Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Perbandingan Sepatu Running dan Training, Pahami Guys!
ilustrasi sepatu trail running (unsplash.com/Deon Collison)
  • Sepatu running dirancang untuk lari dengan gerakan maju berulang, mengutamakan peredaman benturan, efisiensi langkah, dan kenyamanan untuk jarak lebih jauh.

  • Sepatu training ditujukan bagi angkat beban, HIIT, circuit training, serta gerakan multidirectional; bantalan lebih padat dan struktur samping lebih kokoh demi keseimbangan.

  • Running shoes cenderung fleksibel di depan dengan sol melengkung untuk transisi langkah, sedangkan training shoes memakai sol datar-lebar agar kontrol dan stabilitas lebih terjaga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memilih sepatu olahraga sering dianggap perkara sederhana karena sekilas banyak model terlihat mirip. Padahal, setiap jenis sepatu dirancang untuk kebutuhan aktivitas yang berbeda sehingga penggunaan yang kurang tepat dapat mengurangi kenyamanan saat berolahraga. Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menganggap sepatu running dan training sebagai produk yang sama.

Meski sama-sama digunakan untuk aktivitas fisik, kedua jenis sepatu ini memiliki karakteristik yang dirancang sesuai pola gerakan penggunanya. Perbedaan tersebut mencakup bantalan, fleksibilitas, stabilitas, hingga bentuk sol yang berpengaruh langsung terhadap performa dan keamanan saat bergerak. Supaya gak salah pilih dan dapat menyesuaikan kebutuhan olahraga dengan lebih tepat, yuk simak perbedaan dan perbandingannya.

1. Tujuan penggunaan yang berbeda

ilustrasi sepatu training (pexels.com/Eduardo Cano Photo Co.)

Sepatu running dirancang khusus untuk aktivitas lari yang didominasi gerakan maju ke depan dalam waktu cukup lama. Fokus utama sepatu ini adalah membantu meredam benturan ketika kaki menyentuh permukaan jalan atau lintasan lari. Karena itu, desainnya lebih mengutamakan efisiensi langkah dan kenyamanan saat bergerak secara linear.

Sementara itu, training shoes dirancang untuk aktivitas olahraga yang lebih beragam seperti angkat beban, circuit training, HIIT, atau latihan kebugaran lainnya. Jenis olahraga tersebut melibatkan banyak gerakan ke samping, melompat, berputar, dan perubahan arah secara cepat. Itulah sebabnya kebutuhan desain sepatu training berbeda dibanding sepatu yang khusus digunakan untuk berlari.

2. Karakter bantalan pada sol

ilustrasi sepatu running (pexels.com/Reynaldo Yodia)

Salah satu perbedaan paling mudah dikenali terletak pada sistem bantalan yang digunakan. Sepatu running umumnya memiliki bantalan yang lebih tebal dan empuk untuk mengurangi tekanan berulang pada kaki selama berlari. Teknologi ini membantu memberikan sensasi langkah yang lebih ringan sekaligus mengurangi risiko kelelahan pada kaki.

Sebaliknya, sepatu training biasanya menggunakan bantalan yang lebih padat dan tidak terlalu empuk. Tujuannya adalah memberikan pijakan yang stabil ketika melakukan berbagai jenis latihan dengan intensitas tinggi. Stabilitas tersebut penting karena terlalu banyak bantalan justru dapat mengurangi keseimbangan saat melakukan gerakan eksplosif atau mengangkat beban.

3. Tingkat fleksibilitas gerakan

ilustrasi sepatu training (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Karakter gerakan saat berlari membuat sepatu running memiliki fleksibilitas yang cukup tinggi pada bagian depan kaki. Fleksibilitas ini membantu kaki melakukan dorongan secara alami ketika setiap langkah berlangsung. Hasilnya, gerakan berlari terasa lebih efisien dan nyaman dalam jarak jauh.

Di sisi lain, sepatu training lebih menekankan keseimbangan antara fleksibilitas dan kestabilan. Bagian tertentu tetap lentur agar nyaman digunakan bergerak, tetapi struktur keseluruhannya dibuat lebih kokoh. Pendekatan ini membuat sepatu mampu mendukung berbagai pola gerakan tanpa kehilangan kontrol saat latihan berlangsung.

4. Stabilitas saat bergerak ke berbagai arah

ilustrasi sepatu running (pexels.com/Atlantic Ambience)

Aktivitas lari cenderung berlangsung dalam satu arah sehingga kebutuhan stabilitas lateral pada sepatu running tidak terlalu besar. Fokus desainnya lebih banyak ditujukan untuk menopang gerakan maju dan mengurangi benturan berulang. Karena itu, bagian samping sepatu biasanya tidak sekuat sepatu yang digunakan untuk latihan multidirectional.

Berbeda dengan sepatu training yang dirancang menghadapi banyak perubahan arah dalam waktu singkat. Struktur sampingnya dibuat lebih kuat untuk menjaga kaki tetap stabil saat bergerak ke kanan, kiri, maju, maupun mundur. Fitur tersebut sangat penting untuk mengurangi risiko cedera ketika melakukan latihan yang melibatkan pergerakan dinamis.

5. Bentuk dan desain sol luar

ilustrasi sepatu training (pexels.com/cottonbro studio)

Bagian sol luar pada sepatu running biasanya memiliki pola yang membantu menciptakan transisi langkah yang lebih mulus saat berlari. Desain tersebut juga bertujuan meningkatkan efisiensi energi sehingga setiap langkah terasa lebih ringan. Selain itu, bentuk sol sering kali sedikit melengkung untuk mendukung ritme lari yang konsisten.

Sementara itu, sepatu training umumnya memiliki sol yang lebih datar dan lebar. Bentuk ini memberikan area kontak yang lebih besar dengan permukaan sehingga membantu menjaga keseimbangan tubuh saat latihan. Desain tersebut membuat pengguna merasa lebih mantap ketika melakukan gerakan yang membutuhkan kontrol dan kestabilan tinggi.

Memahami perbedaan antara sepatu running dan training dapat membantu memilih sepatu yang sesuai dengan kebutuhan olahraga. Pemilihan yang tepat bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga berhubungan dengan performa dan keamanan saat beraktivitas. Dengan mengenali karakter masing-masing jenis sepatu, kegiatan olahraga dapat terasa lebih optimal dan menyenangkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article