kaki berkeringat cukup banyak, atau sepatu belum benar-benar kering setelah dicuci. Kelembapan di dalam sepatu dapat membuat insole atau alas kaki bergesekan dengan bagian bawahnya setiap kali melangkah.

Akibatnya, muncul bunyi yang terdengar seperti berasal dari sol, padahal sebenarnya berasal dari bagian dalam sepatu. Kalau penyebabnya ini, biasanya suara akan hilang setelah sepatu benar-benar kering.

4. Insole bergeser

ilustrasi sepatu kulit (pexels.com/Michael Morse)

Insole adalah bantalan yang berada di dalam sepatu. Pada beberapa model, bagian ini bisa dilepas dan dipasang kembali. Kalau posisinya sedikit bergeser atau perekatnya mulai longgar, setiap langkah akan membuat insole bergesekan dengan bagian dasar sepatu.

Gesekan kecil tersebut cukup untuk menghasilkan bunyi berdecit. Kadang masalahnya sesederhana merapikan posisi insole atau menempelkannya kembali agar tidak bergerak saat digunakan.

5. Ada udara yang terjebak di dalam sol

ilustrasi sepatu (pexels.com/Umar Ali)

Beberapa sepatu modern menggunakan teknologi bantalan udara atau rongga udara di bagian sol untuk meningkatkan kenyamanan. Namun, jika ada udara yang keluar masuk melalui celah kecil saat kaki menapak, bisa muncul suara mirip decitan atau bunyi mencicit.

Fenomena ini sebenarnya hampir sama seperti ketika kita menekan mainan yang berisi udara. Selama sepatu masih nyaman dipakai dan tidak ada kerusakan lain, kondisi ini biasanya tidak berbahaya.

6. Lem mulai terlepas

ilustrasi sepatu (pexels.com/ready made)

Kalau sepatu yang sebelumnya tidak pernah berbunyi tiba-tiba mulai berdecit, bisa jadi ada bagian yang mulai terlepas. Misalnya, sambungan antara upper dan sol sudah tidak merekat sempurna. Celah kecil yang terbentuk membuat dua material saling bergesekan saat berjalan.

Selain menimbulkan bunyi, lama-kelamaan kerusakan ini juga bisa bertambah parah jika terus digunakan. Kalau sudah seperti ini, sebaiknya sepatu diperbaiki sebelum sol benar-benar lepas.

7. Material tertentu memang lebih mudah berbunyi

ilustrasi mengenakan sepatu boot (pexels.com/Kristina Paukshtite)

Setiap bahan memiliki karakteristik yang berbeda. Sol berbahan karet lunak, misalnya, umumnya memiliki daya cengkeram tinggi sehingga lebih mudah menghasilkan bunyi di lantai licin. Sebaliknya, beberapa jenis busa atau EVA cenderung lebih senyap.

Begitu juga dengan bagian atas sepatu. Kulit sintetis yang bergesekan dengan lidah sepatu atau tali kadang juga bisa menghasilkan suara kecil ketika kaki bergerak. Jadi, bunyi sepatu bukan hanya dipengaruhi oleh kualitasnya, tetapi juga oleh kombinasi material yang digunakan.

Pada akhirnya, sepatu yang berdecit bukan berarti kualitasnya jelek. Dalam banyak kasus, suara tersebut hanyalah hasil interaksi antara sol, material sepatu, kondisi lantai, dan kelembapan. Selama tidak disertai kerusakan fisik yang serius, bunyi itu umumnya masih tergolong normal dan bahkan bisa hilang sendiri setelah beberapa waktu digunakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article