Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Sepatu Monk Strap Tidak Memakai Tali seperti Oxford?
Monk Strap (unsplash.com/Noah Smith)
  • Monk Strap berasal dari tradisi alas kaki biarawan Eropa, dengan strap dan gesper yang tetap menjadi ciri khas meski desainnya berkembang untuk berbagai kesempatan formal.
  • Berbeda dari Oxford yang memakai tali, Monk Strap mengencangkan sepatu melalui potongan kulit melintang dan gesper, mirip sabuk kecil, agar pas di kaki.
  • Monk Strap tersedia dalam model single monk dan double monk; pemakaiannya mengharuskan gesper dibuka serta dikunci, bukan langsung diselipkan seperti slip-on.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau diperhatikan, sepatu Oxford dan Monk Strap punya bentuk yang cukup berbeda di bagian atasnya. Oxford menggunakan tali yang diikat, sedangkan Monk Strap memakai gesper untuk mengunci sepatu di kaki. Meski sama-sama sering dipakai untuk acara formal, keduanya punya desain yang khas.

Penggunaan gesper pada Monk Strap bukan sekadar variasi supaya modelnya terlihat berbeda. Desain ini punya kaitan dengan sejarah alas kaki yang kemudian berkembang menjadi sepatu pria. Ada beberapa hal yang membuat sepatu Monk Strap tidak memakai tali seperti Oxford dan tetap mempertahankan pengunci berupa gesper hingga sekarang.

1. Terinspirasi dari alas kaki para biarawan

Monk Strap (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Nama Monk Strap berasal dari kata monk, yang berarti biarawan. Model sepatu ini sering dikaitkan dengan alas kaki yang digunakan para biarawan Eropa pada masa lalu. Sepatu tertutup dengan pengunci berupa strap dan gesper menjadi bagian dari sejarah yang melekat pada namanya.

Seiring waktu, desain Monk Strap berkembang menjadi sepatu yang bisa digunakan untuk berbagai kesempatan, termasuk acara formal. Gesper yang menjadi ciri khasnya tetap dipertahankan meski bentuk sepatu dan bahan pembuatnya mengalami perkembangan. Karena itu, Monk Strap sekarang mudah dikenali dari bagian atasnya yang menggunakan pengunci, bukan tali seperti Oxford.

2. Gesper menggantikan fungsi tali sepatu

Monk Strap (pexels.com/Arifeen Ali)

Pada sepatu Oxford, tali dimasukkan ke lubang-lubang di bagian atas, lalu diikat agar sepatu terasa pas saat dipakai. Monk Strap menggunakan cara yang berbeda, yaitu potongan kulit yang dipasang melintang di bagian atas kaki. Ujung potongan kulit tersebut dilengkapi gesper yang bisa dikaitkan untuk mengencangkan sepatu.

Cara menguncinya mirip dengan saat memakai sabuk, hanya saja ukurannya lebih kecil. Gesper dipasang pada lubang yang sesuai supaya sepatu gak terasa terlalu longgar atau menekan kaki. Dengan sistem ini, Monk Strap tetap punya pengunci yang berfungsi menahan sepatu tanpa perlu tali yang harus diikat.

3. Ada model dengan satu gesper dan dua gesper

Monk Strap (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Monk Strap punya dua model yang cukup mudah dibedakan, yaitu single monk dan double monk. Single monk menggunakan satu strap dengan satu gesper, sedangkan double monk memiliki dua strap dan dua gesper. Perbedaan ini bisa langsung terlihat dari bagian atas sepatu.

Model single monk cocok buat kamu yang menyukai desain sederhana dengan detail yang gak terlalu ramai. Sementara itu, double monk punya tampilan lebih menonjol karena dua gespernya menjadi aksen utama. Keduanya sama-sama gak menggunakan tali, sehingga pilihan bisa disesuaikan dengan selera dan pakaian yang biasa dikenakan.

4. Gak perlu mengikat tali setiap kali memakai sepatu

Oxford (pexels.com/Milan)

Monk Strap juga punya cara pemakaian yang berbeda dari Oxford. Saat memakai Oxford, kamu perlu melonggarkan tali agar kaki mudah masuk, lalu mengikatnya kembali setelah sepatu terpasang. Pada Monk Strap, kamu cukup membuka gesper terlebih dahulu, memasukkan kaki, lalu mengencangkannya kembali.

Meski begitu, Monk Strap bukan berarti sama dengan slip-on yang tinggal diselipkan ke kaki. Gespernya tetap perlu dibuka dan dikunci setiap kali sepatu dipakai atau dilepas. Ukuran sepatu dan juga posisi strap harus pas agar gesper gak menekan bagian atas kaki ketika kamu berjalan.

Sepatu Monk Strap tidak memakai tali seperti Oxford merupakan bagian dari ciri khas desainnya. Selain membantu menahan sepatu di kaki, gesper juga memberikan tampilan yang membedakannya dari sepatu Oxford. Jadi, kalau kamu ingin sepatu formal yang gak menggunakan tali, Monk Strap bisa menjadi alternatif terutama bagi kamu yang menyukai penampilan rapi dan elegan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article