Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sepatu PUMA Buatan Mana? Inilah Asal dan Sejarah di Baliknya
Ilustrasi sepatu Puma (unsplash/Hello I'm Nik)

  • PUMA berawal di Herzogenaurach, Jerman, dari pabrik sepatu Dassler bersaudara yang didirikan pada 1924 dan dikenal setelah Jesse Owens meraih empat emas Olimpiade 1936.

  • Konflik Adolf dan Rudolf Dassler selama Perang Dunia II memicu pecah kongsi pada 1948; Adolf mendirikan Adidas, sedangkan Rudolf membangun perusahaan yang kemudian menjadi PUMA.

  • Rudolf mengganti nama RUDA menjadi PUMA pada akhir 1948, memperkenalkan sepatu sepak bola dengan pul lepas-pasang, lalu mengembangkan brand melalui PUMA King dan PUMA Clyde.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bagi para pencinta mode dan olahraga, nama PUMA tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Brand berlogo kucing besar yang melompat ini telah mendunia, menghiasi kaki para atlet papan atas, hingga bertransformasi menjadi ikon streetwear kasual yang digemari banyak orang.

Namun, di balik popularitasnya yang mendunia, banyak yang penasaran dengan sosok di balik penciptanya, dan sebenarnya sepatu PUMA itu buatan negara mana? Daripada makin penasaran, yuk, langsung saja simak pembahasan lengkap mengenai sosok pencipta dan asal-usul di balik kesuksesan PUMA berikut ini!

1. Berawal dari kakak beradik asal Jerman

Ilustrasi sepatu Puma (unsplash/The DK Photography)

Asal-usul terciptanya brand PUMA berawal di Herzogenaurach, Jerman. Pada tahun 1924, dua bersaudara bernama Adolf (Adi) Dassler dan Rudolf Dassler mendirikan sebuah pabrik sepatu bernama Gebrüder Dassler Schuhfabrik.

Menariknya, pabrik pertama mereka bukanlah gedung megah, melainkan ruang cuci di rumah orang tua mereka yang disulap menjadi tempat produksi. Berkat ketelitian tinggi dalam merancang alas kaki yang fungsional dan awet, sepatu buatan mereka dengan cepat memikat hati para atlet lokal.

Puncak pencapaian awal mereka terjadi pada ajang Olimpiade Musim Panas 1936 di Berlin. Pelari legendaris asal Amerika Serikat, Jesse Owens, mengenakan sepatu buatan Dassler bersaudara dan sukses menyabet empat medali emas. Keberhasilan internasional ini melambungkan nama mereka sebagai produsen sepatu atletik kelas dunia.

2. Konflik keluarga yang berujung pada pecah kongsi

Ilustrasi sepatu Puma (unsplash/Justin Chrn)

Di tengah puncak kesuksesan bersama, hubungan antara Adi dan Rudolf Dassler mulai merenggang. Ketegangan ini dipicu oleh perbedaan pandangan pribadi serta dinamika politik yang pelik selama Perang Dunia II.

Konflik yang tak kunjung menemui titik terang tersebut akhirnya mencapai puncaknya pada tahun 1948, di mana kedua kakak beradik ini resmi memutuskan untuk pecah kongsi dan membagi aset perusahaan keluarga.

  • Adi Dassler kemudian mendirikan perusahaan sendiri yang diberi nama Adidas (gabungan nama panggilan dan nama belakangnya).

  • Rudolf Dassler di sisi lain memilih mendirikan perusahaannya sendiri di sisi lain kota Herzogenaurach.

Perpisahan ini tidak hanya memecah sebuah perusahaan, melainkan memicu persaingan bisnis keluarga paling legendaris dan sengit sepanjang sejarah industri olahraga global.

3. Kelahiran brand PUMA dan revolusi dunia sepak bola

Ilustrasi sepatu Puma (pexels/Nathan J Hilton)

Setelah berpisah dari saudaranya, Rudolf awalnya menamai perusahaan barunya dengan nama RUDA yang merupakan gabungan dari nama depan Rudolf dan nama belakang Dassler. Namun, ia segera menyadari bahwa nama tersebut kurang memiliki "jiwa" dan daya tarik komersial.

Tidak lama bersangkutan, tepatnya pada akhir tahun 1948, ia resmi mengubah namanya menjadi PUMA, yang terinspirasi dari hewan predator asal Amerika yang melambangkan kecepatan, kekuatan, kelincahan, dan ketangkasan. Pada tahun yang sama, ia juga mendaftarkan logo ikonik puma melompat.

Di bawah bendera baru ini, Rudolf fokus merevolusi sepatu olahraga, khususnya sepak bola. Ia berkolaborasi dengan pelatih tim nasional Jerman Barat, Sepp Herberger, untuk menciptakan Super Atom, sepatu sepak bola pertama di dunia yang menggunakan studs (pul sepatu) sistem lepas-pasang (screw-in studs). Inovasi ini mengubah total cara atlet bermain di lapangan basah atau berlumpur.

4. Era kejayaan PUMA jadi bintang dunia hingga menjadi ikon global

Ilustrasi sepatu Puma (unsplash/Maria Fernanda Pissioli)

Memasuki dekade 1960 hingga 1980-an, PUMA menjelma menjadi penguasa lapangan hijau. Model sepatu legendaris seperti PUMA King lahir pada tahun 1968 dan menjadi senjata andalan para pencetak sejarah sepak bola dunia, mulai dari Eusébio, Pelé, Johan Cruyff, hingga Diego Maradona.

Tidak hanya berhenti di sepak bola, PUMA melakukan ekspansi cerdas ke dunia bola basket dengan menggandeng bintang NBA Walt "Clyde" Frazier untuk merilis lini PUMA Clyde, yang menjadi sejarah baru sepatu basket bertanda tangan atlet profesional pertama.

Kini, meskipun kepemilikan korporatnya telah berpindah tangan ke grup investasi multinasional asal Prancis, Artemis, akar identitas PUMA sebagai jenama asal Jerman yang mengutamakan kecepatan dan inovasi tetap melekat kuat hingga detik ini.

Nah, itu dia perjalanan sejarah yang begitu panjang dan penuh liku di balik kesuksesan PUMA. Siapa sangka PUMA yang berawal dari kerja sama dua bersaudara di ruang cuci di Jerman menjelma menjadi brand ikonik yang disukai banyak orang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article