Sebanyak 160 pedagang dan pengunjung Pasar Induk Gadang di rapid test petugas. Dok/Humas Pemkot Malang
Menurut Wali Kota Malang Sutiaji, rapid test digelar sebagai upaya untuk meminimalisir penyebaran COVID-19. Terutama penyebaran melalui transmisi lokal. Apalagi dalam beberapa kasus ditemukan bahwa transmisi virus melalui personal OTG (Orang Tanpa Gejala).
Rapid test sendiri berbasis deteksi antibodi dan deteksi antigen untuk menyaring orang-orang yang nantinya dinilai perlu untuk menjalani tes lebih lanjut. Untuk melakukan konfirmasi atau mendiagnosis positif COVID-19, dibutuhkan pemeriksaan PCR.
"Kali ini rapid test dilakukan di Pasar Induk Gadang. Memang pasar ini lebih ramai, mobilitasnya juga lebih tinggi sama seperti Pasar Besar Malang yang kami rapid test kemarin" ujar Sutiaji, Rabu (17/6).