Jakarta, IDN Times - Tiga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) kampus pada akhir pekan kemarin berkumpul di Graha Sabha Pramana, Yogyakarta untuk mendiskusikan kegelisahan yang mendalam akibat kebijakan buruk pemerintahan saat ini. Ketiga BEM yang berkumpul mewakili Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Lewat petisi dengan tajuk 'Nestapa Indonesia', mereka sepakat kondisi Indonesia hari ini terus memburuk.
"Demokrasi terus mengalami kemunduran, kritik yang seharusnya menjadi vitamin demokrasi justru diperlakukan sebagai ancaman. Ketika rakyat bersuara, kekuasaan memilih untuk menutup telinga. Ketika mahasiswa mengkritik, suara kami justru terus dicurigai. Ketika para ahli menyampaikan koreksi, kepakaran malah dibalas caci maki," ungkap Ketua Serikat Mahasiswa UGM, Mesa di dalam keterangan pada Senin (28/9/2026).
"Sementara, kehidupan rakyat kian berat, dihantui oleh pajak dan biaya untuk bertahan hidup, ongkos transportasi terus naik. Pemerintah di sisi lainnya justru menghamburkan uang negara untuk program yang minim transportasi dan lemah pertanggung jawaban," katanya.
Di sisi lain, Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, mewanti-wanti pemerintah bahwa kesabaran rakyat ada batasnya. Dalam pernyataannya, Yatalathof seolah memberikan sinyal bahwa mahasiswa akan kembali turun untuk melakukan aksi.
"Jika pemerintah terus menutup telinga, rakyat akan memperkas suara. Jika kekuasaan terus menutup ruang demokrasi, maka rakyat akan memenuhi ruang-ruang publik. Jika negara terus meninggalkan rakyat mahasiswa harus berdiri bersama rakyat," kata mahasiswa yang akrab disapa Athof itu.
Kapan mahasiswa akan kembali turun ke jalan untuk melakukan aksi demo?
