Jakarta, IDN Times - Peristiwa Mei 1998 mungkin sudah tidak asing lagi bagi generasi milenial awal, namun tidak bagi milenial akhir dan gen Z. Kendati, mereka masih bisa memaknai tragedi yang terjadi pada 28 tahun silam itu.
Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) sekaligus saksi tragedi Mei 1998, Christianto Wibisono, memiliki pesan tersendiri bagi generasi milenial dan gen Z, untuk memaknai peristiwa sejarah Indonesia pada Orde Baru itu.
Tragedi Mei 1998 merupakan kerusuhan rasial terhadap etnis Tionghoa yang terjadi pada 13-15 Mei 1998, khususnya di Jakarta, namun juga terjadi di beberapa kota lain.
Kerusuhan ini diawali dengan krisis moneter di Asia dan dipicu tragedi Trisakti, yang menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti saat demonstrasi 12 Mei 1998. Tragedi ini diakhiri dengan penurunan jabatan Presiden Soeharto.
