Menko PMK Salurkan Rp1,95 M untuk Perbaikan Rumah di Tapanuli Utara

- Pemerintah salurkan stimulan agar warga segera perbaiki rumah
- Total bantuan di Sumatra Utara capai Rp10,8 miliar menjangkau ratusan keluarga
Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyerahkan dana stimulan perbaikan rumah kepada 86 kepala keluarga (KK) terdampak banjir dan longsor di Tapanuli Utara, Sumatra Utara, pada Jumat (13/2/2026).
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp1,95 miliar untuk mempercepat perbaikan rumah warga dan mendukung pemulihan pascabencana yang terjadi pada November 2025 lalu.
1. Pemerintah salurkan stimulan agar warga segera perbaiki rumah

Pratikno mengatakan, bantuan stimulan ini disalurkan melalui BNPB sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemulihan pascabencana berjalan cepat dan tepat sasaran.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, melalui BNPB disalurkan stimulan untuk pembangunan kembali rumah bapak dan ibu yang rusak. Harapannya dengan adanya bantuan ini bapak ibu bisa segera memperbaiki rumah yang rusak ringan dan rusak sedang secara mandiri dan didukung oleh bantuan-bantuan yang lain sehingga bisa segera kembali ke rumah dan kembali hidup normal,” ujar Pratikno dikutip dari siaran pers, Minggu (14/2/2026).
Sebanyak 86 KK penerima manfaat tersebar di delapan kecamatan, yakni Tarutung, Sipoholon, Sipahutar, Simangumban, Purba Tua, Parmonangan, Pahae Jae, dan Adiankoting. Bantuan diberikan sebesar Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rumah rusak sedang, dan langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima.
2. Total bantuan di Sumatra Utara capai Rp10,8 miliar menjangkau ratusan keluarga

Selain di Tapanuli Utara, pemerintah juga menyalurkan stimulan perbaikan rumah ke sejumlah wilayah lain di Sumatra Utara. Secara keseluruhan, total bantuan di provinsi tersebut mencapai Rp10,8 miliar.
Penyaluran bantuan mencakup 68 KK di Kabupaten Deli Serdang dengan total Rp1,1 miliar, 249 KK di Kabupaten Tapanuli Selatan sebesar Rp5,4 miliar, serta 134 KK di Kabupaten Humbang Hasundutan dengan total Rp2,3 miliar. Bantuan ini juga diberikan bersamaan dengan wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatra Barat.
3. Pemerintah tekankan pemulihan harus lebih tangguh, bukan sekadar kembali normal

Pratikno mengatakan, rehabilitasi pascabencana tidak hanya memulihkan kondisi masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan terhadap bencana di masa depan.
“Atas arahan Bapak Presiden kita tidak hanya harus mengembalikan segera kehidupan masyarakat menjadi normal. Tapi lebih dari itu adalah membangun kembali menjadi lebih baik, lebih tangguh. Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua, bagi masyarakat, Pemda, dan bagi kita yang ada di pemerintah pusat,” ujar Pratikno.
Dia juga mengapresiasi kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, serta seluruh unsur yang terlibat dalam mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah terdampak.

















