Jakarta, IDN Times - Pemerintah memprediksi pergerakan masyarakat pada masa mudik Lebaran 2026 akan mencapai lebih dari 143 juta orang. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyampaikan angka tersebut berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan dan berpotensi lebih tinggi saat pelaksanaan di lapangan.
"Karena ada perkiraan mudik tahun ini berdasarkan survei Kemenhub lebih dari 143 juta. Biasanya survei Kemenhub di lapangan lebih tinggi," kata dia, dikutip dari keterangan pers, Minggu (15/3/2026).
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026, sementara arus balik diprediksi memuncak pada 29 Maret 2026.
Pratikno mengatakan, periode mudik tahun ini memiliki rentang waktu yang relatif panjang. Hal ini dipengaruhi oleh rangkaian akhir pekan, kebijakan flexible work arrangement (FWA) bagi Aparatur Sipil Negara, cuti bersama, serta perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
"Oleh karena itu dengan rentang panjang ini kami mengharapkan ada distribusi mudik tidak tertumpuk di hari tertentu," kata Pratikno.
Dengan rentang waktu yang panjang ini, pemerintah berharap pergerakan pemudik dapat terdistribusi lebih merata dan tidak menumpuk hanya pada tanggal-tanggal puncak yang diprediksi.
