Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Ukuran Sepatu Bisa Berbeda Antar Merek? Bukan Sekadar Nomor

Kenapa Ukuran Sepatu Bisa Berbeda Antar Merek? Bukan Sekadar Nomor
ilustrasi sepatu (unsplash.com/Noah Smith)
Intinya Sih
  • Perbedaan ukuran sepatu antar merek terjadi karena setiap produsen memakai cetakan kaki (last) berbeda, menyesuaikan bentuk dan target pengguna masing-masing.
  • Sistem ukuran sepatu di dunia tidak seragam; konversi antara US, UK, EU, dan JP sering kali tidak tepat sehingga panjang kaki dalam sentimeter lebih akurat.
  • Faktor seperti lebar kaki, jenis sepatu, bahan pembuat, serta toleransi produksi turut memengaruhi rasa pas meski nomor ukurannya sama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pernahkah kamu membeli sepatu ukuran 40 dari satu merek, ternyata saat dipakai terasa pas. Namun, begitu membeli ukuran 40 dari merek lain, malah sempit atau justru kebesaran. Padahal angka yang tertera sama. Hal seperti ini sering bikin bingung, apalagi kalau belanja secara online.

Banyak orang mengira nomor sepatu adalah ukuran yang sudah pasti. Kenyataannya, ukuran sepatu tidak memiliki standar yang benar-benar seragam di seluruh dunia. Itulah mengapa satu ukuran bisa terasa berbeda tergantung merek, bahkan kadang berbeda antar model dari merek yang sama. Lantas, sebenarnya kenapa ukuran sepatu bisa berbeda-beda? Ini penjelasannya.

Table of Content

1. Setiap merek punya cetakan kaki (last) yang berbeda

1. Setiap merek punya cetakan kaki (last) yang berbeda

ilustrasi sepatu (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi sepatu (pexels.com/Pixabay)

Hal paling berpengaruh adalah penggunaan last, yaitu cetakan berbentuk kaki yang dipakai sebagai dasar pembuatan sepatu. Last menentukan panjang, lebar, tinggi punggung kaki, hingga bentuk ujung sepatu. Setiap produsen memiliki desain last sendiri yang disesuaikan dengan target konsumennya. 

Ada merek yang memang membuat sepatu lebih ramping karena ditujukan untuk kaki yang cenderung sempit. Sebaliknya, ada juga yang mendesain bagian depan sepatu lebih lebar agar nyaman dipakai lebih lama. Akibatnya, dua sepatu dengan nomor yang sama bisa memberikan sensasi yang sangat berbeda saat dikenakan.

2. Tidak semua negara memakai sistem ukuran yang sama

ilustrasi sneakers putih
ilustrasi sepatu (pexels.com/Pixabay)

Nomor sepatu yang kita lihat sebenarnya berasal dari berbagai sistem ukuran di dunia. Yang paling umum digunakan adalah ukuran US, UK, EU, dan JP (Jepang). Masalahnya, angka-angka tersebut tidak bisa diterjemahkan secara persis satu sama lain.

Misalnya, ukuran EU 42 belum tentu setara dengan US 9 di semua merek. Bahkan, tabel konversi yang disediakan masing-masing produsen pun bisa sedikit berbeda. Karena itu, melihat nomor saja sering kali kurang cukup. Banyak orang kini lebih memilih mengecek panjang kaki dalam sentimeter karena dianggap lebih konsisten.

3. Lebar kaki juga memengaruhi ukuran

ilustrasi sepatu kulit
ilustrasi sepatu (pexels.com/Michael Morse)

Sebagian besar orang hanya fokus pada panjang kaki, padahal lebar kaki juga sama pentingnya. Ada orang yang memiliki kaki lebar, ada pula yang ramping. Kalau sepatu dibuat dengan lebar yang sempit, pemilik kaki lebar mungkin harus naik setengah hingga satu ukuran agar tetap nyaman. Sebaliknya, orang dengan kaki ramping bisa merasa ukuran yang sama terlalu longgar.

Beberapa merek bahkan menyediakan pilihan lebar seperti Narrow, Regular, Wide, atau Extra Wide. Sayangnya, pilihan ini belum tersedia di semua negara sehingga konsumen sering hanya mengandalkan ukuran panjang.

4. Jenis sepatu juga membuat ukurannya berubah

ilustrasi sepatu
ilustrasi sepatu (unsplash.com/Joseph Barrientos)

Menariknya, ukuran bisa berbeda meski masih berasal dari merek yang sama. Hal ini terjadi karena setiap jenis sepatu memiliki desain yang berbeda. Misalnya, sepatu lari biasanya dibuat dengan ruang tambahan di bagian depan agar jari-jari kaki tetap nyaman saat bergerak.

Sementara, sepatu formal cenderung lebih ramping supaya tampil elegan. Sepatu hiking, sepatu basket, hingga sepatu futsal juga punya karakter masing-masing. Jadi, jangan heran kalau ukuran favoritmu di sepatu sneakers belum tentu cocok saat membeli sepatu boots atau sepatu olahraga.

5. Material sepatu ikut menentukan rasa pas di kaki

ilustrasi sepatu kulit
ilustrasi sepatu kulit (unsplash.com/Davinder Singh)

Bahan yang digunakan juga berpengaruh terhadap kenyamanan. Sepatu berbahan kulit asli biasanya akan sedikit mengikuti bentuk kaki setelah dipakai beberapa waktu. Sebaliknya, bahan sintetis tertentu cenderung mempertahankan bentuknya sehingga terasa lebih kaku.

Mesh atau kain rajut yang sering dipakai pada sepatu olahraga juga lebih lentur dibandingkan bahan kulit. Karena karakter materialnya berbeda, ukuran yang sama bisa terasa lebih sempit atau lebih longgar. Jadi, bukan hanya angka pada kotak sepatu yang menentukan kenyamanan, tetapi juga bahan pembuatnya.

6. Toleransi produksi memang selalu ada

ilustrasi sneakers putih
ilustrasi sepatu (pexels.com/Pixabay)

Walaupun diproduksi menggunakan mesin modern, proses pembuatan sepatu tetap memiliki toleransi ukuran. Perbedaan sekitar beberapa milimeter masih dianggap wajar dalam industri manufaktur. Sekilas terdengar kecil, tetapi di kaki, selisih beberapa milimeter saja sudah bisa terasa cukup signifikan, terutama jika digunakan berjalan jauh. Inilah alasan mengapa kadang dua pasang sepatu dengan model yang sama pun bisa terasa sedikit berbeda.

Pada akhirnya, ukuran sepatu bukanlah angka yang benar-benar mutlak. Jadi, kalau suatu hari kamu harus membeli ukuran 40 di satu merek dan ukuran 41 di merek lain, itu bukan berarti ukuran kakimu berubah. Bisa jadi memang karakter sepatu tersebut yang berbeda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan

Related Articles