Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Prinsip Quiet Luxury untuk Pria yang Ingin Tampil Simpel dan Elegan

5 min read
5 Prinsip Quiet Luxury untuk Pria yang Ingin Tampil Simpel dan Elegan
ilustrasi pria percaya diri (pexels.com/Đậu Photograph)
  • Quiet luxury menekankan kualitas bahan, jahitan rapi, dan daya tahan pakaian dibanding logo besar atau tren, sehingga koleksi sederhana tetap nyaman dan bisa dipakai berulang.
  • Siluet yang sesuai proporsi tubuh, termasuk penyesuaian di penjahit bila perlu, serta palet netral seperti putih, abu-abu, krem, cokelat, dan biru tua membangun tampilan rapi.
  • Kerapian juga bergantung pada perawatan pakaian dan sepatu, sementara aksesori fungsional seperti jam sederhana, ikat pinggang kulit, atau tas netral digunakan secara selektif dan proporsional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penampilan yang elegan gak selalu harus identik dengan pakaian mahal, logo besar, atau aksesori mencolok yang langsung menarik perhatian. Dalam dunia menswear, konsep quiet luxury justru mengutamakan kualitas bahan, potongan pakaian, dan detail kecil yang membuat penampilan terlihat berkelas tanpa terkesan berlebihan. Gaya ini cocok untuk pria yang ingin tampil rapi dan berkarakter, baik saat bekerja, menghadiri acara formal, maupun sekadar menikmati akhir pekan.

Menariknya, menerapkan quiet luxury gak berarti harus menghabiskan banyak uang untuk memenuhi lemari pakaian dengan barang bermerek. Kuncinya terletak pada kemampuan memilih pakaian yang tepat, memahami proporsi tubuh, serta memadukan elemen sederhana secara harmonis. Yuk, pahami lima prinsip quiet luxury berikut agar penampilan sehari-hari terlihat lebih elegan, dewasa, dan tetap terasa nyaman tanpa harus mengikuti setiap tren yang sedang ramai!

  1. 1. Utamakan kualitas bahan daripada logo

    ilustrasi pria percaya diri
    ilustrasi pria percaya diri (pexels.com/Gustavo Fring)

    Salah satu prinsip utama quiet luxury adalah memilih pakaian berdasarkan kualitas material, bukan seberapa terkenal merek yang tertera pada labelnya. Kemeja dengan bahan katun berkualitas, celana berbahan wol, atau rajutan dari campuran serat alami dapat memberikan kesan mewah melalui tekstur dan jatuhnya kain. Meski terlihat sederhana, material yang tepat membuat pakaian tampak lebih rapi sekaligus nyaman digunakan dalam berbagai aktivitas.

    Saat berbelanja, perhatikan kerapian jahitan, kepadatan kain, dan kenyamanan material ketika bersentuhan dengan kulit. Hindari pakaian yang mudah melar, cepat berbulu, atau kehilangan bentuk setelah beberapa kali dicuci apabila tersedia alternatif yang lebih tahan lama sesuai anggaran. Daripada membeli banyak pakaian hanya karena sedang tren, lebih baik memiliki beberapa koleksi berkualitas yang dapat digunakan berulang kali dengan kombinasi berbeda.

  2. 2. Pilih potongan pakaian yang sesuai dengan proporsi tubuh

    ilustrasi pria percaya diri dengan outer vest
    ilustrasi pria percaya diri dengan outer vest (unsplash.com/Mubariz Mehdizadeh)

    Pakaian yang mahal sekalipun dapat terlihat kurang menarik apabila potongannya gak sesuai dengan bentuk tubuh. Dalam gaya quiet luxury, kesan elegan muncul dari siluet yang seimbang, mulai dari bahu kemeja yang pas hingga panjang celana yang jatuh secara proporsional. Potongan seperti ini membantu penampilan terlihat lebih terstruktur tanpa harus mengenakan pakaian yang terlalu ketat atau terlalu longgar.

    Pria dengan aktivitas padat dapat memulai dari kemeja berpotongan rapi, celana bahan berpotongan lurus, serta jaket dengan struktur bahu yang sesuai. Jika bagian lengan terlalu panjang atau ujung celana menumpuk di atas sepatu, pertimbangkan untuk melakukan penyesuaian di penjahit agar hasil akhirnya lebih presisi. Detail kecil tersebut sering kali memberikan perubahan besar karena pakaian terlihat seolah dibuat khusus untuk pemakainya, meskipun sebenarnya berasal dari koleksi siap pakai.

  3. 3. Bangun palet warna yang tenang dan mudah dipadukan

    ilustrasi pria percaya diri
    ilustrasi pria percaya diri (pexels.com/Mahdi Bafande)

    Warna memiliki peran penting dalam menciptakan penampilan yang sederhana sekaligus berkelas. Gaya quiet luxury banyak mengandalkan warna netral seperti putih, hitam, abu-abu, cokelat, krem, dan biru tua karena mudah dipadukan serta gak cepat terlihat ketinggalan zaman. Kombinasi warna yang harmonis juga membantu penampilan terlihat matang tanpa memerlukan motif ramai atau aksesori yang mencuri perhatian.

    Sebagai contoh, kemeja putih dapat dipadukan dengan celana bahan abu-abu dan sepatu kulit cokelat untuk menciptakan penampilan rapi yang cocok digunakan ke kantor maupun acara makan malam. Untuk suasana santai, kaus berwarna krem dengan celana chino biru tua dapat menjadi pilihan yang tetap terlihat terawat. Agar hasilnya gak monoton, manfaatkan perbedaan tekstur dan gradasi warna senada sehingga penampilan memiliki kedalaman visual tanpa kehilangan kesan minimalis.

  4. 4. Rawat pakaian dan sepatu agar selalu terlihat prima

    ilustrasi pria mencuci pakaian
    ilustrasi pria mencuci pakaian (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Penampilan elegan gak hanya ditentukan oleh barang yang dimiliki, tetapi juga cara merawatnya. Kemeja berkualitas akan kehilangan daya tarik apabila kusut, sementara sepatu kulit yang bagus dapat terlihat kusam jika jarang dibersihkan. Dalam konsep quiet luxury, kondisi pakaian menjadi bagian penting karena kebersihan, kerapian, dan ketahanan barang menunjukkan perhatian terhadap detail.

    Biasakan membaca petunjuk pencucian, menyimpan pakaian sesuai jenis bahan, serta menggunakan gantungan yang mampu mempertahankan bentuk bahu kemeja dan jaket. Sepatu juga perlu dibersihkan secara berkala, dikeringkan dengan benar, dan disimpan di tempat yang gak lembap agar materialnya tetap terjaga. Kebiasaan sederhana ini membantu memperpanjang usia pakai koleksi pakaian sekaligus membuat penampilan tetap meyakinkan tanpa harus terus membeli barang baru.

  5. 5. Gunakan aksesori secara selektif dan proporsional

    ilustrasi dasi dan jam tangan pria
    ilustrasi dasi dan jam tangan pria (pexels.com/Bruchin Noeka)

    Aksesori dapat melengkapi gaya quiet luxury, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan keseluruhan penampilan. Jam tangan dengan desain sederhana, ikat pinggang kulit yang senada dengan sepatu, atau tas berstruktur rapi dapat memberikan sentuhan elegan tanpa membuat penampilan terasa ramai. Prinsipnya bukan menghindari aksesori sepenuhnya, melainkan memastikan setiap barang memiliki fungsi dan mendukung karakter gaya yang ingin ditampilkan.

    Misalnya, pria yang bekerja di lingkungan profesional dapat memilih jam tangan dengan desain bersih dan tas kerja berwarna netral agar penampilannya terlihat konsisten. Untuk kegiatan santai, dompet kulit yang ringkas atau kacamata dengan bingkai klasik sudah cukup untuk melengkapi pakaian sederhana. Hindari menumpuk terlalu banyak aksesori dengan ukuran besar atau detail mencolok dalam satu penampilan karena perhatian justru dapat teralihkan dari keseluruhan gaya yang ingin dibangun.

    Pada akhirnya, quiet luxury mengajarkan bahwa penampilan elegan gak harus bergantung pada harga pakaian atau popularitas sebuah merek. Kualitas bahan, potongan yang sesuai, perpaduan warna, perawatan, dan pemilihan aksesori merupakan lima prinsip yang dapat diterapkan secara bertahap sesuai kebutuhan serta anggaran. Dengan memahami prinsip-prinsip tersebut, pria dapat membangun gaya personal yang rapi, dewasa, dan berkelas tanpa harus terlihat berusaha terlalu keras.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel